728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 08 November 2017

    #Warta : Indahnya Persahabatan Jokowi - Ahok – Djarot

    Dalam foto ini tampak Veronica Tan istri Ahok sedang mengucapkan selamat kepada Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sehubungan dengan pernikahan Kahiyang dan Bobby. Tampak ada Pak Djarot di sana, persis di depan Bu Vero.

    Foto ini tampak sederhana. Namun bagiku maknanya sangat dalam. Aku terharu melihatnya. Sangat terharu. Jujur aku merindukan Ahok. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari selembar foto ini.

        Persahabatan yang indah tanpa mengenal perbedaan SARA. Persahabatan yang meningkat menjadi persaudaraan justru saat menghadapi masa kesukaran.

    Sejak Ahok di vonis harus masuk penjara, Pak Djarot dan Bu Happy tak pernah meninggalkan Bu Vero. Beberapa kali airmata Pak Djarot tumpah di depan umum saat teringat pada Ahok. Moment kebersamaan Pak Djarot, Bu Happy dan Bu Vero juga banyak di posting di medsos disertai kata-kata penghiburan penuh semangat yang sanggup membuat mata pembacanya berbinar-binar dipenuhi keharuan.

    Dan hari ini, saat Jokowi mantu, Pak Djarot dan Bu Happy berangkat bersama-sama dalam satu pesawat dengan Bu Vero dari Jakarta menuju Solo. Mereka bertiga selalu bersama-sama sepanjang acara. Indah sekali persahabatan mereka.

    Akupun teringat pada satu ayat dalam Alkitab. Kitab Amsal 17:17 yang berbunyi, "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."

    Terima kasih Pak Djarot dan Bu Happy, teladan persahabatan dalam kasih persaudaraan yang sudah kalian tunjukkan terhadap Bu Vero sungguh sangat memberkatiku.

        Ketegaran, keikhlasan dan pengampunan dari seorang perempuan bersahaja bernama Veronica Tan.

    Saat ini mata dunia sedang tertuju ke Solo, ke acara hajatan Presiden RI mantu. Bu Vero tahu itu dengan pasti. Jika Bu Vero mau, dia bisa datang dengan raut muka menghiba penuh kesedihan untuk menarik simpati banyak orang karena tak bisa datang bersama suaminya gara-gara ulah manusia-manusia "suci" yang "merasa" memiliki Tuhan dan surga.

    Namun apa yang kita lihat bersama, Bu Vero justru datang dengan senyum manis di bibirnya. Kebaya putih polos disertai make up sederhana justru memancarkan aura positif Bu Vero secara maksimal. Jujur aku melihat wajah Bu Vero bercahaya. Cahaya kasih yang keluar dari wajah seorang perempuan tangguh nan tabah yang menaruh iman, pengharapan dan kasihnya dengan sungguh-sungguh pada Tuhan.

    Sama sekali tak ada dendam di wajahnya. Sama sekali tak ada sorot mata beringas penuh kebencian yang keluar dari mata minimalisnya. Tak ada pula sumpah serapah yang keluar dari mulutnya. Sama sekali tak ada.

    Terima kasih Bu Vero. Teladan ketegaran, keikhlasan dan pengampunan darimu sanggup menghibur hatiku. Hatiku yang juga sangat merindukan Ahok.

    Lagi-lagi akupun teringat pada satu ayat di Alkitab. Kitab Amsal 31:10 yang berbunyi demikian, "Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata."

    Dan laki-laki beruntung itu bernama Ahok.

        Penguasaan diri dan pengendalian emosi yang baik dari seorang Kepala Negara dan Ibu Negara bernama Jokowi dan Iriana.

    Persahabatan Jokowi dan Ahok tak perlu diragukan lagi. Hubungan Jokowi - Ahok bukan cuma sekedar persahabatan semata. Dalam persahabatan mereka tumbuh yang namanya kepercayaan. TRUST. Saling percaya dan mempercayakan diri satu sama lain.

    Terbukti dengan kinerja kompak mereka saat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Terbukti juga saat Jokowi menjadi Presiden dan Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi. Mereka tetap kompak saling mendukung dan menyayangi satu sama lain. Jokowi tetap mengajak Ahok naik 1 mobil bersama sekalipun saat itu Ahok sudah dicap sebagai penista agama oleh orang-orang sok suci yang merasa tak pernah berbuat dosa itu.

    Jokowi juga tetap mengajak Ahok menyambut Raja Salman saat Raja Arab itu datang berkunjung ke Indonesia. Jokowi tetap melakukan itu semua sekalipun dengan resiko dicemooh oleh orang-orang yang suka memperuncing perbedaan SARA itu.

    Hingga tibalah saatnya Jokowi sudah tidak mampu berbuat banyak untuk seorang Ahok. Jokowi tetap memegang teguh amanah mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Jokowi harus merelakan sahabat yang sangat disayanginya dijebloskan ke dalam penjara.

    Pertahanan kita semuapun jebol. Semuanya menangis. Bu Vero menangis, Pak Djarot menangis, akupun dan banyak orang lainnya menangis larut dalam kesedihan yang mendalam melihat Ahok diperlakukan dengan cara yang sangat tidak adil seperti ini.

    Lantas pernahkah kita melihat Jokowi dan Iriana menangis untuk Ahok??? Tak pernah khan. Kenapa bisa demikian??? Tak sayang lagikah Jokowi dan Iriana pada Ahok??? Sama sekali tidak.

    Jokowi dan Irianalah yang justru paling menderita dan tersiksa saat harus melihat Ahok dimasukkan ke dalam penjara sana. Sebagai seorang kepala Negara, Jokowi memang tidak boleh mengumbar emosinya di depan publik. Hal itu juga ditunjang dengan sifat Jokowi yang memang tenang dan datar emosinya.

    Tapi dalam hatinya Jokowi jelas menangis. Jokowi jelas terpukul melihat Ahok yang giat bekerja untuk negara justru harus menerima perlakuan yang sangat menyakitkan seperti ini.

    Selama ini aku melihat sikap Jokowi sangat mewakili Islam Rahmatan 'Lil Alamin. Sifat dasar penuh kasih itulah yang sudah pasti membuat seorang Jokowi meneteskan airmatanya untuk Ahok, entah itu di dalam kamarnya atau di ruangan kerjanya. Entah saat Jokowi sedang sendiri ataupun saat sedang bersama Bu Iriana. Biarlah tembok-tembok bisu itu yang menjadi saksinya.

    Akupun tak pernah meragukan kesungguhan hati Jokowi dalam meyayangi Ahok. Sedikitpun aku tak pernah meragukannya. Karena tak semua cinta punya kesempatan untuk diungkapkan dan ditunjukkan secara nyata. Dan itu memang sangat menyakitkan. Itulah yang dirasakan Jokowi dan Iriana terhadap Ahok.

    Kasih yang sangat mendalam kadang hanya bisa diungkapkan lewat pelukan hangat, ciuman tulus dan senyuman penuh makna. Biarkan mata dan hati mereka yang bicara. Dan itu semua takkan mengurangi kesakralan dari ketulusan cinta.

    Terima kasih Pak Jokowi dan Bu Iriana. Teladan penguasaan diri dan pengendalian emosi darimu juga sangat membahagiakan hatiku.

    Akhirnya terbukti, persahabatan Jokowi-Ahok-Djarot tak bisa dipisahkan oleh tebalnya dinding penjara. Hati mereka tetap akan saling menyayangi satu sama lain sekalipun raganya dipisahkan oleh jarak dan waktu. Akupun yakin seyakin-yakinnya Ahok tersenyum di dalam penjara sana mendoakan kebahagiaan Kahiyang dan Bobby.

    Terima kasih Tuhan untuk teladan cinta kasih yang sudah KAU berikan. Mari mengasihi. Mari mengampuni. Karena memang itulah yang Tuhan inginkan. Bukan kebencian.

    Finally, Selamat dan bahagia buat Kahiyang dan Bobby. Tuhan yang mempertemukan, Tuhan itu jugalah yang mempersatukan. Tuhan memberkati nikah kalian. Tuhan memberkati kita semua. Amin.


    Penulis  : Jemima Mulyandari    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Indahnya Persahabatan Jokowi - Ahok – Djarot Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top