728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 22 November 2017

    #Warta : Anies Sandi Berpihak, Penyedia Sapi Subsidi Tercekik, Warga Terancam Tak Bahagia

    Tentu kita semua tahu bahwa slogan Anies Sandi pada saat kampanye gubernur dan wakil gubernur adalah “Maju kotanya, bahagia warganya”. Namun alih-alih demi memajukan perut tujuh puluhan anggota tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP), dana untuk ribuan, bahkan ratusan ribu warga pemilik KJP tidak bisa membeli daging sapi beku subsidi secara murah.

    Hal ini sudah semakin menjadi nyata dan semakin dirasakan. Kerugian bukan langsung dirasakan oleh para pengguna KJP. Penyedia daging sapi subsidi, PD Dharma Jaya yang merupakan badan usaha milik negara (BUMD), terancam tidak akan diberikan penyertaan modal daerah (PMD) untuk periode 2018.

    Pengajuan PMD oleh PD Dharma Jaya adalah 39 miliar. Untuk menjamin pangan ribuan bahkan ratusan ribu para warga DKI yang miskin, PD Dharma Jaya hanya meminta 10 miliar lebih besar daripada gaji tahunan untuk 70an staf yang katanya akan mempercepat pembangunan.

    Gubernur dan wakil gubernur yang merencanakan APBD ini, rasanya sudah mulai haus dan lapar akan kue lezat yang dibagikan. Mereka lebih memilih memajukan perut 70-an staf, ketimbang memajukan kebahagiaan warga. Konsumsi daging dikurbankan oleh Pemprov DKI Jakarta.

    PD Dharma Jaya pun diminta oleh Sandiaga Uno untuk mandiri, agar tidak terus menerus mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Ini adalah hal yang paling konyol. Bayangkan saja, program daging subsidi berjalan, tentu ada yang harus mensubsidi. Sekarang Sandiaga malah menyuruh penyedia daging subsidi untuk mandiri. Subsidi tanpa suntikan dana pemerintah, tentu akan menghambat distribusi daging sapi untuk pemegang KJP.

    Anies dan Sandi tidak lagi berpihak kepada warga miskin, melainkan mulai berpihak kepada uang alias mamon. Kue lezat bernama APBD ini sungguh menjadi sebuah kue yang tidak terasa jika dibagikan kepada banyak orang. Semakin sedikit orang yang dibagikan kue, semakin bahagia politisinya, dan maju perutnya. Ini adalah sebuah keberpihakan yang paling najis, yang pernah diekspos ke publik.

    "Itu satu-satunya cara ya perjuangkan PSO itu. Kalau enggak diperjuangkan, saya enggak tahu bagaimana beli barang untuk persediaan KJP… Tetapi untuk ketahanan pangan, untuk warga yang mau kita bahagiakan, lalu saya disuruh cari uang, itu unfair… " ujar Direktur PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati kepada anggota Komisi C dalam rapat anggaran di Gedung DPRD DKI Jakarta.

    Direktur PD Dharma Jaya pun akhirnya bersuara mengenai kesulitan mereka dalam mencari dana. Ia mengatakan ketahanan pangan seharusnya menjadi fokus untuk pemerintah. Tidak adil jika PD Dharma Jaya harus mandiri mencari dana. Mungkin menurut Anies dan Sandi, yang adil adalah menggelontorkan dana untuk menggaji staf gubernur yang merupakan mantan pecatan di era Ahok dan Djarot. Sudah tahu kan mau ke mana arahnya?

    "Dari lima BUMD yang PMD-nya pernah diusulkan, bertemu saya, dan bilang 'Alhamdulillah, Pak. Dengan begini, kami bisa lebih mandiri. Selama ini kami diberikan modal pemerintah justru merasa kebebanan karena ada penugasan dan lain sebagainya'," kata Sandiaga.

    Bantahan Sandiaga pun sudah bisa ditebak. Ia malah melempar balik bola panas ini kepada BUMD PD Dharma Jaya. Ia mengatakan seolah-olah PD Dharma Jaya yang bersyukur kalau tidak diberikan dana. Ini adalah bentuk pembelaan diri yang klasik dari seorang pengusaha. Sandiaga Uno mungkin tidak tahu bahwa semuanya direkam di dalam pemberitaan media massa. Konyol sekali.

    "Beliau itu salah pengertian ketika aku ditanya pada waktu meeting. Beliau tanya 'Bu Rina enggak dapat PMD bisa enggak?'. Bisa, kalau untuk bisnisnya bisa tanpa harus dapat PMD… (Tetapi) kan beliau tidak tahu secara teknisnya bahwa (PMD) ini buat membeli daging,…" ujar Direktur PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati.

    Akhirnya bantahan pun muncul lagi dari Direktur, ia melakukan skak mat kepada statement sang wagubernur, bukan wahgabener Sandiaga Uno. Kuncian perempuan kepada lelaki yang hobi berlari memang seru. Logika diputar secara mudah oleh Ratna kepada Sandiaga Uno. Akhirnya Sandiaga Uno harus menyerah dan membantu.

    "Nanti kami carikan pendanaan dari tempat lain dengan konsep business-to-business," kata Sandiaga.

    Lantas bagaimana kelanjutan ribuan, bahkan ratusan ribu pemilik KJP yang menjadi hilir dari setiap permasalahan ini? Apakah mereka akan dibahagiakan? Atau dibuang oleh ANies Sandi? Ah tidak apa-apa, yang penting seiman!

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis  :    Hysebastian    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Anies Sandi Berpihak, Penyedia Sapi Subsidi Tercekik, Warga Terancam Tak Bahagia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top