728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 28 November 2017

    #Warta : E-Budgeting Ahok Makan Korban, Dana Kolam Dicoret, Terima Kasih Bu Tuty Ketua Bappeda DKI

    Anggaran renovasi kolam ikan sebesar Rp 620 juta menjadi viral dan disorot secara tajam oleh netizen. Alhasil ada tudingan yang dilancarkan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang dianggap suka beraktivitas di sekitar kolam itu. Merasa tertuduh, dia meminta anggaran itu dihapus tapi tidak bisa langsung karena harus lewat sistem. Ketua Komisi E DPRD DKI Syahrial mencoba mencari tahu siapa sebenarnya yang mengusulkan anggaran itu. Akhirnya ketahuanlah siapa pengusulnya! Caranya? Lewat sistem e-budgeting dari Ahok!

    Kesaktian sistem e-budgeting Ahok teruji di DPRD dan langsung memakan korban, anggaran renovasi kolam ikan Rp 620 juta dicoret! Adalah Kepala Bappeda DKI Jakarta Tuty Kusumawati menunjukkan sistem e-budgeting untuk mencari tahu hal itu. Tuty mengatakan, sistem e-budgeting merekam siapa saja PNS yang meng-input usulan anggaran. Dari sana diketahui bahwa yang mengusulkan anggaran renovasi kolam adalah Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi, seperti muncul dalam headline Kompas, E-Budgeting Ungkap Pengusul Anggaran Kolam Rp 620 Juta, Ini Orangnya...

    "Pertama kali di-input untuk mata anggaran ini dibuat Muhammad Yuliadi pada tanggal 7 April dan diperbarui oleh Muhammad Yuliadi pada 26 Mei," kata Tuty. E-budgeting mencatat setiap perubahan demi perubahan dari anggaran yang diusulkan itu. Nah, Ibu Tuty jelas sudah paham dan familiar dengan cara kerja dari sistem e-budgeting ini sehingga tidak perlu bereaksi keras seperti ketua DPRD!

    Ibu Tuty Kusumawati adalah orang andalan Ahok untuk menjaga sistem e-budgeting ini di DKI. Ahok pernah mengutarakan keyakinannya itu seperti dilansir Kompas. "Saya yakin kalau Bu Tuty tidak diganti, pasti aman. Kecuali Bu Tuty dicopot atau gubernurnya perintahkan enggak mau (pakai sistem e-budgeting)," ujar Ahok seperti dilansir Kompas.

    Pak Ahok sendiri sudah sangat percaya dengan Ibu Tuty. Sejak menjabat sebagai Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Januari 2015, Tuty menjadi salah satu pejabat kepercayaan Ahok. Tuty pun menjadi penjaga gawang, benteng pertahanan terakhir DKI agar APBD itu tidak disusupi 'anggaran siluman'.

    "Bagaimana kita tetap lanjutkan penerapan e-budgeting agar semua anggaran transparan. Kami bisa berani melawan karena didukung Gubernur yang berani juga," kata Tuty seperti dilansir Liputan6. Sistem yang baik dan dijaga orang yang jujur dan berintegritas seperti Bu Tuty membuat e-budgeting semakin handal!

    Ahok sangat yakin dengan sistem e-budgeting ini yang mampu menjaga anggaran DKI. Keunggulannya adalah sistem e-budgeting membuat tidak sembarang orang bisa melakukan input program ke dalam APBD. Hanya pihak-pihak tertentu saja yang memiliki password atau akses ke dalam sistem e-budgeting tersebut. Jadilah sistem ini bisa melacak siapa oknum-oknum yang menginput dana-dana di dalamnya!

    Inilah yang membuat Pak Jokowi tertarik dan sempat memuji kehandalan sistem ini sewaktu Ahok masih menjadi Gubernur DKI. Pak Jokowi pun menyatakan secara terbuka bahwa e-budgeting akan dijadikan peraturan presiden. Konsekuensinya semua pemimpin daerah se-Indonesia termasuk semua anggota DPRD harus memakai sistem ini. Tak luput duo pemimpin DKI juga terpaksa tunduk pada sistem yang dipakai Ahok bersama dengan para anggota DPRD-nya.

    Akhirnya e-budgeting berhasil menciduk pengusul anggaran kolam air mancur sebesar Rp 620 juta ini. Yuliadi sendiri pada akhirnya pasrah dengan pencoretan anggaran itu. “Ya nanti kalau harus dicoret kita coret, ya nanti kita delete. Sistemnya dibuka dulu. Kalau sudah online kita delete,” imbuhnya. Yuliadi sendiri mengakui itu adalah usulan dari teman-temannya anggota DPRD tapi enggan membeberkan namanya. “Ya memang teman-teman anggota minta supaya itu diperbaiki,” kata Yuliadi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/11).

    Konyolnya juga Sandi sebelumnya sudah mengakui secara resmi budget dana kolam air mancur itu dan sempat memuji renovasi ini. Saat mengomentari anggaran rehabilitasi kolam di kompleks Gedung DPRD DKI Jakarta, Sandiaga Uno memastikan anggaran tersebut akan digunakan sehemat mungkin. "Ya nanti harus pastinya dicari yang sehemat mungkin, itu kan budget," kata Sandi di Balai Kota, Rabu (21/11/2017) seperti dilansir Detik.

    Memuji bahwa dari air mancur kehidupan akan terpancur, wkwkwk. Eh kemarin setelah dinyatakan dicoret akhirnya berucap, "Ya Alhamdulillah, itu suatu kebesaran hati dari teman-teman DPRD. Kita harus apresiasi," ungkap Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Senin (27/11/2017). "Kita juga harus berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mau, bersama-sama memelototi dan memperhatikan angka-angka ganjil dalam RAPBD," sambungnya seperti dilansir Detik .

    Sekali lagi, Sandi yang mengklaim sebagai akuntan dan berjanji akan memelototi anggaran DPRD tapi nyatanya anggaran kolam air pancur saja lolos dan tidak bisa dideteksi sendiri pengusulnya. Alhasil E-budgeting Ahok sendiri yang mendepak anggaran itu dari R-APBD 2018. Ini menunjukkan betapa tidak pahamnya Anies dan Sandi dengan seluk beluk penganggaran di DKI. Mereka kalah dengan DPRD yang jauh lebih berpengalaman dalam mengutak-atik anggaran.

    Keduanya ibarat anak magang yang magang di bos-bos DPRD, dengan mudah sekali mereka diperdaya dengan anggaran-anggaran yang fantastis yang dirancang DPRD termasuk kunker DPRD yang naik 10 kali lipat, lihat Sandi Anulir Sendiri Tuduhannya Bahwa Dana Kunker Rp 108 M dari Rezim Ahok Djarot. Saking percaya dirinya mereka menyalahkan Ahok-Djarot karena itu paling gampang. Padahal mereka sudah dikibuli oleh DPRD. Selamat datang di DPRD DKI zaman now.




    Penulis   : Ronny  D Rondonuwu    Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : E-Budgeting Ahok Makan Korban, Dana Kolam Dicoret, Terima Kasih Bu Tuty Ketua Bappeda DKI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top