728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 15 November 2017

    #Warta : Anies Lebih Memilih Mengurus Jakarta Ketimbang Buni Yani, Ingat Ini Masalah Keberpihakan!

    Secara pribadi, saya tidak akan pernah nyinyirin Anies-Sandi secara memba bibuta dalam memimpin Jakarta. Meskipun proses dalam pilkada yang memenangkan Anies-Sandi menurut saya sangatlah buruk, karena berbalut SARA, tetapi saya ingin mencoba adil sejak dalam fikiran. Jika salah, maka katakan salah, jika benar maka katakan benar.

    Meskipun semenjak Anies-Sandi resmi dilantik, selalu ada saja bahan yang bikin tertawa lantaran mereka berdua belum move on dari masa kampanye, dan belum menguasai keadaan selayaknya seorang pemimpin.

    Bagi saya, fanatik buta itu sangat berbahaya, bukan hanya bodoh. Membenci dengan cara membabi buta itu merupakan penyakit jiwa yang harus disembuhkan, karena jika tidak, akan menggerogoti nilai-nilai kemanusiaan. Benci tanpa alasan yang masuk akal, akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan. Misalnya, membenci orang lain lantaran agama yang dianutnya, bukan karena sikap dan perilaku orangnya. Ini merupakan penyakit kehidupan yang harus dibrantas, karena jika tidak dibrantas akan menimbulkan kekisruhan yang tidak ada habisnya, sehingga membuat negara menjadi tertinggal lantaran tidak pernah memikirkan hal-hal yang lebih produktif.

    Dan kali ini, saya tidak memiliki alasan untuk mengkritik apalagi nyinyir terhadap tanggapan Anies ketika ditanya mengenai Buni Yani yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan.

    Sambil menggeleng, Anies berujar singkat: "Saya urus Jakarta dulu," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/11), saat ditanya pendapatnya mengenai Buni Yani yang divonis hukuman selama 1,5 tahun.

    Jawaban tersebut merupakan jawaban yang bijak, karena dia adalah seorang Gubernur DKI Jakarta yang bertanggung jawab dengan Jakarta, bukan ngurusi Buni Yani. Meskipun mau diakui atau tidak, Buni Yani secara tidak langsung adalah tumbal dari permainan politik. Dan saya yakin, dia sendiri pun menyadari hal itu, karena dia bukanlah orang bodoh yang tidak berfikir mengenai efek yang akan ditumbulkan sebagai konsekuensi tindakannya.

    Ini bukan juga tidak tau terimakasih karena sudah dibantu dalam mencapai kursi DKI, tetapi ini masalah keberpihakan akal sehat. Juga bukan masalah kacang yang lupa kulitnya, seperti yang dituduhkan Egy lantaran Anies tidak menghadiri syukuran alumni 212 yang mendemo Ahok di 411. Tetapi ini masalah keberpihakan pada diri Anies secara pribadi supaya tidak kembali dibully, masa iya, banjir dimana-mana malah sibuk ngurusin Buni Yani.

    Menurut saya, memang Anies sudah tidak perlu mengurusi Buni Yani, karena dia sudah tidak memiliki pengaruh apa-apa. Mau dipenjara atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi karir politik Anies. Berbeda jika dia tidak nurut terhadap Prabowo, maka siap-siap dia di-Ahokan.

    Peserta yang menuntut Buni Yani juga menurut saya bukan karena simpati, tetapi karena memang dikoordinir. Bukan gerakan moral yang datang dari dalam hati karena yang melakukan ya orang yang itu-itu saja. Jadi menurut saya memang Anies sudah tepat dengan cuek terhadap apa yang menimpa Buni Yani, dan berfokus mengurus Jakarta dengan baik. Karena itulah salah satu tiket supaya karir politik Anies tetap bisa melambung dan bertahan.

    Saya tidak akan mempermasalahkan jika nama Anies melambung lantaran kinerja yang baik, yang penting jangan melambung lantaran mematik perpecahan. Dan jangan pula membuat kisruh dengan mengganggu Jokowi yang sedang kerja. Karena jika kamu mengganggu Jokowi yang sedang kerja, itu sama saja kamu siap untuk dibully dan ditenggelamkan karir politiknya. Sehebat apapun seorang Gubernur, tetap saja merupakan bawahan Presiden yang harus mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Sukses Anies dalam mengurus Jakarta, juga merupakan sukses Jokowi dalam mengurus Indonesia, begitu juga sebaliknya, jika Jakarta sebagai Ibu Kota porak-poranda akibat ulah Anies-Sandi, itu sama saja mencoreng nama Jokowi sebagai kepala negara.

    Untuk Buni Yani dan pendukungnya sebaiknya terima saja apa yang sudah menjadi keputusan pengadilan. Karena jika kalian tidak percaya terhadap pengadilan yang memutuskan Buni Yani bersalah, maka sama saja mempercayai bahwa Ahok juga tidak bersalah dan harus dibebaskan. Karena keduanya sama-sama mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia.

    Meskipun secara logika, jika Buni Yani sebagai sumber permasalahan yang menyebabkan Ahok dituduh menistakan agama di vonis bersalah, maka itu menjadikan bukti bahwa Ahok tidak bersalah. Tetapi ya sudahlah, kita harus menghormati proses hukum yang sudah terjadi


    Penulis   :  Cak Anton    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Anies Lebih Memilih Mengurus Jakarta Ketimbang Buni Yani, Ingat Ini Masalah Keberpihakan! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top