728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 28 November 2017

    #Warta : DPP Golkar Menunggu Praperadilan Setnov, JK Ngotot Golkar Segera Munaslub, Pertanda Apa?

    Meskipun sudah termasuk uzur, namun hal tersebut tidak mengurangi ambisi politik JK. Karir politik JK memang bisa dikatakan sukses, namun tidak sampai mendapat kursi presiden. JK hanya berhasil mencapai kursi wakil presiden sebanyak dua kali. JK memang tidak benar-benar tulus menjadi wakil dari presiden Jokowi. Sebelum menjadi cawapres Jokowi, JK bahkan sempat mengatakan jika Jokowi yang menjadi presiden, maka Indonesia akan hancur. Seperti menjilat ludah sendiri, akhirnya JK mau juga menjadi cawapres Jokowi.

    Sebagai politikus yang jauh lebih senior, saya yakin JK merasa iri dengan karir Jokowi yang begitu cepat mencapai kursi presiden. Beruntung Jokowi tidak terlalu mempermasalahkan sikap JK yang terkadang berbeda dengan dirinya. Jokowi mampu meredam riak-riak kecil yang ada diantara dirinya dengan JK.

    Sebagai orang yang sudah tua, mungkin JK tidak akan lagi bernafsu menjadi seorang presiden. Namun tentu dia tetap ingin berpengaruh terhadap dunia politik di Indonesia. Gelagat tersebut semakin kentara ketika seorang wakil presiden seharusnya bersikap netral, namun tidak demikian dengan JK. Dia terang-terangan mendukung Anies. Bahkan dia yang mengusulkan nama Anies menjadi calon gubernur untuk bertarung melawan Ahok.

    Saya tidak yakin JK sudah cukup puas dengan pencapaian Anies. JK tentu ingin Anies meraih pencapaian lagi. Sama-sama alumni HMI membuat ikatan emosional yang kuat antara JK dan Anies. Saat ini Anies sudah mencapai kursi gubernur DKI. Jika berkaca pada perjalanan karir Jokowi, maka sangat terbuka peluang bagi Anies untuk mencapai kursi presiden.

    Gelagat politik JK yang sepertinya tidak ingin melihat Jokowi menjadi presiden kembali untuk periode kedua mulai terlihat. Saat ini, Golkar adalah partai yang sudah terang-terangan mendukung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019. Setia Novanto selaku ketua umum Golkar telah mendeklarasikan secara resmi mendukung Jokowi sebagai capres.

    Sebagai bagian dari Golkar, sepertinya JK tidak suka jika Golkar yang dipimpin oleh Setnov mendukung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019. Keinginan JK agar Golkar tidak mendukung Jokowi sepertinya bersambut. Setnov menjadi tersangka korupsi E-KTP. Artinya, peluang melengserkan Setnov dari jabatan Ketua Umum Golkar sangat terbuka. JK seperti berharap agar Setnov segera lengser dan diganti dengan ketua umum yang baru. Ketua umum Golkar yang baru seperti diharapkan oleh JK untuk tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

    Gelagat politik JK semakin terlihat ketika DPP Golkar memutuskan menunggu hasil praperadilan sebelum memutuskan nasib Novanto selanjutnya. Apabila memenangi praperadilan, Novanto akan kembali aktif sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR. Namun jika kalah, DPP akan memproses digelarnya munaslub.

    JK menegaskan sudah harus ada pergantian pimpinan di tubuh Golkar pada Desember. Apa pun hasil praperadilan Setya Novanto, menurut JK, itu tak akan mempengaruhi pelaksanaan munaslub. JK mengatakan dengan ditahannya Novanto oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP, kata JK, secara otomatis itu telah menimbulkan kesan buruk terhadap Golkar. Turunnya elektabilitas Golkar juga disebut-sebut sebagai dampak perkara Novanto.

    JK memang sudah sangat bernafsu untuk melengserkan Setnov dan menjadikan Airlangga Hartarto sebagai penggantinya. Alasan citra Golkar semakin jelek dan elektabilitasnya menurun memang terkesan dipaksakan. Toh, Pilpres 2019 masih lumayan lama. Jika memang Setnov nanti terbukti bersalah, Golkar masih memiliki waktu untuk memperbaiki citra diri.

    Saya rasa sikap DPP Golkar sudah cukup bijak dengan menunggu hasil praperadilan Setnov. Justru JK yang terlihat tidak bisa bijaksana dalam menyikapi persoalan yang terjadi di tubuh Golkar.

    Ketidaksabaran JK yang ingin sekali secepatnya melengserkan Setnov dan menjadikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar menjadi sebuah kecurigaan. Apa benar JK punya niatan untuk mencabut dukungan Golkar ke Jokowi di Pilpres 2019 dan mengalihkan ke capres lain melalui tangan Ketua Umum Golkar yang baru?

    Meskipun belum terbukti, namun bukan berarti hal tersebut tidak mungkin terjadi. Seperti kita ketahui bersama, JK terlihat sedang mengorbitkan Anies agar bisa menacapai puncak kejayaan. Sebagai bagian dari HMI, JK tentu bangga jika anggota HMI bisa menjadi presiden. Peluang Anies menuju kursi RI-1 cukup terbuka, terlebih disaat elektabilitas Prabowo yang semakin menurun. Anies bisa menjadi alternatif calon presiden yang siap menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019.



    Penulis   :   Saefudim Achmad   Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : DPP Golkar Menunggu Praperadilan Setnov, JK Ngotot Golkar Segera Munaslub, Pertanda Apa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top