728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 27 November 2017

    #Warta : Alexis Tutup, 4Play Muncul, Ada yang Sok Kaget, Bagian dari Strategi?

    "Hah? Serius? (Alexis berubah jadi) 4Play? 4Play kayak co-working space gitu?... Kalau misalnya berubah konsep, sesuai dengan peraturan, sesuai dengan ketentuan, sesuai juga dengan perizinannya, dan itu nanti akan diverifikasi, ada tentunya pengecekannya, ya, kami mendukung untuk penciptaan lapangan kerja… Kalau 4Play itu mungkin ada olahraganya juga kali, ya, kan ada play atau apa itu jenis kerja baru, jenis kerja yang sekarang bermigrasi dari kerja yang dulu tradisional menjadi kerja yang berbasis lifestyle, berbasis sport… Kami harapkan transformasi yang dilakukan teman-teman di dunia usaha seperti yang dilakukan dengan 4Play layak kami apresiasi…" tanya Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (27/11/2017). SUMBER

    Kebodohan dan ketidaktahuan yang dipertontonkan oleh Sandiaga Uno, wakil gubernur, bukan wakil gabener DKI Jakarta membuat warga Jakarta semakin terheran-heran. Manusia ini mencitrakan dirinya sebodoh mungkin, untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Ahok. Ada sebuah pepatah Cina yang berbunyi demikian. Jika tidak bisa menyaingi seseorang, cukup jadi kebalikan orang tersebut, Anda akan semakin dicintai.

    Rasanya filsafat Tiongkok ini mendarah daging dalam tubuh wakil gubernur DKI Jakarta. Bayangkan saja, manusia sekelas wakil gubernur bertutur kata dengan cara-cara yang benar-benar tidak mencerminkan dirinya sebagai manusia terpelajar. Mendadak bodoh, begitulah karakter yang dipertontonkan oleh Sandiaga Uno kepada warga DKI Jakarta. Wakil gubernur DKI Jakarta menganggap bahwa 4play adalah tempat seperti co-working. Padahal sudah jelas bahwa keberadaan 4Play sudah lama eksis.

    Jika pemberitaan media massa mengatakan bahwa Alexis berubah menjadi 4Play, itu kurang tepat. Penjelasannya begini. Sebenarnya bukan ganti dari Alexis menjadi 4play. Jadi yang benarnya, di dalam satu gedung, terdapat 3 jenis service yang disediakan dan ditawarkan kepada pelanggan.

    Pertama adalah hotel fenomenal, yaitu Hotel Alexis, yang tidak diperpanjang izinnya di zaman Djarot. Kedua, klub diskotik bernama 4play, yang menyediakan jasa minuman, live music, dan yang biasanya ditawarkan oleh klub diskotik tersebut. Maaf saya tidak tahu banyak, karena aku masih terlalu muda untuk mengetahui hal tersebut. Ketiga, ada satu lagi yang mungkin jauh dari radar, atau memang mungkin sengaja dijauhkan dari radar, yakni Karaoke Xis.

    Jadi seharusnya sudah jelas, bahwa ketiga jasa tersebut ada di satu gedung. Lucunya, hanya Alexis yang ditutup. Mungkinkah ini hanya bentuk pencitraan? Lucu sekali jika memang dituding bahwa di gedung tersebut dicurigai sebagai tempat maksiat, namun yang ditutup hanya satu service, yakni hotel,bukan ketiga servis yang disediakan. Jadi bagi saya, penutupan Alexis hanyalah sebuah bentuk pengalihan isu terhadap sebuah isu yang jauh lebih besar. Saya curiga, bahwa isu yang lebih besar itu berkait dengan tahun politik di Indonesia.

    Dengan keberadaan sosok badut Jakarta bernama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, rakyat Jakarta dibuat pangling, ketagihan mem-bully mereka. Namun sadarkah para pembaca Seword, bahwa sangat mungkin mereka sengaja menghibur warga Jakarta, dan mengalihkan strategi yang bergerak di bawah tanah? Jangan senang dulu melihat kebodohan-kebodohan mereka. Bisa saja mereka dengan sengaja mempertontonkan hal ini.

    Indonesia butuh orang-orang yang tidak mudah senang dihibur oleh badut-badut politik. Mereka sejatinya sedang mengalihkan isu dan pandangan. Alexis yang ditutup hanya sebuah pelipur lara bagi para laskar yang ingin syariah. 4play itu bukan tempat co-worker space, melainkan tempat diskotik. Sandiaga tentu harusnya tahu hal ini.

    Menjadi bodoh di hadapan para wartawan, merupakan strategi pengalihan dan yang mengecoh. Orang akan memberitakan yang bodoh-bodoh, karena itu seksi dan enak digoreng. Beranikah para wartawan mencoba mengikuti apa yang ada di belakang mereka? Saya khawatir, orang Jakarta sudah ketagihan membodoh-bodohi pemimpin mereka, sedangkan di balik itu ada narasi besar yang sedang dikerjakan.

    Saya percaya, tutup atau tidaknya Alexis, atau berbagai-bagai tempat lainnya, tidak menjadi agenda utama mereka. Mereka pun tidak akan perduli. Ingat, pengalihan isu ini harus segera disadari, atau mereka pada tahun politik, akan menang dengan mudah. Rapatkan barisan, lihat segala sesuatu jangan hanya dari fenomena, melainkan benar-benar melihat arus bawah yang sedang berjalan dan sedang bergerak. Sadarkah Anda bahwa rumah-rumah ibadat sedang digempur oleh….

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis   : Hysebastian      Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Alexis Tutup, 4Play Muncul, Ada yang Sok Kaget, Bagian dari Strategi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top