728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 21 November 2017

    #Warta : Jokowi Akhiri Petualangan Setya Novanto “the Untouchable”, Bidik Aktor Terbesar!

    Presiden Jokowi bertindak tegas. KPK tetap merangsek Setya Novanto, the Untouchable. Tidak ada perlindungan dari Jokowi untuk Setya Novanto. Keberaniannya itu tentu berimplikasi politik. Tetapi dia tidak menghitungnya. Hebat.

    Tak pelak,Jokowi akhiri petualangan Setya Novanto berakhir. Kini aktor terbesar tengah dibidik. Signal penghentian upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK Saut Sitomorang dan Agus Rahardjo dari Jokowi ditangkap dengan baik. Kapolri Jenderal Tito Karnavian membekukannya. Sementara KPK dengan sigap terus memburu Setya Novanto setelah dikibuli pada penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kali pertama.

    Setya Novanto the Untouchable

    Setya Novanto malang-melintang menjadi penguasa politik dan bisnis lobby eknomi tingkat tinggi sejak zaman eyang saya Presiden Soeharto. Publik tahu dia lolos dari kasus korupsi yang sangat besar masa itu yakni Cessie Bank Bali, dengan mengorbankan sohibnya Djoko S Tjandra – yang kini bermukim di Singapura dan berganti nama menjadi Joe Chan berpaspor Papua Nuigini.

    Pada zaman rezim gurita korupsi SBY – rezim paling korup setelah eyang saya Presiden Soeharto – sepak terjang Setnov menemukan titik kulminasinya. Perampokan anggaran APBN merajalela. Semua praktik korupsi TMSTB (terstruktur, masif, sistematis, terpadu, berjamaah) mulai lahir tanpa malu. Semua permainan para pencuri itu dimulai dari rancangan anggaran APBN, dari perencanaan anggaran setahun setengah sampai satu tahun sebelum tahun anggaran berjalan.

    Para koruptor dari DPR semuanya bergerak memainkan anggaran APBN. Dari mulai koruptor kelas teri Damayanti Wisnu Putranti, Miryam S Haryani, sampai tokoh operator korupsi Nazaruddin mereka mencuri uang dari sana.

    Apa yang disampaikan oleh Nazaruddin hampir dapat dipastikan kebenarannya. Silakan berteriak sampai kehabisan suara, nyatanya satu per satu terkuak lebar menganga jelas terang benderang. Bahkan upaya membungkam kasus E-KTP dengan upaya menghentikan dan mengelabuhi KPK dan publik oleh para koruptor DPR yang bermain dengan kasus Miryam S. Haryani pun gagal.

    Pencabutan berita acara dan kesaksian itu tidak menghilangkan barang bukti berupa aliran dana ke pihak-phak yang menerima uang. Saking paniknya para anggota DPR dan koruptor tersangkut E-KTP yang telah mengembalikan dana itu – nama-namanya telah beredar luas.

    Salah satu manusia yang akan dan harus dibidik oleh KPK tentu Gamawan Fauzi – kaki tangan Cikeas. Manusia ini sebenarnya orang baik, namun karena jebakan lihai dari the master of playing victim, maka dia menurut. Jangankan manusia yang kecerdasannya ditutupi ideologi ala Wahabi, manusia sangat cerdas yang Saya gadang-gadang menjadi calon presiden RI, Anas Urbaningrum, pun terbuai oleh ajakan untuk korupsi Hambalang dan lain-lain.

    Diimingi Janji Korupsi Tidak Terungkap


    Iming-iming ajakan dan janji untuk korupsi pun sungguh sangat tidak masuk akal bagi orang waras. Sungguh mengejutkan. Omongan para operator korupsi itu sungguh manis. Salah satu pembicaraan yang tertangkap telinga dari sebua restaurant enak asyik aman ngobrol eksklusif milik Mbak Nur, istri Sandiaga Uno, di kawasan Kebayoran Baru sungguh menarik. Publik tak bisa membayangkan rekaman omongan para koruptor. Ini saya sesekali bagi.

    “Karena dilakukan bersama-sama dan masif, tidak mungkin korupsi terbongkar. Jumlah yang dikorupsi pun besar sehingga tidak mencurigakan. Contoh korupsi besar yang tidak terungkap Century Rp 6,7 triliun, itu tahun 2008. Aman. Hambalang Rp 2,5 triliun aman.

    Kalau angka korupsi kecil malah mudah tertangkap. Contoh korupsi Yayasan BI yang cuma Rp 100 miliar membuat besan SBY si Aulia Pohan dkk. jadi bergelar koruptor. Kalau pun tertangkap juga bukan kita-kita yang hanya 3 orang ini.

    Maka kita hajar yang lebih rapi dan besar proyek E-KTP. Agar aman maka pembagian uangnya lintas partai dan masif. Nanti semua dikoordinasikan di banggar dan beberapa komisi lain agar aman di DPR. Tentang cara penerimaan uang melalui perusahaan atau orang lain, dengan sistem sel setengah putus. Kalau sel putus ada peluang uang hilang kalau tidak cepat dipindahkan.

    Juga penarikan cash di bank perlu koordinasi. Rekening palsu bisa didapatkan dengan hanya Rp 500,000 dan sindikatnya baik bank pemerintah maupun bukan gampang membuatnya, seperti kasus Bank Century. Atau paling aman ada pendana awal yang membayar ke semua pihak sebelum pencairan; sistem DP saja. Ini lebih rapi. Kalaulah tertangkap KPK, sistem tebang pilih masih berlaku di sana. Bisa dikendalikan.”

    Jokowi Tegas Karena Tidak Ada Hutang Korupsi


    Nah, melihat kenekatan seperti itu, maka penanganan korupsi bukan sembarangan. Terlebih KPK pun mengalami friksi karena kepentingan. Kejaksaan dan Polri belum juga maksimal. Pada masa itu adanya Bambang Widjajanto membuat kasus Century justru tidak selesai. Conflict of interest dengan kepentingan Cikeas pula. Apalagi kasus Century sudah mengarah dan menyeret Boediono.

    Untuk itu, maka perhitungan politis menjadi salah satu pilihan. Presiden Jokowi hadir dengan keberanian yang tak dimiliki oleh orang lain. Meskipun dari sisi politis mencokok Setya Novanto dan mengobrak-abrik lewat KPK tidak selalu menguntungkan bagi Presiden Jokowi.

    Namun, publik juga tidak memahami fakta bahwa Jokowi juga memiliki cara penekan dan bargaining position karena semakin lengkapnya informasi intelejen terkait peta para mafia dan koruptor. Tinggal fungsi intelejen penekan digerakkan dan itu sudah lebih dari cukup untuk menyetabilkan politik. Tidak sulit karena Jokowi tidak memiliki hutang korupsi.

    Karenanya, Jokowi akan merangsek dan membidik aktor terbesar korupsi di Indonesia. Bukan Setya Novanto the Untouchable yang kini berubah menjadi the Lame Duck. Jika pun tidak sampai ke sana, maka itu jaminan kestabilan politik dengan cara mencekik leher gembong mafia dan koruptor yang sejatinya bertindak sebagai politikus. Demikian the Operators. Salam bahagia ala saya.





    Penulis   Ninoy N. Karundeng     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jokowi Akhiri Petualangan Setya Novanto “the Untouchable”, Bidik Aktor Terbesar! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top