728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 02 November 2017

    #Warta : Anies Ingin Menabrak Aturan dan Membudayakan Kesemrawutan?

    Meskipun belum lama dilantik, Anies sudah membuat berbagai kehebohan, diantaranya saat rombongannya menerobos jalan satu arah saat dirinya pulang dari puncak. Ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi masyarakat. Jika semua orang tidak mau mengikuti aturan yang ada, saya yakin kita akan kembali pada zaman barbar, dimana semua orang bertindak semaunya. Oleh sebab itu, semua orang harus mengikuti aturan yang sudah dibuat untuk kepentingan bersama tanpa terkecuali, termasuk seorang Gubernur sekalipun.


    Aturan tidak hanya dibuat tetapi harus dikawal dengan baik supaya orang-orang menaati aturan-aturan tersebut.

    Di DKI Jakarta, semenjak Anies menjadi Gubernur banyak berita berseliweran mengenai kesemrawutan yang kembali menghampiri Jakarta. Kesemrawutan tersebut lantaran berbagai peraturan yang tidak ditegakkan, contohnya kesemrawutan di kawasan Tanah Abang.

    Kawasan Tanah Abang yang telah ditertibkan oleh Ahok, kini kembali semrawut, foto-foto pedagang kaki lima yang menempati trotoar untuk berdagang kembali berseliweran, ditambah dengan kemacetan yang semakin menggila karena hal tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, kesemrawutan adalah cikal bakal dari premanisme, pencopetan, penjambretan dan kejahatan-kejahatan jalanan lainnya. Sebagai contoh, copet pasar Tanah Abang saat ini lebih brutal akibat kesemrawutan yang semakin menjadi jika tidak ditertibkan, hal tersebut seperti dilansir dalam laman kompas.com.

    "Dibandingkan zaman dulu, copet sekarang mainnya lebih brutal. Kadang berani terang-terangan ngambil, terus lari. Ada juga yang malah ke arah rampok, nodong gitu," ujar seorang pedagang yang telah berdagang di Tanah Abang selama 30 Tahun, Samsul Rizal saat ditemui Kompas.com, Senin (30/10/2017).

    Lain Tanah Abang, lain pula Kampung Akuarium tahun lalu direvitalisasi lantaran semua bangunan di lahan tersebut merupakan ilegal. Penduduk setempat direlokasi oleh Ahok dan disediakan rusun disekitar Jakarta Utara. Proses revitalisasi dihentikan lantaran ditemukannya aset budaya di kawasan tersebut. Dan rencananya, kawasan tersebut oleh Ahok akan dijadikan kawasan wisata Bahari.

    Lain Ahok lain Anies, jika dulu Ahok melakukan penertiban dengan menggusur bangungan-bangunan ilegal di Kampung Akuarium, saat ini Anies justru merencanakan membuat selter di kawasan tersebut untuk warga. Selter yang dimaksud adalah tempat tinggal sementara untuk orang-orang yang telah digusur.

    Pernyataan Anies tersebut disambut dengan kembali tumbuhnya rumah bedeng di Kampung Akurium tersebut. Rumah bedeng yang dibuat instan dengan dinding triplek dan papan serta beratapkan terpal kembali menjamur.

    Bukannya kita menjadi orang yang kejam, tetapi jika kegiatan membangun tempat tinggal secara ilegal dibudayakan seperti itu, maka lingkungan kumuh yang akan terjadi. Tidak berhenti sampai di situ saja, kebiasaan tersebut akan membuat orang bertindak semaunya dengan membangun tempat tinggal di lahan yang bukan miliknya dimana setiap ada lahan kosong bisa dibangun tempat tinggal. Hal ini akan menimbulkan budaya dan kebiasaan yang sangat buruk.

    Jika dilihat, wajar apabila Anies sangat ngotot melabrak aturan yang ada dan membiarkan hal ilegal terjadi lantaran dia memang sudah berjanji tidak akan menggusur lagi. Hal itu yang menjadi nilai lebih Anies dibandingkan Ahok yang harus menegakkan peraturan yang ada.

    Meskipun peraturan merupakan hal yang penting untuk mencegah Jakarta semakin semrawut, Anies sepertinya tidak akan mengindahkan hal itu demi menyenangkan warga Jakarta yang mau hidup semaunya tanpa mentaati aturan yang ada. Itu yang ada di otak saya karena melihat kenyataan yang terjadi, dan semoga saja saya salah menilai. Semoga saja Anies-Sandi kembali ke jalan yang benar yaitu menegakkan peraturan yang ada. Jangan sampai karena ingin mengantongi simpati warga maka mengajarkan warga untuk tidak taat aturan. Memang tidak penting Jakarta mau semrawut atau tidak bagi Anies karena itu tidak berdampak langsung pada dirinya, tetapi jika kita mau berfikir lebih dalam, dengan kita mencegah kesmrawutan maka kita sama saja dengan mencegah dampak-dampak negatif yang terjadi akibat kesemrawutan tersebut.

    Yang menjadi pertanyaan saya, siapakah orang-orang yang membuat rumah bedeng di Kampung Akuarium tersebut? Apakah mereka orang-orang yang telah disediakan rusun pada zaman Ahok, atau orang pendatang baru yang memanfaatkan wacana pembuatan selter yang pernah dinyatakan oleh Anies atau bagaimana?



    Penulis  :   Cak Anton    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Anies Ingin Menabrak Aturan dan Membudayakan Kesemrawutan? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top