728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 18 Oktober 2017

    #Warta : Viral Tentang Pribumi, Presiden Jokowi Asik Duduk Bareng Musisi Jalanan

    Presiden Jokowi selalu punya cara menanggapi situasi. Atau mungkin juga semuanya hanya kebetulan-kebetulan yang tidak diniatkan. Beberapa waktu lalu, saat marak terjadi persekusi, dan wartawan memburu pernyataan sikap Presiden, Jokowi memberi selembar kertas pada wartawan dan kemudian berlalu sambil terkekeh. Kertas dari tangan Presiden yang semula dianggap penting dan pernyataan tertulis, rupanya hanyalah daftar menu makanan yang beliau bawa seusai makan malam.

    Semua tertawa terbahak-bahak. Para wartawan yang dikerjai itupun nampak tak kesal sama sekali. Mereka tetap antusias memberitakan kejadian tersebut. haha. Namun jika diteliti, sebenarnya menu makanan itu adalah pernyataan simbol, bahwa pelaku persekusi dari kelompok onta radikal itu hanyalah sekelompok orang yang kurang makan atau cari makan. Sehingga jawaban yang cocok untuk mereka adalah dengan memberikan menu makanan, karena itu jawaban paling pas untuk kelompok orang yang sedang kelaparan atau cari makan.

    Di lain kesempatan, pernah juga Presiden mengundang para pelawak makan malam di Istana. Tertawa terbahak-bahak bersama. Sementara di saat yang sama, di MKD DPR sedang berlangsung sidang terhadap Setnov dalam kasus Papa Minta Saham Freeport.

    Pernah juga saat SBY begitu rajin mengkritik pemerintah, seolah-olah dia paling tahu tentang negeri ini, sambil melakukan tour curhat keliling Jawa, Presiden tak sedikitpun menanggapi curhatan SBY. Namun tiba-tiba Jokowi mendatangi bangunan megakorupsi Hambalang, yang merugikan negar triliunan rupiah. Sekali geleng-geleng, maka terjawablah semua ocehan SBY saat itu.

    Mungkin itu semua hanyalah kebetulan, tidak direncanakan. Tapi bisa juga memang sangat disengaja untuk menyikapi situasi politik nasional.

    Lalu cerita pesan simbol ini rupanya berlanjut. Kemarin, kita diributkan oleh pernyataan Gubernur Jakarta yang baru, Anies, tentang pidatonya yang menyinggung pribumi. Anies bahkan sudah resmi dilaporkan ke polisi terkait pidatonya tersebut.

    Sebenarnya tak ada yang salah dengan cerita Anies tentang kelompok pribumi. Sebab itu bagian dari sejarah negeri ini. Namun untuk pidato politik pertama, di saat kita sudah merdeka 72 tahun lalu, itu menjadi kurang relevan. Terlebih, di saat yang sama, para pendukung Anies Sandi membawa spanduk bertuliskan “kebangkitan Pribumi.”

    Narasinya begitu terstruktur, sistematis dan massif. Bisa saja itu semua hanyalah kebetulan, namun bisa juga semuanya sangat direncanakan oleh timnya.

    Yang menjadi masalah adalah, orang-orang tersinggung dengan pidato “pribumi” tersebut. Mengatakan sekarang pribumi sudah merdeka, seolah mengatakan Gubernur non pribumi sudah berhasil dilengserkan.

    Terlepas apakah konteks pidato Anies sudah benar atau tidak, pada intinya orang-orang tersinggung. Sama seperti pidato Ahok yang mengutip ayat Almaidah di Kepulauan Seribu. Konteksnya benar, tapi kenyataannya itu menyinggung banyak orang, sehingga membuatnya berakhir di penjara.

    Dan jika hukum adalah keadilan sempurna, Anies juga harus berakhir di penjara.

    Tapi nyatanya hukum tidak seadil itu. Anies kemungkinan besar akan lolos tanpa persidangan ataupun tuntutan. Sebab kelompok orang yang mampu menggelar demo besar-besaran dan berjilid-jilid, adalah bagian dari pendukung Anies. Kekuatan politik kelompok mereka juga solid. Lihat saja tingkah mereka di DPR. Fahri yang sudah dipecat dari PKS, sampai hari ini tetap bertahan sebagai pimpinan DPR. Setnov, yang dulu sempat mengundurkan diri karena kasus Papa Minta Saham, sekarang berhasil kembali sebagai pimpinan DPR. Bahkan kasus e-KTP tak berhasil membuatnya mundur dari kuris pimpinan.

    Jadi, membayangkan Anies akan mendekam di penjara, adalah sesuatu yang mustahil. Dan di saat seperti itulah, secara kebetulan Presiden Jokowi menikmati malam di Kota Bandung, bersama musisi jalanan. Berdendang bersama, sambil sesekali tepuk tangan terbawa suasana.

    Sebuah pesan yang sangat jelas. Daripada ribut-ribut soal pribumi non pribumi, mari nikmati saja apa yang kita miliki sekarang. Mendendangkan lagu yang sama, bersama-sama merawat serta menjaga negeri ini dari kelompok yang semaunya sendiri. Toh pada akhirnya kelompok mereka itu terlalu sulit dijerat hukum. Begitulah kura-kura.



    Penulis : Alifurrahman    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Viral Tentang Pribumi, Presiden Jokowi Asik Duduk Bareng Musisi Jalanan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top