728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 16 November 2017

    #Warta : Arab Saudi Mulai Belajar Islam dengan NU?

    Reformasi besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Arab Saudi, diantaranya adalah diperbolehkannya wanita untuk mengemudi, menonton acara olahraga dan membuat resort yang memperbolehkan pengunjungnya menggunakan pakaian renang atau berbikini.

    Bukan hanya itu saja, Arab Saudi juga akan membentuk lembaga khusus untuk mengawasi hadits supaya tidak disalahgunakan untuk pembenaran teror. Ini sangat baik, karena yang namanya agama harus benar-benar diawasi supaya tidak keluar dari jalurnya. Meskipun tujuan agama itu baik adanya, tetapi tidak kita pungkiri juga, bahwa ada saja oknum yang memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi dan golongan. Sebab apapun yang dibalut dengan agama itu sangat menarik, karena upah yang dijanjikan adalah surga.

    Selain akan membuat badan pengawasan terhadap hadits, pemerintahan Arab Saudi juga menangkap para ulama yang dianggap radikal. Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai radikalisme yang disebarkan oleh ulama radikal tersebut.

    Yang menjadi menarik adalah, mereka saat ini melirik NU. Arab saudi mulai ingin belajar menjadi Islam yang moderat. Islam yang lebih toleran, dan tidak suka mengkafir-kafirkan. Islam yang mencerminkan rahmatan lilalamin.

    Soal ketegasan, NU tidak diragukan lagi, bahkan selama ini PBNU dengan terang-terangan menutup komunikasi dengan dengan kedubes Arab Saudi lantaran wahabi tumbuh subur di sana. Tetapi karena keinginan Arab Saudi untuk belajar menjadi Islam yang lebih moderat, NU kini membuka diri untuk mereka.

    Untuk mewujudkan perdamaian di seluruh dunia, NU sudah mengembangkan Islam yang moderat sudah cukup lama. Kerajaan Arab Saudi pun mengakui hal ini, sehingga mereka ingin menggandeng NU.

    Komitmen Arab Saudi untuk mengembangkan Islam moderat direalisasikan dengan mulai berkomunikasi dengan NU. Seperti yang dilansir laman nu.or.id, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bersama Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi, Usamah bin Muhammad mengadakan pertemuan, Selasa (14/11) di rumah Dinas Kedubes Arab Saudi Jakarta.

    Ini merupakan pukulan telak bagi para pentol korek yang sudah tercemari faham radikali lalu menganggap diri paling suci dan benar sehingga sering mengolok-olok NU dengan berbagai dalil. Padahal, jika soal ngaji keilmuan, para santri NU tidak main-main jika dibandingkan dengan para ustadz dadakan yang belajar dari google. Jika para santri NU belajar agama untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, ustadz dadakan belajar agama untuk cari panggung. Jadi jangan kaget jika banyak ustadz dadakan muncul, baru mualaf terus mengisi ceramah dan dijadikan panutan.

    Secara pribadi, NU menurut saya kuat lantaran tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Sebagai contoh, orang Nusantara terkenal dengan keramahannya. Orang yang ramah, cenderung mau menerima perbedaan orang lain. Untuk menjadi ramah, diperlukan empati terhadap orang lain. Orang yang ramah, merupakan cerminan dari sikap yang selalu menjaga nama baik, dan untuk menjaga nama baik tersebut, dibutuhkan ketegasan dalam bersikap. Dan menurut saya, contoh kecil yang saya berikan, semuanya ada di NU.

    Jadi menjadi wajar jika NU itu ramah dan tidak mudah marah, tetapi tegas terhadap oknum-oknum yang dapat menimbulkan citra buruk Islam, seperti kaum yang suka mengkafir-kafirkan orang, atau seperti teroris yang mengatas namakan Islam.

    Menjadi wajar jika NU itu ramah dengan menerima perbedaan, menjaga kebhinekaan dan nilai-nilai kebaikan yang universal. Dan menjadi wajar pula jika Arab Saudi ingin belajar mengenai Islam yang moderat kepada NU, karena memang NU sendiri sudah moderat sejak lahir dari perut Nusantara. Itu NU yang saya lihat saat ini, dan mudah-mudahan selalu begitu.



    Penulis  :  Cak Anton      Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Arab Saudi Mulai Belajar Islam dengan NU? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top