728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 25 November 2017

    #Warta : Ahok From Hero To Be A Super Hero

    Masih ingatkan dengan serial drama Kera Sakti?

    Film serial yang diangkat dari novel dengan judul Hsi-yu-chi (Catatan Perjalanan Ke Barat).

    karya Wu Ch’eng-en (th. 1500 – 1582) seorang penulis novel dan puisi terkenal pada dinasti Ming (1368-1644).

    Kera Sakti merupakan murid dari Tong Sam Chong yang sering sekali dimarahi bahkan diusir gurunya karena sifatnya. Kesaktian yang dimiliki memudahkannya dalam melihat siluman walaupun berubah wujud. Namun, oleh karena hal itu pula ia sering bertindak gegabah dan tidak mengindahkan gurunya walaupun dengan tujuan dan niat melindungi gurunya.

    Kera Sakti saya ibaratkan sebagai seorang Ahok yang dinilai oleh beberapa kalangan sebagai pribadi yang kasar yang sebenarnya memiliki niat dan tujuan yang baik.

    Tom Sam Chong ibarat Presiden Jokowi, seseorang yang ditugaskan untuk mengambil kitab suci ke Barat (India) yang mana dapat pula diartikan sebagai seseorang yang ditugaskan untuk menjemput kebaikan. Dalam Hal ini tugas tersebut adalah amanah menjadi Presiden Republik Indonesia yang bekerja dan berusaha memberikan kebaikan serta kemajuan bagi bangsa Indonesia.

    33 rintangan dan 99 kesulitan diartikan sebagai tantangan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang sejahtera dan maju.

    Tidak ketinggalan para siluman yang selalu berusaha untuk menangkap Tom Sam Chong dan berusaha memakannya demi keabadian serta kesaktian saya artikan sebagai para koruptor serta para mafia yang ingin selalu berkuasa demi kenyaman hidupnya tanpa memikirkan nasib rakyat.

    Kesaktian yang luar biasa yang membuat takut para siluman sama halnya seorang Ahok yang ditakuti para koruptor dan mafia yang tidak bisa bergerak serta berjaya.

    Para siluman selalu berusaha menjauhkan Kera Sakti dengan gurunya agar dapat menangkap sang guru dengan muda karena murid yang lain tidaklah sesakti Kera Sakti.

    Makanya tidak heran bila seorang Ahok harus dikalahkan terlebih dahulu agar dapat menjatuhkan seorang Jokowi.

    Sejatinya Ahok adalah pemenang dari segala kejadian, tuduhan dan polemik yang tercipta untuk menjatuhkannya. Walau ia sekarang dipenjara dengan tuduhan penistaan agama yang mengharuskan beliau mendekam dibalik jeruji selama 2 tahun, tetapi sang guru dapat terus melanjutkan perjalanannya.

    Sosoknya yang mau mendengar keluh warganya, sosok yang menempatkan keadilan tanpa memandang dan sosok yang garang pada setiap tipu muslihat yang merugikan warganya.

    Dia adalah Hero untuk warganya, walaupun terlalu dini menilai penggantinya, tetapi ia yang berada dibalik dingin tembok penjara Mako Brimob dapat terus bersinar. Buktinya, mengunjungi beliau di Mako Brimob harus melakukan pendaftaran (aneh bukan), setelah terdaftar akan masuk kedalam daftar tunggu untuk kemudian berkunjung secara berkelompok. Catatan tangannya dalam secarik kertas lengkap dengan tanda tangan beliau menjadi oleh-oleh berharga bagi setiap pengunjung.

    Tak jarang pula para pengunjung merasa terhibur/ diberi penghiburan padahal tujuan awalnya adalah memberi penghiburan (kebalikan).

    Dalam hal jumlah staff menunjukkan betapa hebatnya seorang Ahok. Jumlah staff Ahok hanya 5 orang sedang penggantinya akan memiliki 74 staff yang terdiri dari 60 anggota dan 14 ketua yang akan dibagi kedalam 5 divisi.

    14 ketua untuk 5 divisi/ bidang maka secara rata-rata ada 2,8 orang ketua untuk setiap divisi/bidang atau 4 bidang masing-masing memiliki 3 ketua dan 1 divisi/bidang akan memiliki 2 ketua.

    Banjir yang melanda Jakarta yang disertai dengan beredarnya kutipan salah satu RT/RW yang menjadi viral di lini masa dunia maya membawa kekhawatiran pada saya bagi para pasukan pelangi.

    Mengapa? Temukan jawaban dengan menjawab pertanyaan dibawah ini.

    Bila Jakarta banjir maka efektifkah laskar-laskar pelangi yang terkenal di zaman Jokowi-Ahok-Djarot ?

    Jika tidak efektif kira-kira Apa yang akan terjadi?

    A. Akan marak kutipan dana pada warga untuk penanggulangan banjir

    B. Pengurangan laskar pelangi.

    C. A dan B benar

    Banyak yang rindu akan tulisan kasar "Pemahaman nenek lu!"

    Jakpro dikabarkan berencana mensiasati pemotongan anggaran yang dilakukan padanya dengan menunda percepatan penyelesaian pembangunan LRT ruas Kelapa Gading - Pulomas sembari mencari investor.

    MRT terindikasi tidak efektif apabila motor di izinkan melintas di sepanjang jalan Sudirman.

    Beredar isu tentang pengurangan jumlah penerima KJP ( Kartu Jakarta Pintar ) yang mencapai 300 ribu peserta.(Semoga hanya menjadi isu)

    Teriak dan mengambil panggung untuk penutupan Alexis yang notabene berada di pasar menengah keatas tetapi tutup mata pada penjajah seks dan aktivitas seks komersial yang mulai marak kembali di beberapa tempat dengan hanya bermodal tenda biru dengan kisaran harga Rp 30-70 ribu/crot.( saya polos! )

    Kembali saya berpikir bahwa terlalu dini menilai, namun gelagat yang ada sampai saat tak meyakinkanku, mungkin berbeda dengan JKT58 yang memilihnya. Semoga JKT58 dapat membuka hatinya, menarik pembelajaran agar jangan mudah percaya pada hasutan dan dagangan palsu, mAnies di bibir penuh sandiwara serta orang-orang yang belum terbukti.

    Cukup Jakarta jangan sampai Indonesia, buka mata dan hati. Jangan biarkan apa yang dibangun bersusah payah hari ini menjadi sia-sia.

    Dari semua bukti dan data kinerja pantaskah Ahok disebut Hero ?

    Dari pengorbanannya sudah pantaskah sang hero di nobatkan sebagai "Super Hero"?

    Mengalah bukan berarti kalah, tetapi pembiaran akan mendatang korban baru

    .

    Kera Sakti sudah terbuang, Apakah kalian akan membiarkan Tong Sam Chong dimakan siluman dan misi ke barat mengambil kitab suci menjadi sia-sia.

    Jangan biarkan Kurawa menjadi Pandawa dalam diammu.

    Lawan!

    Tak ada kemenangan dalam perpecahan, tak ada kemenangan tanpa perjuangan. Kesempurnaan adalah milik Tuhan Yang Maha Esa.

    Walaupun Ahok menjadi Superhero hari ini tetapi sejatinya kita tetap kalah kemarin oleh para siluman yang berhasil memperdaya teman dan saudara kita sehingga mereka menjadi member JKT58.

    Cukup satu Ahok menjadi tumbal para siluman.

    Cukup satu Libya, cukup satu Irak, cukup satu Suriah.

    Bergerak atau hanya nyinyir kemudian, pilihan yang ada di tangan dan jari saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Indonesia yang lebih baik atau siluman yang berjaya.

    (Seword sudah keluarkan senjata tinggal dipakai atau tidak !)



    Penulis  : Ziso    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ahok From Hero To Be A Super Hero Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top