728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 November 2017

    #Warta : Jika Mensos Khofifah Mundur, Akankah Djarot Menggantikannya?

    Sehubungan dengan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dipastikan akan maju bersama Bupati Trenggalek Emil Dardak menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018 nanti.

    Hari ini, Khofifah dan Emil telah mengantongi surat rekomendasi dari Partai Demokrat dan Partai Golkar dengan dukungan dari Demokrat (13 kursi DPRD) dan Golkar (11 kursi DPRD). Dengan total dukungan 24 kursi dari ketentuan minimal 20 kursi dukungan yang dibutuhkan, itu artinya Khofifah dan Emil sudah dipastikan bisa melakukan pendaftaran ke KPUD.

    Presiden Jokowi sendiri saat menyeleksi Calon Menteri yang akan membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan pada 2014-2019 sudah sempat menegaskan bahwa sosok Menteri yang dipilihnya untuk mengisi kabinetnya tidak boleh merangkap jabatan. Tujuannya agar masing-masing bisa benar-benar fokus mengurus urusan rakyat. "Tidak boleh rangkap-rangkap jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu benar," kata Jokowi.

    Mengacu pada ucapan Jokowi tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo juga menyebutkan seorang mentri yang akan mencalonkan diri menjadi Gubernur, etikanya harus mundur dari Menteri. Johan Budi, Juru Bicara Presiden juga menegaskan, Menteri yang ikut Pilgub harus mundur dari kabinet.
    Atas dasar tersebut, saat ditanya perihal pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur 2018, Khofifah menyatakan siap mengirimkan surat kepada Presiden. "Saya akan menyampaikan pemberitahuan tertulis supaya terkonfirmasi," kata Khofifah tanpa menyebut apakah itu surat pengunduran diri dari Menteri Kabinet Kerja.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri saat dimintai keterangan mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari Khofifah soal pencalonannya di Pilgub Jatim serta pengunduran dirinya sebagai Menteri Sosial.

    "Belum, belum. Bu Khofifah belum ‎mengatakannya. Bu Khofifah akan melapor ke Presiden setelah semuanya sudah lengkap, selesai," ujar Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu, 22 Nopember 2017. Karena belum ada laporan resmi, Jusuf Kalla mengaku dirinya bersama Presiden Joko Widodo belum membahas soal calon pengganti Khofifah.

    Dengan gelagat yang seperti ini, tak berlebihan rasanya jika kita menganggap hanya tinggal menunggu waktu saja pengunduran diri Khofifah sebagai Menteri Sosial. Pengganti harus segera dicari mulai dari sekarang. Sekalipun Jokowi-Jusuf Kalla menyatakan belum membahas soal calon pengganti Khofifah, baik Jokowi maupun Jusuf Kalla pasti sudah mulai mencari gambaran siapa sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan jabatan Menteri Sosial saat ditinggalkan Khofifah nanti.
    Entah mengapa tiba-tiba aku teringat pada satu nama yaitu Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta ke-18.

    Rekam jejak kinerja Djarot yang selama ini sudah berhasil membenahi Blitar dan Jakarta bersama Ahok, seharusnya bisa membuat Jokowi dan Jusuf Kalla mempertimbangkan Djarot untuk mengisi jabatan Menteri Sosial yang akan segera ditinggalkan Khofifah saat maju Pilgub Jatim 2018 nanti.

    Sikap Djarot yang selama ini begitu tenang dan rendah hati sangat cocok dengan tugas-tugas sebagai Menteri Sosial. Berdasarkan Peraturan Presiden No. 46 Tahun 2015 tentang Kementerian Sosial, dinyatakan bahwa Kementerian Sosial mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, dan penanganan fakir miskin dan inklusivitas untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara.

    Persahabatan yang tulus antara Djarot dan Ahok juga membawa berkat tersendiri buatku secara pribadi. Sikap setia kawan Djarot sudah teruji. Di saat Ahok harus menghadapi masa tersulit dalam hidupnya dengan dijebloskannya dia ke dalam penjara, Djarot justru menampilkan dirinya bukan hanya sebagai sahabat.

    Djarot justru menjadikan dirinya sebagai saudara bagi Ahok dan keluarganya.

    Pak Djarot dan Bu Happy bersedia mendampingi dan menjaga Bu Vero selama Ahok ada di dalam penjara. Djarot sama sekali tidak meninggalkan Ahok terpuruk sendirian. Pada beberapa kesempatan, ada banyak moment kebersamaan mereka bertiga yang diunggah di medsos disertai dengan kata-kata manis yang sangat memberkati.
    Ada moment Lebaran
    Lebaran
    Ada juga postingan Bu Happy di Instagram yang mengungkapkan tentang arti persahabatan mereka. Bu Happy mengatakan, ia tidak punya banyak kata untuk mendeskripsikan seperti apa sosok Vero, sebab lewat doa, Happy percaya mereka akan terus bersama.
    "Sahabat sejati selalu punya cara untuk saling mengerti dan saling memberi semangat. Tidak perlu banyak kata untuk mendeskripsikan sosok perempuan disamping saya, karena dalam doa kami terus saling berdampingan. #VeroHappy," kata Happy dikutip dari akun Instagram-nya, Jumat, 9 Juni 2017.
    VeroHappy
    Ada juga moment di pesawat saat hendak berangkat ke Solo untuk menghadiri acara Jokowi mantu.
    Pesawat
    Ada juga foto saat di acara pernikahan Kahiyang-Bobby, Pak Djarot, Bu Happy dan Bu Vero selalu tampil bersama.
    kondangan
    Begitu manisnya persahabatan mereka. Adem. Sejuk di hati dan pikiran melihat cara mereka memperlakukan satu sama lain. Ada gambar dan wujud kasih Allah dalam diri mereka bertiga. Aku sangat terharu dan terberkati melihatnya.

    Tak berlebihan khan jadinya jika aku mendoakan Pak Djarot menjadi Menteri Sosial menggantikan Bu Khofifah. Sikap Djarot yang setia dan pekerja keras sangat cocok menjadi anak buah Presiden Jokowi. Sikap Djarot yang rendah hati dan welas asih pada sesama sangat cocok menjadi Menteri Sosial RI.

    Kepada yang terhormat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Semoga Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla mau mempertimbangakn sosok Djarot yang sangat menginspirasi ini. Terlepas dari pembagian jatah kursi Menteri yang sudah Bapak rumuskan bersama parpol-parpol pendukung, aku rasa bukan hal yang berlebihan jika Pak Djarot dipertimbangkan untuk mengisi jabatan Menteri Sosial RI.

    Aku mendoakanmu Pak Djarot. Untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Amin.
    Ini jagoanku. Mana jagoanmu???





    Penulis  :    Jemima Mulyandari     Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jika Mensos Khofifah Mundur, Akankah Djarot Menggantikannya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top