728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 01 November 2017

    #Warta : Alexis, Bebek Yang Bertelur, Ayam Yang mengerami. Kena Diri Sendiri!

    Kalimat yang tepatnya adalah "Ayam yang bertelur, bebek yang mengerami" Tapi saya sengaja membaliknya, karena ayam ukurannya lebih kecil dari bebek.

    Itu adalah sebaris kalimat yang diucapkan Anies Baswedan di pidato politik pertamanya. Artinya, kita yang bekerja orang lain yang menikmati. Saya tidak tahu siapa yang dimaksud dengan kita dan siapa yang dimaksud dengan mereka. Yang pasti, sejauh logika saya menilai, kalau berkenaan dengan kasus Alexis ini, Anieslah yang jadi ayamnya dan Djarot yang menjadi bebeknya.

    Oh kok bisa? Ya bagaimana tidak! Ijin operasional Hotel Alexis ini berakhir pada bulan Juli 2017 dan ketika mengajukan permohonan perpanjangan, Djarot tidak pernah menanggapi. Dan sampai Djarot selesai menjabat, pada bulan Oktober 2017, posisi Hotel Alexis masih tidak berijin alias ilegal karena Djarot tidak pernah memperpanjang ijin yang diminta.

    Lalu sekarang tersebar surat yang dikeluarkan oleh Dinas PTSP atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang menjadi dasar tidak diperpanjangnya ijin usaha Alexis terkait dengan Permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

    Dari sini kegagal-pahaman Anies Baswedan dimulai.

    Seperti yang dilansir oleh tribunnews, Anggota DPRD DKI Komisi C, Ruslan Amsari, mengatakan bahwa ada beberapa masalah terkait surat yang dikeluarkan oleh PTSP. Jenis surat yang dikeluarkan oleh PTSP tidak jelas. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan jenis surat tersebut? Semestinya surat menyurat menyangkut Tanda Daftar Usaha Pariwisata MENGIKUTI KETENTUAN PERGUB DKI nomor 133/2012 tentang Pendaftaran Usaha Pariwisata.

    Apalagi di dalam surat tersebut dituliskan bahwa PTSP menggunakan Pergub 133/2012 sebagai dasar dikeluarkannya surat penolakan ijin usaha kepada PT. Grand Ancol Hotel sebagai pihak pengelola Hotel Alexis.

    Padalah, dalam Pergub 133/2012 TIDAK DIKENAL jenis surat "Penjelasan terkait permohonan TDUP" seperti yang dibuat oleh Dinas PTSP untuk PT Grand Ancol Hotel. Selain itu dalam Pergub 133/2012 jelas ditulis di Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat 5 bahwa pengertian kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta DAN BUKAN kepala dinas PTSP. Apalagi pada tahun 2012, ketika Pergub ini diterbitkan PTSP belum dibentuk. Bagaimana bisa kemudian yang menandatangani surat tersebut adalah kepala dinas PTSP. Ini sudah melanggar peraturan.

    Dan yang paling lucu adalah, ke-over-confident-annya seorang Anies Baswedan yang mengatakan dimana-mana, bahwa dia sudah memutuskan untuk tidak memperpanjang ijin usaha Alexis dan mengklaim bahwa Alexis sudah berhasil dia tutup, SEMENTARA BUNYI KLAUSAL TERAKHIR DARI SURAT YANG DIKELUARKAN OLEH PTSP JELAS-JELAS DITULIS "Permohonan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis BELUM DAPAT DIPROSES".

    Waduuuuh, bagaimana ini Pak Gubernur? Apakah bahasa Indonesia beliau ikutan tidak bagus seperti nalarnya dia?

        Bagaimana bisa kalimat yang begitu sederhana bisa diartikan sebagai bentuk penutupan Alexis oleh Pemprov DKI Jakarta? Padahal di Pergub 133/2012 jelas ditulis tentang ketentuan tersendiri terkait prosedur pembekuan sementara maupun pembatalan TDUP.

    Itu semua dijelaskan di Bab VII Pergub 133/2012 tentang Pembekuan Sementara, Pengaktifan kembali dan pembatalan TDUP dan TDPT. Bahwa pembekuan semetara dilakukan jika terjadi pelanggaran pada Pasal 14, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 25. Atau melakukan pelanggaranterhadap ketentuan penyelenggaraan pariswisata,. Atau tidak menyelenggarakan usaha secara terus menerus selama kurun waktu 6 bulan berturut-turut.

    Jadi kalau kita kembali melihat apa yang menjadi pertimbangan dikeluarkannya surat oleh PTSP ini, disebutkan pada poin pertama adalah "menindaklanjuti informasi yang berkembang di media massa terkait kegiatan yang tidak diperkenankan dan dilarang dalam usaha penyelenggaraan usaha hotel dan griya pijat Alexis", itu sama sekali tidak mengikuti prosedur yang sudah ditentukan di dalam Pergub 133/2012.

    Apalagi kita tahu, nama hotel Alexis ini mulai muncul dan dikenal masyarakat umum BARU SEJAK Anies Baswedan menyebutkan hotel Alexis PADA ACARA DEBAT PILKADA untuk menyerang lawannya saat itu. Sebelumnya, hotel Alexis tenang-tenang saja.

        Banyak pihak mengatakan bahwa Hotel Alexis sudah menjadi korban kambing hitam oleh Anies Baswedan untuk memenangkan Pilkada Jakarta.

    Ya ampun ya Allah.....




    Penulis  :   Erika Ebener    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Alexis, Bebek Yang Bertelur, Ayam Yang mengerami. Kena Diri Sendiri! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top