728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 01 November 2017

    #Warta : Baru 2 Minggu, 1000 Karyawan Alexis dan 1 Anak Jadi Korban Politik Pencitraan dan SARA

    Pegawai tetap ada 600 orang dan 400 orang pegawai lepas. Nasib karyawan sementara dirumahkan. Oleh sebab itu, tidak ada yang kerja… Perlu dipahami bahwa kami juga memiliki karyawan yang jumlahnya tidak sedikit, di mana para karyawan tersebut juga merupakan tulang punggung keluarga. Satu hal yang pasti, belum terbitnya perpanjangan TDUP usaha kami yang akan berujung pada penutupan usaha akan berdampak pada hilangnya mata pencarian mereka," ujar Legal & Corporate Affair Alexis Group Lina Novita. SUMBER

    Hari ini, 31 Oktober 2017, Lina Novita selaku Legal and Corporate Affair Alexis Group mengatakan bahwa di dalam molornya penerbitan perpanjangan usaha Alexis, memakan korban sebanyak 1.000 karyawan yang bekerja di Alexis. Selama ini kita tahu bagaimana Alexis dijadikan strawman alias manusia jerami yang digebuk-gebuk dan dibully oleh Anies Baswedan di dalam kampanye yang sangat menyakitkan hati warga Jakarta.

    Warga Jakarta yang sakit hati terpaksa harus memilih Anies Sandi, tidak tanggung-tanggung. Kemenangan telak diperolehnya dengan cara-cara yang sangat titik-titik. Jikalau tidak ada indikasi atau bukti keterlibatan Anies Sandi dalam permainan politik SARA, itu wajar, karena mereka adalah pemain cantik. Namun yang tidak dapat dielakkan adalah bagaimana permainan politik rumah ibadat yang berlangsung dengan sangat terstruktur, sistematis, dan masif.

    Bahkan sampai saat ini, bekas luka yang dikarenakan koyaknya tenun kebangsaan dan terjalinnya tenun kebangsatan masih ada. Buktinya adalah seorang anak Katolik bernama Josep Sebastian Zebua, anak SDN 16 Pekayn, Pasar Rebo, Jakarta Timur yang dibully oleh teman-temannya, bahkan tangannya ditusuk pakai pena, hanya karena ia berwajah oriental.

    Bukan hanya ditusuk pakai pena, guru pun seolah cuek dan tidak memerdulikan kasus ini. Sampai kasus ini harus dimediasi oleh anggota Banser NU, bantuan serbaguna Nahdlatul Ulama. Terima kasih NU, sudah menjadi benteng toleransi antar umat beragama. Banser NU memang dikenal sebagai organisasi sayap NU, yang dikenal sering membantu orang-orang yang dipersekusi.

    Merekalah yang menjadi laskar pembela agama sejatinya, tidak seperti FPI, HTI, dan laskar-laskar radikal lainnya. Mereka adalah sekelompok Muslim taat, yang saya percaya, memiliki hati yang penuh terhadap Tuhannya dan NKRI. Ini adalah fakta yang bahkan saya sendiri tidak bisa membantahnya.

    Jika memang pada akhirnya Anies Sandi dapat lepas dari tuduhan permainan isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta, tenang saja, pendukungnya tidak bisa lepas dari tuduhan tersebut. Pemerintah dan pihak kepolisian pun sudah bergerak untuk menghantam satu per satu pendukung Anies.

    Pertama,
    pendukung Anies Sandi yang dijadikan tumbal politik, yakni Rizieq Shihab, dengan status tersangka yang menjeratnya. Kasus yang menjeratnya pun tidak tanggung-tanggung. Kasus yang berkaitan dengan hawa nafsu yang juga ditundingkan kepada Alexis, yaitu… Asudahlah…

    Kedua, dibuktikan dari pembubaran organisasi radikal dan Anti Pancasila, HTI yang merupakan die harder Anies Sandi. Bahkan partai pemenang pilkada DKI Jakarta, Gerindra, PKS, dan ditambah satu lagi partai PAN, menolak keras UU pembubaran ormas radikal yang disahkan oleh DPR.

    Ketiga, terbongkarnya Saracen yang di mana para admin adalah orang-orang pendukung Anies Sandi. Jadi sudah cukup jelas bukan bahwa permasalahan ini sejatinya adalah urusan mengenai keberpihakan?

    Bukan hal yang berlebihan jika kita berkesimpulan bahwa politik yang dimainkan sejauh ini, berhasil merumahkan 1.000 pekerja Alexis yang sebagian besar di antaranya adalah tulang punggung keluarga. Ditambah seorang anak Indonesia berwajah oriental yang merupakan korban permainan isu SARA selama Pilkada DKI Jakarta, yang rasanya disulut dari tahun 2014. Inikah yang dinamakan keberpihakan? Izinkan saya untuk memberikan kutipan yang sudah dicatat 2000 tahunan mengenai kehidupan akhir jaman. “Menjelang akhir jaman, akan tampil pengejek yang akan hidup menuruti kefasikan mereka, mereka adalah pemecah belah yang dikuasai oleh keinginan dunia.”

    Yudas 1:18-19
    Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir jaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis  :  Hysebastian   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Baru 2 Minggu, 1000 Karyawan Alexis dan 1 Anak Jadi Korban Politik Pencitraan dan SARA Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top