728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 28 Oktober 2017

    #Warta : Top! Soal Reklamasi, Anies Lawan LBP: Satu Faktor Kejatuhan Anies Selain Tidak Becus Kerja

    Anies-Sandi melawan Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan terkait soal reklamasi. Selain menghadapinya mereka juga berhadapan dengan DPRD DKI Jakarta, Prabowo, Aksa Mahmud, Erwin Aksa, dan pengembang serta para pendukung Anies seperti kaum Bumi datar, FPI dan FUI. Soal reklamasi ini menjadi salah satu faktor yang akan menjatuhkan Anies-Sandi selain tidak bisa bekerja.

    Drama Reklamasi

    Publik menonton drama segitiga, drama Korea kata si kepo tak becus bekerja Sandi, antara Jenderal Luhut Pandjaitan, Anies-Sandi, dengan kerugian besar Prabowo dan geng dia. Publik tentu paham omongan Sandi dan Anies yang tertekan oleh soal reklamasi. Prabowo pun tampak punya sikap yang berbeda. Kini Luhut Pandjaitan dengan santainya menonton drama tersebut di balik perseteruan antara kelompok kubu yang didukung oleh Islam radikal seperti HTI dan FPI. Nah, lho. Kagagalan mengelola soal reklamasi ini akan menjatuhkan Anies-Sandi.

    Posisi Luhut Binsar Pandjaitan

    Luhut Pandjaitan tetap berada di posisi untuk tidak merugikan kas Pemprov DKI. Untuk tetap mengambil retribusi 15% dari harga NJOP pulau-pulau reklamasi. Posisi angka retribusi ini adalah mengikuti kesepakatan yang diambil semasa Gubernur Ahok – yang tengah dipenjara akibat kriminalisasi dorongan Islam radikal dengan pentolan Rizieq FPI sang tersangka chat mesum berlendir selangkangan dengan Firza Husein – dengan pengusaha pengembang reklamasi.

    Posisi Para Kepentingan

    Sementara DPRD DKI dengan gawang dan pentolan dipimpin si bekas narapidana koruptor M. Taufik dan adiknya si koruptor M. Sanusi, sejak lama menghendaki penurunan angka tentunya antara 7,5% bahkan 5% dari nilai keseluruhan harga jual proyek reklamasi. Penurunan angka ke angka di atas telah mengurangi beban pengembang setara antara Rp 35 triliun sampai Rp 50 triliun.

    Yang bermain lain adalah para manusia pengusaha seperti Aksa Mahmud dan Erwin Mahmud yang berjasa menaikkan Anies-Sandi. Kubu yang dikenal sebagai kubu Jusuf Kalla ini tentu mementingkan kepentingan pengusaha. Reklamasi harus jalan. Tanaman dukungan ke Anies sampai meminjamkan taksi terbang Copper untuk ke Balaikota bagi Anies oleh duo Aksa ini tentu harus dibayar, salah satunya adalah kepentingan reklamasi.

    Kubu ini tambah pemain lain yang berkepentingan yakni kaum Bumi datar dan Islam radikal, yang kini sepi order demonstrasi seperti FPI, FUI, GNPF, partai agama PKS dan sebagainya, yang menumpang tenar dan ikut-ikutan tentu dan kasak-kusuk dalam membicarakan soal reklamasi antara pengusaha dan Anies.

    Tekanan Nelayan dan Pendemo Bayaran


    Tekanan para nelayan yang ngawur dan para pendemo bayaran yang tidak jelas terkait pembatalan yang diikuti hanya oleh puluhan manusia juga memberikan nilai kepuyengan dan kebingungan bagi Anies dan Sandi. Mereka menuntut dibatalkannya reklamasi. Tentu kepala Sandi dan Anies tambah pusing, puyeng, dan kebingungan setengah mati terjepit oleh berbagai kepentingan.

    Gagal Penuhi Janji Kampanye

    Sementara Anies-Sandi termakan oleh jandi kampanye yang menggebu-gebu tanpa mikir panjang bahwa di dalam proyek reklamasi amanat Keppres RI tahun 2006 lalu terdapat tiga kepentingan yang bermain: pengusaha, politikus semprul seperti M. Sanusi dan partai, dan kepentingan rakyat. Dulu Pemprov DKI yang waras di bawah Ahok yang menetapkan retribusi tinggi berikut syarat-syarat lain yang menguntungkan mewakili masyarakat.

    Kini si manusia rasis Anies dengan dukungan para manusia lucu dan aneh seperti M. Taufik, Prabowo, terpojok pada janji kampanye. Manusia keturunan Arab Yaman – negeri paling kere di Jazirah Arabia – ini akan mencari jalan untuk keselamatan bagi dirinya. Korbannya tentu Prabowo dan kaumnya.

    Perang Kepentingan Menjepit Anies-Sandi

    Menghadapi perang kepentingan tersebut membuat Anies-Sandi terjepit dan tidak bisa berkutik. Masalahnya adalah beranikah Anies melawan Jenderal (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan? Sedangkan Prabowo sendiri selalu ngeper kalau soal terkait dengan LBP. Lalu apakah Anies akan berjalan sendiri dengan agendanya yakni akan mencari popularitas (untuk menarik dukungan kaum Bigot, Islam radikal seperti FPI,FUI dan HTI, dengan nekat membatalkan reklamasi?

    Apakah dia berani pasang badan untuk menurunkan kesepakatan retribusi menjadi di bawah 15% dengan potensi kerugian pemasukan kas Pemda sebesar antara Rp 35 triliun sampai Rp 50 triliun, yang artinya memenuhi keinginan DPRD DKI Jakarta?

    Lalu dia mencari selamat dengan tetap membatalkan dan membiarkan pengembang untuk mengajukan gugatan ke pengadilan? Dengan memainkan peran pengadilan TU yang terkenal bobrok itu – sekaligus berbagi rezeki nomplok angka Rp 35 triliun sampai Rp 50 triliun? Masalahnya Anies Sandi hanya bisa memainkan kartu pengadilan kalau mengikuti arah Erwin dan Aksa Mahmud yang ternyata pro reklamasi mendukung Luhut Pandjaitan.

    Jadi, yang membedakan LBP dengan Prabowo, DPRD DKI, dan kaum cingkrang yang ikut-ikutan adalah bahwa LBP menginginkan retribusi 15%, sementara mereka cenderung menurunkan retribusi agar kas Pemda DKI kurang dari angka besar sampai Rp 50 triliun di bawah 15%.

    Awal Jatuhnya Anies-Sandi

    Sedangkan Anies dan Sandi pun berbeda pendapat dengan kecenderungan Sandi pro reklamasi karena kedekatannnya dengan Erwin Aksa dan Aksa Mahmud. Anies yang merupakan kaki tangan FPI pun jelas berseberangan dengan kemauan yang berubah soal reklamasi yakni kompromi tetap reklamasi.

    Reklamasi ini menjadi salah satu bom waktu kejatuhan Anies-Sandi dari gelanggang politik selain ketidakbecusan bekerja sebagai birokrat. Kenapa? Mereka tidak memiliki pengalaman sebagai birokrat dan kini ke mana-mana berdua karena tidak tahu mau mengerjakan apa sebagai gabener dan wagabener di DKI Jakarta. Demikian the Operators. Salam bahagia ala saya.



    Penulis : Ninoy N. Karundeng   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Top! Soal Reklamasi, Anies Lawan LBP: Satu Faktor Kejatuhan Anies Selain Tidak Becus Kerja Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top