728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 23 November 2017

    #Warta : Hamburkan Uang Rakyat, Rp 280 Juta Buat Usir Tikus Dirumah Dinas

    Pemprov DKI menganggarkan Rp 280 juta untuk pemberantasan hama di rumah dinas Anies-Sandi dan Balai Kota. Sandiaga sendiri mengaku tidak pernah melihat tikus di rumah dinas wakil gubernur.

    "Nggak, nggak lihat tikus saya," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).

    "Di rumah saya ada tikus sama kecoa? Wah, istri saya nggak akan datang ke rumah dinas kalau begitu," lanjutnya.

    Sandiaga mengatakan pihaknya akan sebisa mungkin menghemat anggaran tersebut. Jangan sampai anggaran tersebut berpotensi sebagai tempat kebocoran anggaran.

    "Sebelumnya kita sisir anggarannya dan kita pastikan hemat. Jangan sampai itu jadi tempat untuk kebocoran," kata Sandi.

    Saat ditanya apakah ada rencana mengurangi anggaran tersebut, Sandi mengungkapkan akan melihat hasil pembahasan berikutnya.

    "Kita lihat nanti pembahasannya gimana," ujarnya.

    Pengadaan barang tersebut dilihat di situs apbd.jakarta.go.id. Biro Umum menganggarkan Rp 280.373.702 untuk Pengendalian Hama Terpadu Gedung Kompleks Balai Kota dan Rumah Dinas Pimpinan Provinsi DKI Jakarta.

    Sumber : http://news.detik.com/read/2017/11/22/172011/3738259/10/dana-basmi-hama-rp-280-juta-sandi-nggak-ada-tikus-di-rumdin-saya

    Rasanya pasangan Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta kali ini nampak boros dan suka sekali menghambur-hamburkan uang rakyat.

    Nampak dari banyaknya anggaran APBD yang nyeleneh dan aneh, dengan jumlah dan nilai yang fantastis dan tak masuk akal sehat kita semua.

    Kali ini ditemukan lagi anggaran aneh yang mungkin dulu sering disebut Ahok anggaran siluman, anggarannya ada, duitnya ada, hasilnya tidak ada.

    Ramai diberitakan kali ini tentang anggaran pemberantasan hama di Balai Kota dan rumah dinas Gubernur dan wakil Gubernur, anggaran yang dialokasikan untuk usir tikus dan kecoa dirumah dinas mencapai Rp 280,000,000,- .

    Sewaktu mendengar kabar ini saya sempat kaget juga, cara hitung seperti apa hingga nilai yang besar ini diperoleh dan didapat.

    Ada beberapa pandangan yang dapat kita lihat dan nilai dari soal anggaran ini, berikut pandangannya :

    1. SOAL TIKUS DAN KECOA DIRUMAH DINAS

    Rasa-rasanya perihal tikus dan kecoa dirumah dinas Gubernur dan wakil Gubernur agak mengada-ada dan dibuat-buat.

    Walau kita tak pernah masuk dan lihat bentuk, wujud, dan isi rumah dinasnya, tapi masa iya dirumah dinas Gubernur dan wakil Gubernur banyak tikus dan kecoa, bukankah rumah pejabat setingkat Gubernur dan wakil Gubernur memiliki banyak asisten rumah tangga untuk menjaga dan mengurus kebersihan rumah itu.

    Mana mungkin rumah yang didiami dan diurus oleh banyak pembantu didapati tikus dan kecoa didalamnya, kita yakin jika kecoa atau si "jerry" temannya "tom" muncul pasti langsung di kejar dan digebukin oleh para pembantu dirumah itu.

    Kita juga percaya bahwa dirumah itu tentunya memiliki standar kerja dan standar kebersihan didalamnya, sehingga kebersihan dirumah itu pasti terjaga ketat.

    Kecoa dan tikus hanya muncul ditempat dan lingkungan yang tidak bersih dan kotor seperti rumah kita rakyat jelata, tapi untuk rumah Gubernur dan wakil Gubernur kita yakin tidak sekotor dan sejorok itu.

    Kita percaya rumah orang no 1 dan no 2 di DKI akan mendapatkan standar kebersihan no 1 juga tentunya, jadi takut dan kuatir terhadap tikus dan kecoa itu berlebihan.

    2. BESARNYA ANGGARAN HINGGA 280 JUTA

    Entah spesifikasi obat seperti apa yang Anies Sandi minta, entah kebersihan hama sebening apa yang mereka minta, rasanya nilai anggaran sebesar itu terlalu besar dan mengada-ada.

    280 juta hanya untuk usir tikus dan kecoa nampak nyeleneh dan keterlaluan, sebab jika nilai itu kita bagi 12 bulan maka kita temukan 23 juta lebih perbulannya, jika kita bagi 30 hari kalender maka kita dapati 777 ribu perhari.

    Entah bagaimana cara mereka rumuskan hitungannya, angka yang besar perhari, perbulan, dan pertahun itu adalah uang rakyat, setoran pajak rakyat, dari keringat rakyat, berpeluh rakyat kerja, kumpulkan, dan setor, akhirnya hanya dihamburkan-hamburkan seenaknya.

    Mungkin karena Anies Sandi selalu berpikir bahwa ini bukan uang mereka, jadi mereka dengan mudah, enaknya, dan entengnya mereka buang dan hamburkan.

    3. GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR OGAH SUSAH, OGAH SENGSARA

    Sikap Anies Sandi yang takut tikus dan kecoa menandakan betapa eksklusifnya mereka, sehingga mereka merasa tidak nyaman dan tidak bisa tidur jika dirumah dinasnya didapati tikus dan kecoa.

    Mereka rasa jijik dan geli jika dirumah dinasnya didapati tikus dan kecoa sehingga berapapun biayanya mereka setujukan saja asal rumah dinasnya bebas tikus dan kecoa.

    Sikap Anies Sandi menunjukan jelas karakter dan sikap seorang pemimpin, abdi rakyat yang tidak merakyat, karena hidupnya terlalu bersih, terlalu nyaman, dan terlalu eksklusif.

    Bukan tidak boleh bersih dan higienis, bukan tidak boleh pakai perusahaan anti hama, yang jadi soal kenapa semahal itu, dan kenapa harus pakai uang rakyat cuma buat usir tikus, kan ada uang operasional mereka sebesar 4,5 M tiap bulan, pakailah uang operasional itu untuk operasional jabatannya, jangan ambil lagi duit rakyat.



    Penulis  :  Clairee Duchesnaye    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Hamburkan Uang Rakyat, Rp 280 Juta Buat Usir Tikus Dirumah Dinas Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top