728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 November 2017

    #Warta : Hallo Anies, Kata Rian Ernest Staff Ahok Digaji Dengan Uang Operasional, Bukan Oleh Swasta, Jelas?

    Entah apa maksud Anies menuduh staaf Ahok dahulu dibiayai oleh swasta, mungkin hal itu dilakukan untuk membenarkan apa yang dilakukannya terkait anggaran dana Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang cukup besar .

    "Kan lucu secara kepegawaian dibiayai swasta, tapi keberadaannya di kantor gubernur," ujar Anies seperti yang dilansir kompas.com.

    "Sekarang Anda cek saja di berita-berita dulu, dulu dibiayai oleh siapa? Anda bandingkan saja. Lebih baik Anda bandingkan dan lihat dulu dibiayai dengan siapa, sekarang dengan siapa," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/11/2017).

    Mungkin yang di sindir adalah staff Gubernur di Zaman Ahok. Meskipun itu sangat berbeda jauh, sama saja membandingkan apel dengan pisang.TGUPP di zaman Ahok itu diisi oleh PNS Senior non Eselon seperti pak Udar Prastono, mantan kepala dinas perhubungan.

    Karena pernyataan Anies yang nyinyir dan berusaha mencari pembenaran mengenai besarnya dana yang diajukan untuk TGUPP, Rian Ernest mantan staaff Ahok akhirnya mengklarifikasi bahwa mereka bukan dibayar oleh pihak swasta, tetapi dari dana operasional Gubernur.

    "Pak Anies ini mispersepsi kalau menyebutkan kami, staf gubernur terdahulu, dibayar atau digaji perusahaan swasta. Enggak ada itu," kata Rian yang merupakan staf Ahok di bidang hukum saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/11/2017).

    Rian sangat menyesalkan pernyataan Anies tersebut. Bukan hanya Riyan, saya pun geram mendengar pernyataan Anies tersebut, karena tanpa data yang benar mengkambing hitamkan, bahkan cenderung menjurus ke fitnah.

    Sejak pertama kali menjadi staaf Ahok, Ryan sudah disuruh membuat rekening bank DKI. Itu disebabkan agar proses transfer menjadi lebih mudah, karena dana berasal dari Bank DKI.

    "Awalnya itu saya ikut daftar seleksi yang dibuka sama Pak Ahok, setelah itu diwawancara dan kemudian magang selama lebih kurang enam bulan. Ketika magang selesai dan kinerjanya bagus juga tenaganya dibutuhkan gubernur, langsung bisa jadi stafnya," ujar Rian seperti dilansir kompas.com

    Entah apa yang dipikirkan 58% pemilih Anies-Sandi saat melihat kenyataan seperti ini. Padahal pada saat kampanye dahulu Anies menggembor-gemborkan kata-kata diskusi, tetapi giliran sudah menjabat, bukannya diskusi, bertanya yang bener sebelum membuat pernyataan mengenai pegawai di zaman Ahok yang dibayar oleh swasta, ini asal ngomong saja ke media. Jika pernyataan dia benar sih tidak masalah, tetapi kalo salah seperti ini bagaimana?

    Menurut saya, jika ini dibiarkan dapat menimbulkan fitnah. Sedangkan yang namanya fitnah itu perbuatan yang sangat keji dan tidak beradab. Para pembenci Ahok akan mendapat amunisi untuk menjelek-jelekan Ahok dengan pernyataan Anies sebagai senjatanya. Padahal, Ahok sudah dipenjara, tetapi kenapa tetap saja dinyinyirin. Jangan sampai pak Anies nanti dituduh Saracen karena salah membuat pernyataan dan dianggap menyebar fitnah.Bukannya Anies itu diumpamakan Yudistira oleh sandi, semestinya Anies bisa lebih bijak dalam membuat pernyataan-pernyataan.

    Saya beharap, Anies-Sandi tidak stress menghadapi kenyataan bahwa saat ini pengawasan begitu ketat oleh publik. Hal itu disebabkan oleh masa pemerintahan sebelumnya yang begitu transparan, dan membuka semuanya ke publik, serta bijak dalam menggunakan dana. Jadi wajar saja jika ada yang tidak wajar sedikit langsung dipertanyakan oleh semua orang. Apalagi awalnya pada rancangan draft sebelumnya dana untuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dianggarkan 2,3 miliar, namun setelah itu melambung menjadi 28 miliar.

    Menurut saya pernyataan Anies yang dimentahkan oleh Ryan tersebut disebabkan oleh rasa tertekan karena media. Itu terlihat dari kesan tertutup terhadap media sejak awal. Memang media yang benar itu ya sperti itu, mencari tahu semua hal dan disampaikan sesuai fakta kepada masyarakat. Dan itu sangat penting, karena dengan begitu masyarakat menjadi tahu semua kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemimpinnya, sudah bener atau gabener.

    Mungkin posisi Anies dalam posisi sulit, sudah menjadi rahasia umum, bahwa tim sorak saat kampanye itu perlu dibagi kue, menurut saya itu sah-sah saja karena tidak ada makan siang yang gratis. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah caranya, selagi caranya baik dan tidak merugikan negara dan rakyat, menurut saya sih tidak masalah.



    Penulis  :    Cak Anton    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Hallo Anies, Kata Rian Ernest Staff Ahok Digaji Dengan Uang Operasional, Bukan Oleh Swasta, Jelas? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top