728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 07 November 2017

    #Warta : Isu Pribumi, Elektalibilitas Anies Semakin Naik

    Peneliti senior LSI Network Denny JA ikut menanggapi isu “Pribumi” yang menjadi polemik. Dia mengatakan isu pribumi justru semakin mendongkrak elektabilitas Anies. Ia mengatakn isu pribumi yang bergulir kencang belakangan ini dinilai tak berefek pada kerontokan citra personal Anies Baswedan sebagai gubernur yang baru dilantik. Pernyataannya soal pribumi yang “digoreng” oleh lawan-lawan politik Anies dengan melaporkannya ke polisi, justru makin mendongkrak kesukaan dan simpati mayoritas publik kepadanya.

    Karena itu, menurut dia, jika upaya melaporkan Anies ke polisi itu bermuatan politik untuk merusak citra Anies, cara seperti itu pasti salah, tidak cerdas, tidak tepat dan tidak strategis. Sebab, dengan menggulirkan isu tersebut, baik melalui proses hukum maupun demo, justru akan membuat image personal Anies makin moncer.

    Peneliti senior LSI Network Denny JA berpendapat, dari perspektif komunikasi publik, ia menilai sangat tidak cerdas dan ceroboh apa yang dilakukan lawan politik Anies itu. Walaupun, dikemas dengan ramuan sosial yang public intrest seperti berpotensi memecah belah bangsa atau ramuan hukum dengan adanya celah pelanggaran pidana dan lain-lain.

    Sudah sering LSI milik Denny JA mengeluarkan hasil survey yang lebih mengunggulkan Anies dibanding Ahok. Jadi sebetulnya pendapat Peneliti senior LSI Network Denny JA bisa dikatakan pendapat yang subjektif. Meskipun subjektif, pernyataan tersebut patut dipertimbangkan juga.

    Ada beberapa kemungkinan yang melatarbelakangi Peneliti senior LSI Network Denny JA melontarkan pernyataan seperti itu.

    Pertama, pernyataan tersebut bisa jadi hanya untuk meredam cacian, serangan, dan pelaporan ke Anies. Bisa jadi realita di lapangan justru berbeda dengan apa yang dinyatakan oleh Peneliti senior LSI Network Denny JA. Tidak mustahil jika ternyata citra Anies semakin memburuk pasca dilantik karena sudah beberapa kali melakukan blunder.

    Meskipun kemungkinan besar pelaporan Anies tidak akan sampai membuatnya dipenjara seperti Ahok, namun Anies akan direpotkan jika polisi benar-benar akan memproses pelaporan Anies. Tentu ini mengganggu konsentrasi kerja Anies.

    Pernyataan Peneliti senior LSI Network Denny JA bisa jadi bertujuan untuk meredakan serangan yang begitu gencar ke Anies. Harapannya, pihak yang gemar menyerang Anies urung menyerang setelah membawa pernyataan Peneliti senior LSI Network Denny JA. Karena jika terus menyerang, maka justru membuat elektabilitas Anies terdongkrak.

    Kedua, realita di lapangan memang seperti itu. Elektabilitas Anies semakin naik seiring banyaknya cacian, hinaan, hingga pelaporan Anies. Hal ini memang bis diterima akal. Sosok yang terus dicaci maki, dihina, diserang bertubi-tubi biasanya akan mendapat simpati masyarakat karena dianggap sedang didzalimi.

    Semakin Anies diserang bahkan dilaporkan, Anies justru berhasil menarik dukungan massa yang lebih banyak terutama masyarakat yang gemar membeda-bedakan antara pribumi dengan warga keturunan asing sepperti China. Mereka akan bersatu dan mendukung Anies. Bagi mereka, Anies adalah pahlawan yang mengangkat harkat dan martabat warga pribumi.

    Jika kemungkinan kedua ini yang benar, maka secara tidak langsung Peneliti senior LSI Network Denny JA sedang mengonfirmasi bahwa Anies memang sengaja melemparkan isu pribumi untuk mendongkrak elektabilitasnya. Jika memang Anies ingin terus mendongkrak elektabilitasnya, artinya dia memiliki misi besar untuk mencapi tingkatan yang lebih tinggi dari seorang gubernur.

    Oleh sebab itu, pernyataan Anies yang mengatakan akan fokus memimpin Jakarta sampai batas akhir jabatannya bersifat fleksibel. Saya yakin jika nanti terbuka lebar peluang untuk menjadi capres di 2019, Anies tak akan kuasa untuk menolak.oleh karena itu, masa sebelum Pilpres 2019 bisa Anies gunakan untuk mendongkrak elektabiltasnya. Anies sedang menyasar orang-orang yang mudah dirovokasi lewat isu agar menjadi pendukungnya.

    Jika fakta yang sebenarnya seperti itu, maka kemungkinan besar Anies akan terus melemparkan isu-isu baru, memancing orang-orang yang tidak suka kepadanya untuk melemparkan cacian, hinaan, dan serangan terhadap Anies agar warga yang sifatnya belum mantap dalam memilih calon, bisa beralih mendukung Anies. Jumlah warga kelompok ini sepertinya cukup besar. Terbukti ketika Anies berhasil memenangkan Pilkada dengan jarak yang cukup telak dengan Ahok.

    Saya sepakat dengan pernyataan Peneliti senior LSI Network Denny JA bahwa cacian, hinaan, dan pelaporan kepada Anies justru akan mendongkrak elektabilitasnya apalagi jika pelaporan itu tidak dengan landasan yang kuat.

    Melaporkan Anies sesaat setelah dirinya dilantik justru akan membuat persepsi orang bahwa pelaporan itu sarat dengan unsur politis. Terlalu memaksa juga melaporkan Anies hanya karena menyingung Pribumi.

    Sikap terbaik saat ini adalah tidak terpancing jika Anies melontarkan isu-isu murahan. Biarkan saja isu yang Anies lemparkan tenggelam dengan sendiri. Jangan membuat Anies menjadoi sosok yang seolah-olah didzalimi.



    Penulis :  Saefudin Achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Isu Pribumi, Elektalibilitas Anies Semakin Naik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top