728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 05 November 2017

    #Warta : Apa Itu Rumah Lapis Vertikal Ala Anies - Sandi?

    Gubernur DKI dan Wakilnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, mulai meluncurkan ide-ide kreatifnya. Sayangnya ide kreatif kali ini yang dimodifikasi cuma istilahnya, bukan 'barang'-nya.

    Mungkin karena Gubernur sebelumnya, Ahok, sudah banyak sekali melakukan perubahan yang positi di Jakarta sehingga sulit bagi Anies untuk mencetuskan ide-ide baru.

    Sebenarnya bagi masyarakat Jakarta yang penting bukanlah soal ide baru atau siapa yang menelurkan ide-ide tersebut, melainkan pembangunan dan pembenahan yang berkesinambungan alias lanjut terus. Tak masalah kalau pencetusnya Ahok. Kena cibiran biasalah, resiko jadi pejabat publik.

    Selama menjabat Ahok gencar melakukan normalisasi sungai-sungai di Jakarta. Bangunan-bangunan liar ditertibkan. Sebagai kompensasinya Pemerintah Provinsi DKI memindahkan masyarakat yang pemukimannya ditertibkan ke rumah susun yang sudah disiapkan.

    Berbagai fasilitas sudah disediakan di rumah susun yang dibangun. Calon penghuni tinggal bawa badan dan pakaian. Biaya kontrakan yang dibebankanpun sangat murah.

    Tinggal di rumah susun sebenarnya lebih layak dibanding di pemukiman yang ditertibkan. Tidak terkena banjir, aman, sanitasi lebih baik dan disediakan poliklinik.

    Bagi penghuni rumah susun juga diberi kemudahan transportasi seperti gratis menumpang Busway.

    Pembangunan rumah susun ini tentunya sudah melalui banyak proses pengkajian. Pemerintah Provinsi DKI di bawah pimpinan Ahok menunjukkan bahwa mereka perduli.

    Di sinilah susahnya bagi Anies. Harga tanah di Jakarta sudah sangat mahal. Banyak pengembang yang membangun perumahan di tepi Jakarta karena harga tanah yang terlalu tinggi. Kalau dipaksakan harga jual bakal melambung dan tak laku.

    Penjualan apartemen mewah di Jakarta belakangan inipun mengalami penurunan.

    Untuk tujuan komersil saja pengembang berpikir puluhan kali untuk membangun perumahan di Jakarta, apalagi untuk membangun rumah susun.

    Tampaknya setelah menjabat Anies dan wakilnya Sandi baru melihat kenyataan di lapangan. Pusing.

    Kampanye rumah DP (Down Payment/Uang Muka) 0 persen kelihatannya bakal sulit direalisasikan. Selain aturan Bank Indonesia yang mewajibkan pembayaran DP minimal 15 persen rasanya tidak mungkin kalau Pemprov DKI yang menalangi karena akan sangat membebani APBD DKI mengingat harga tanah yang selangit.

    Saat kampanye Anies - Sandi hanya mengatakan akan menyediakan rumah DP 0 persen tapi tidak menjelaskan syarat maupun bentuknya.

    Belakangan Sandi mengatakan bahwa syarat mendapatkan rumah dengan DP 0 persen adalah bagi mereka yang sekeluarga berpenghasilan total 7 juta per bulan. Di sini saja sudah banyak yang kecewa.

    Sandi juga mengatakan karena sulitnya mendapatkan tanah di Jakarta maka rumah DP 0 akan dibangun vertikal, alias menjulang ke atas.

    Pertanyaan pertama, lantas apa bedanya dengan rumah susun?

    Senada dengan Anies namun beda istilah, Anies mengatakan rumah DP 0 persen dibangun berlapis. Bagaimana lagi yang dimaksud dengan rumah berlapis?

    Menurut Anies terminologi "lapis" sama saja dengan "susun". Jadi rumah bisa dibangun dengan susunan satu tingkat, dua tingkat atau dengan kata lain satu lapis, dua lapis, tiga lapis dan seterusnya. Boleh bilang rumah suaun atau rumah lapis.

    Jadi kalau istilah Sandi dan istilah Anies digabungkan maka pengertiannya rumah tersebut dibangun berlapis-lapis secara vertikal. Dengan kata lain bertingkat-tingkat ke atas.

    Pertanyaan kedua, apa bedanya dengan rumah susun?

    Lantas, apa bedanya pertanyaan pertama dengan pertanyaan kedua? Tidak ada. Sama dengan istilah 'rumah susun' dengan 'rumah lapis vertikal'. Tidak ada bedanya. Barangnya itu-itu juga. Bukankah ini sedikit menggelikan?

    Kalau memang program jaman Ahok bagus dan baik buat rakyat Jakarta harusnya Anies-Sandi tidak usah malu-malu mengatakannya. Tak perlu memuji, to the point saja, "Ini kita teruskan".

    Program yang sudah dikerjakan Ahok tentunya belum sempurna, masih banyak yang harus dibenahi dan diselesaikan.

    Tidak ada pembangunan suatu kota yang sempurna hingga tak perlu membangun lagi. Akan ada selalu cara untuk lebih mensejahterakan rakyat. Itulah sebabnya selalu ada perencanaan kota.

    Jika Anies-Sandi ingin membuat terobosan-terobosan baru tidak salah juga sambil meneruskan yang sudah baik.

    Tidak perlu gengsi hanya untuk pencitraan.

    Yang penting adalah keberpihakan. Ingat?




    Penulis   :  Edward Anugerah    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Apa Itu Rumah Lapis Vertikal Ala Anies - Sandi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top