728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 11 November 2017

    #Warta : Dianggap Pengecut, Anies Sandi Tak Berani Temui Pendemo

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji menemui buruh yang akan melakukan demo upah minimum provinsi (UMP) hari ini, Sandiaga mengatakan akan menampung aspirasi pendemo.

    "Harus (bertemu), harus berdialog, mereka adalah pahlawan ekonomi kita, pahlawan yang selama ini belum terjamin kesejahteraannya. Kita tidak akan menutup pintu untuk terus berkomunikasi, kita akan terus berkomunikas, kita akan tampung aspirasinya," kata Sandiaga di Monas, Jakarta Pusat, Jumat 10/11/2017.

    Dengan UMP yang telah ditetapkan sekitar Rp Rp 3,648,035 Sandiaga mengatakan telah menambah komponen subsidi bagi buruh, dia mengatakan akan tetap membuka ruang dialog dengan para buruh.

    "Kemarin kita mencoba terobosan menurunkan biaya hidup mereka, menurunkan belanja keseharian mereka, menurunkan biaya transportasi mereka, terus kita akan buka komunikasi dan dalam pola yang sangat bersahabat dan berkeadilan," terangnya.

    Sandiaga memastikan telah memberi solusi bagi buruh dengan menerapkan UMP yang berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL). Dia mengatakan banyak di antara buruh yang menerima UMP dan menunggu kebijakan untuk mengurangi biaya hidup mereka.

    "Banyak yang datang kepada kami walaupun mereka merasakan perjuangan dari teman-temannya ini masih terus berlanjut, tapi mereka bilang sudah merasa cukup dan kami ingin tahu lebih banyak bagaimana penurunan dari biaya hidup yang dijanjikan," terangnya.

    Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku kecewa dengan upah minimum provinsi (UMP) 2018 sebesar Rp 3,648,035 yang ditetapkan Pemprov DKI, mereka menyatakan akan menggelar aksi besar-besaran pada 10 November 2017, hari ini.

    "Kami kecewa dengan Anies-Sandi yang tidak berani menetapkan upah minimal berdasarkan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Pasal 88, kami pada tanggal 10 November akan aksi besar-besaran" ujar Deputi Presiden KSPI, Muhammad Rusdi, di kantor KSPI, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat 3/11.

    Sumber : https://news.detik.com/read/2017/11/10/103323/3721454/10/sandiaga-akan-temui-perwakilan-buruh-yang-demo-ump

    semula kita pikir pemandangan demonstrasi seperti ini sudah tak lagi akan kita temui karena kini kita sudah memiliki Gubernur baru yang seiman.

    Namun rupanya kenyataan tidak juga seindah harapan kita, karena ternyata meski kini Jakarta sudah punya Gubernur baru yang seiman tetap saja didemo.

    Hal ini mengingatkan kita peristiwa demo besar-besaran setahun lalu, tepatnya 4 November 2016, dimana saat itu Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Memang kala itu isi dan isu yang didemokan berbeda, kala itu isi dan isu yang didemokan soal penistaan agama yang dilakukan dan diucapkan Ahok.

    Tapi melihat dari aksinya, melihat dari waktunya, seperti seolah-olah kebetulan berdekatan waktu dan tanggalnya, yang lalu Ahok didemo pada tanggal 04 November, sedangkan kini Anies didemo 10 November.

    Kayaknya bulan November jadi bulan seksi untuk gelar demo, jangan-jangan nanti bulan November akan dijadikan bulan demo Nasional, ada demo Ahok, demo Anies, demo panci, demo masak, dll.

    Demo buruh kepada Anies hari ini menunjukan kita bahwa urusan dan perkara perut jauh lebih penting dan genting, hal UMP adalah hal upah alias gaji, hal gaji adalah hal dapur dan perut, jadi seimannya Anies tidak lagi jadi pertimbangan buruh untuk tahan diri tidak demo, karena bagi buruh gaji dan gajian adalah segalanya.

    Isu UMP dan isi perut jadi hal yang sangat penting dan genting, karena dampak dari hal ini bisa berakibat kemana-mana dihidup buruh, dapur bisa tidak ngebul, bini bisa cemberut, daster bisa ditutup, kontrakan bisa gak kebayar, cicilan motor gede bisa nunggak, hutang rokok diwarung bisa gak kebayar.

    Itulah sebabnya kenapa buruh selalu semangat dan ngotot jika bicara soal upah, karena buruh sangat butuh, kasbon jika perlu.

    Yang sangat disayangkan demo yang disampaikan bertepuk sebelah tangan, keputusan yang diambil Anies tidak semanis janjinya, bahkan Sandi tidak menemui buruh seperti yang diucapkan sebelumnya.

    Selama demo berlangsung Anies Sandi tak nampak batang hidungnya, ternyata mereka benar-benar pemimpin kualitas tempe dan krecek yang tidak pernah punya nyali untuk pertanggung jawabkan keputusannya, mereka cuma pandai lari dan ngeles.

    Jauh berbeda dengan Gubernur sebelumnya, dimana ketika demonstran datang, Ahok justru keluar bahkan ajak perwakilan buruh masuk duduk didalam.

    Kualitas kepemimpinan Anies Sandi sangat rendah, tidak punya integritas, dan tidak punya tanggung jawab, ya maklumlah, karena mereka dipilih cuma karena agamanya sama, bukan karena kinerjanya.




    Penulis  :   Clairee Duchesnaye    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Dianggap Pengecut, Anies Sandi Tak Berani Temui Pendemo Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top