728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 24 November 2017

    #Warta : Air Mata dan Kerinduan Nek Mimi Kepada Ahok Serta Wejangan Kesabaran dari Anies

    Nek Mimi adalah nama panggilan dari Siti Bunga (72), seorang wanita yang hidup sebatang kara di rusun pesakih. Nek Mimi mengalami kesulitan dalam ekonomi,sehingga dia menunggak dalam sewa rusun. Untunglah tunggakkan tersebut sudah dilunasi oleh utusan dari Jokowi, bukan hanya dilunasi, tetapi sekaligus dibayarkan untuk 13 bulan, sampai dengan bulan Desember 2017.

    Bukan hanya mengalami kesulitan untuk membayar rusun, tetapi Nek Mimi juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari karena hidupnya yang sebatang kara dengan usia yang sudah senja. Kerasnya kota metropolitan harus dia hadapi seorang diri.

    Nek Mimi hanya bekerja merangkai kotak untuk bungkus makanan, dan hanya mampu menghasilkan uang sebesar 5.000 rupiah jika dia mampu membuat sebanyak 2.000 buah, dan itu juga belum tentu langsung dibayar upahnya. Melihat usia Nek Mimi, tentu tenaga juga berkurang, sehingga untuk menggenjot penghasilan yang lebih saya rasa sangat sulit.

    Namun, beruntunglah Nek Mimi karena kesulitan tersebut tercium oleh Ahok. Melalui utusannya, Ahok selalu mengirim uang Rp. 500.000 ditambah dengan beras, minyak goreng, gula hingga ikan kaleng. Uang dan sembako tersebut rutin dikirim tiap bulannya ke Blok B 210 Rusun Pesakih atau dikenal dengan Rusun Daan Mogot, tempat Nek Mimi tinggal.

    Nek Mimi mengungkapkan, jika tidak ada utusan Ahok yang rutin mengirim bantuan terhadap dia setiap bulannya, mungkin dia akan mengalami kelaparan. "Tiap bulan orang kepercayaannya Pak Ahok datang ke sini, kirim sembako, tiap tanggal 5," ungkap Nek Mimi kepada wartawan.

    Nek Mimi sangat ingin bertemu dengan Ahok, karena menurutnya, Ahok adalah orang yang berjasa dalam hidupnya. Air mata pun mengalir seiring dengan kata rindu dan keinginannya bertemu dengan Ahok. "Apa kabar Pak Ahok? Nenek mau ucapin terima kasih," kata Nek Mimi sambil tersenyum dan meneteskan air mata haru.

    Meskipun Ahok sudah ada dibalik jeruji besi, tapi Ahok tetap abadi ditengah-tengah hati Nek Mimi, wanita yang sudah senja usianya dan hidup sebatang kara di hiruk pikuk kehidupan kota.

    Memang, yang namanya sifat dasar manusia yang timbul dari hati itu tidak dapat direkayasa. Pencitraan tidak akan pernah menggantikan ketulusan. Pencitraan tidak akan bisa menyentuh sampai ke relung jiwa sesama manusia, karena pencintraan tidak didasari dengan cinta yang tulus. Ketulusan itulah yang dapat mempertahankan komitmen untuk selalu berbuat baik. Dan itulah mungkin yang dilakukan oleh Ahok, sehingga masih bisa mengutus utusannya untuk selalu memberikan uang dan sembako kepada Nek Mimi setiap bulannya.

    Bukan hanya Jokowi dan Ahok yang memperdulikan Nek Mimi. Tetapi ada Anies juga yang memperhatikan Nek Mimi. Selagi dia mencalonkan diri untuk maju dalam pilgub DKI, Anies juga secara langsung mengunjungi Nek Mimi. Anies sangat berbeda dengan Ahok dan Jokowi, jika Jokowi dan Ahok hanya melalui utusan, Anies langsung turun tangan melihat keprihatinan Nek Mimi. Pada saat kunjungan tersebut, Anies sempat menjanjikan santunan, meskipun hingga saat ini belum juga diterima . Tetapi Nek Mimi bukan bermaksud untuk meminta, karena cukup dengan dia tidak diusir dari rusun saja Nek Mimi sudah cukup senang, karena mengingat uang yang dibayarkan oleh utusan Jokowi hanya sampai Desember 2017 saja. "Yang penting enggak diusir, saya pengin di sini sampai tutup usia," ucapnya seraya mengusap air mata yang menetes.

    Keberpihakan Anies itu sangatlah kuat sehingga dia masih dapat mengingat Nek Mimi saat menghadiri acara di Masjid Raya Hasyim Ashari yang tepat berada di Rusun Daan Mogot beberapa waktu lalu. Nek mimi sempat bersalaman dan bahkan dipeluk oleh Anies sambil diberi wejangan untuk selalu bersabar.

    Memang benar kata Anies, hal yang paling dibutuhkan oleh warga DKI Jakarta itu adalah bersabar. Sayapun mengalami hidup di DKI Jakarta, dan memang kesabaran menjadi hal yang paling penting pada saat itu sebelum Era DKI dipimpin Oleh Jokowi lalu dilanjutkan oleh Ahok sampai Djarot. Saya harus bersabar menunggu air surut karena banjir di musim penghujan, saya harus sabar jika harus melewati jalan di Tanah Abang yang macet, karena jika tidak sabar, maka isi kebun binatang akan keluar dari mulut kita. Oleh sebab itu, saya sangat sependapat bahwa sabar adalah hal yang paling dibutuhkan warga DKI.




    Penulis  :  Cak Anton   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Air Mata dan Kerinduan Nek Mimi Kepada Ahok Serta Wejangan Kesabaran dari Anies Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top