728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 05 November 2017

    #Warta : Anis-Sandi Berkhianat, KSPI akan Unjuk Rasa ke Istana, Agendanya Apa?

    Selamat malam minggu saudarah. Malam ini saya mendapat kabar aneh. KSPI akan berunjuk rasa karena mereka menolak UMP terbaru di Jakarta, yaitu sebesar 3,6 juta rupiah. Menurut mereka, seperti dikutip dari pemberitaan kompas.com dan tempo.com, UMP sebesar itu belum sesuai dengan biaya hidup layak di Jakarta. Mereka juga menyayangkan keputusan gubernur Jakarta dan wakilnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang tidak sesuai dengan janji kampanyenya.

    Menolak UMP Jakarta, demo ke istana

    Anehnya, KSPI akan demo ke istana. Kenapa? Karena seharusnya mereka demo bukan ke istana, melainkan ke balai kota Jakarta. Sebab besaran nilai UMP diputuskan oleh provinsi DKI Jakarta, bukan pemerintah pusat. Jadi kalau mereka mau demo, seharusnya KSPI mendemo pengambil keputusan.

    Mungkin mereka ini tidak tahu tentang lembaga-lembaga negara dan pengambil keputusan tentang UMP DKI. Jadi yang memutuskan UMP DKI adalah pemerintah daerah tingkat provinsi. Pengambil keputusan itu ya kepala pemerintahan daerah tingkat provinsi, yaitu Anies-Sandi.

    Tapi sangat tidak mungkin KSPI tidak memahami ini. Sebab pada 2014, seperti dikutip dari Tribunnews ketika menuntut kenaikan UMP, mereka melakukan demo ke balai kota dan DPRD. Pun demikian pada Desember 2016 lalu, mereka demo menuntut kenaikan UMP menjadi 3,8 juta rupiah di Balai Bota DKI Jakarta, seperti diberitakan di kompas.com.

    Jadi mungkin, mungkin saja loh yah, mereka demo ke istana, karena Jokowi sudah di Istana. Mungkin mereka masih merasa Jokowi masih Gubernur DKI. Hahahaha….. kalau ini yang terjadi, ya goblok. Atau memang sengaja berdemo ke istana hanya untuk membuat kegaduhan. Kalau ini masuk akal, sebab yang penting kan gubernur dan wakilnya Anies-Sandi. Soal tuntut menuntut tetap saja menuntut ke yang penting bukan Anies-Sandi.

    Anies-Sandi berkhianat, KSPI demo ke istana

    Semakin aneh lagi ketika KSPI kecewa kepada Anies-Sandi, karena tidak menepati janji kampanye dulu, mereka berdemo ke istana. Pertanyaan kritisnya adalah kenapa tidak demo Anies-Sandi ke Balai Kota DKI Jakarta saja agar Anies-Sandi menepati janjinya? Sebab hanya satu pilihan KSPI kalau mereka mau Anies-Sandi menepati janjinya, yaitu demo ke Balai Kota DKI Jakarta, tempat kerja Anies-Sandi, bukan ke istana. Kalau istrimu mengecewakanmu, ya tuntut istrimu, bukan istri orang lain.

    Apa pengkhianatan Anies-Sandi? Jawabannya: Anies-Sandi tidak memenuhi keinginan buruh. Sebenarnya Anies-Sandi sudah menaikkan UMP. Tetapi ternyata tidak sesuai dengan harapan para buruh, seperti dikutip dari portal berita tempo.co:

        “Dewan Pengupahan Provinsi Jakarta telah melakukan sidang dan mengusulkan UMP DKI Jakarta sebesar Rp 3.917.398. Angka tersebut diambil dari nilai KHL, nilai inflasi nasional, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Usul dari Dewan Pengupahan telah diketahui dan ditandatangani Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta Priyono.

    Kenapa harus ke istana? Mereka mau meminta Presiden Joko Widodo mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, sedangkan aksi di Balai Kota guna menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta merevisi UMP DKI 2018 (Sumber: tempo.co). Tetapi jelas ini langkah sia-sia dan jahat, sebab sudah pasti ditolak Jokowi. Sebab PP tentang UMP adalah keputusan gubernur berdasarkan pertimbangan dan perhitungan yang matang. Tapi mungkin mereka mau mengadu Jokowi dengan Anies-Sandi. Mereka mau menggunakan keinginan Jokowi untuk merampingkan peraturan pemerintah daerah, sebagai alat untuk menyerang Jokowi. Ah kamu bisa saja….

    Apa hubungan istana dengan janji kampanye Anies-Sandi? Atau mungkin KSPI mau mengadu domba DKI Jakarta dengan istana. Mereka mau agar pemerintah turun tangan memaksa Anies-Sandi menaikkan UMP. Dengan demikian ada pertentangan antara DKI dengan istana. Atau setidaknya, mereka mau menggiring opini bahwa sumber keputusan ada di istana. Tujuannya hanya satu, yaitu memaksa publik mengambil kesimpulan sendiri-sendiri bahwa pemerintah pusat menghalangi Anies-Sandi memenuhi janji kampanyenya.

    Konsekuensinya apa, masyarakat akan berpikir bahwa (1) pemerintah pusat, presiden, menghalangi Anies-Sandi memenuhi janji kampanyenya; (2) pemerintah bertindak sewenang-wenang terhadap pemimpin pilihan umat; (3) pemerintahan Jokowi zalim, tidak mendengarkan keluhan rakyat; (4) menciptakan kegaduhan (demo-demoan) di tengah masyarakat; dan mengganggu stabilitas politik Indonesia.

    KSPI suruhan siapa?

    Jadi jangan heran kalau KSPI melakukan demo-demoan, seperti dulu demo-demoan ke Balai Kota DKI Jakarta, ketika Ahok masih menjabat sebagai gubernur. Demo-demoan maksudnya tidak melakukan demo demi memperjuangkan nasib buruh.

    Kalau memang mau memperjuangkan nasib buruh, mereka memperjuangkannya di Balai Kota bukan malah melakukan demo ke istana. Dan yang menjanjikan kenaikan UMP kepada mereka adalah Anies-Sandi, bukan pemerintah pusat. Artinya, ketika Anies-Sandi menjanjikan kenaikan UMP, mereka sudah memperhitungkan dan mempertimbangkan dengan matang. Apalagi mereka sudah memiliki tim transisi kekuasaan. Kecuali dari awal janji kenaikan UMP itu hanya janji bodong. Itu artinya, para pimpinan KSPI sudah berbohong kepada ribuan buruh yang selama ini ikut ambil bagian dalam menyukseskan keberhasilan Anies-Sandi.

    Mau tidak mau harus dikatakan bahwa demo ke istana itu hanya akal bulus, hanya untuk mengganggu jalannya pemerintahan pusat seperti yang sudah saya sebut di atas. Masalahnya, agenda ini agendanya siapa? Sebenarnya tidak sulit menebak, you know who.

    Kesimpulan

    Ada dua kesimpulan. Pertama, jangan terlena dengan janji kampanye. Sudah terbukti dari dahulu kalau janji kampanye kenaikan upah buruh sering kali hanya untuk meraup suara dari kalangan buruh saja. Belajarlah dari sekarang. Jangan terlena dengan janji-janji kampanye calon bupati, wali kota, gubernur, dan presiden yang tidak terbukti pernah mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat. Pilihlah mereka yang sudah terbukti mau bekerja demi kesejahteraan rakyat, bukan demi dirinya sendiri.

    Kedua, ada apa dengan pimpinan KSPI? Sudah waktunya buruh bertanya kepada pimpinan KSPI. Seharusnya, para pimpinan KSPI memfokuskan diri menuntut janji Anies-Sandi, bukan dengan mudahnya beralih ke istana. Sebab seharusnya sudah ada kontrak politik yang pasti dengan kubu Anies-Sandi sebelumnya. Kenapa sekarang berbeda? Ada udang dibalik bakwan. Satu pesan saya: Jangan mau dibohongi pakai kata-kata manis dan suci.

    Salam dari rakyat jelata



    Penulis   :  Mora Sifudan   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Anis-Sandi Berkhianat, KSPI akan Unjuk Rasa ke Istana, Agendanya Apa? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top