728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 19 Oktober 2017

    #Warta : Taktik Play Victim Sepertinya Akan Menjadi Andalan Anies

    Anies berhasil naik satu tangga dalam karir politiknya. Tangga tertinggi Presiden Indonesia semakin dekat. Saat ini Anies bisa dikatakan sudah sejajar dengan Prabowo. Bukan tidak mungkin jika suatu saat nama Anies jauh lebih berkibar meskipun Prabowo adalah orang yang mengorbitkannya.

    Selain bekerja menjalankan amanah sebagai Gubernur DKI, sangat disayangkan jika masa 5 tahun tidak digunakan untuk semakin mengibarkan nama, mengais dukungan, mengumpulkan kekuatan untuk persiapan menuju target yang lebih tinggi lagi. Kisah sukses Jokowi menjadi presiden sepertinya akan sangat menginspirasi Anies.

    Jika Jokowi mampu menjadi presiden setelah menjadi gubernur DKI, mengapa Anies tidak? Meskipun Anies mengatakan akan berkomitmen menjalankan amanah hingga masa jabatannya habis, namun setelah itu siapa yang tahu. Apalagi jika nanti Jokowi sudah tidak berkesempatan mencalonkan diri lagi, maka saat itu adalah momen emas Anies untuk mengibarkan bendera.

    Saya yakin Anies adalah seorang pembelajar ulung. Pendidikan yang tinggi serta pernah menjadi rektor termuda menjadi bukti shahih betapa Anies seorang pembelajar sejati. Sebagai debutan dalam dunia politik, dia pelajari gaya-gaya berpolitikus politisi senior.

    Saya yakin Anies sudah semakin matang, lihai, dan licin dalam berpolitik. Dipecat dari menteri pendidikan cukup menjadi satu-satunya pengalaman pahit yang dia terima. Dia tidak ingin menjadi pecundang lagi. Dia harus lebih cerdik lagi dalam berpolitik.

    Salah satu sosok sukses dalam dunia politik adalah Jokowi. Blusukan, gaya sederhana, serta tampil apa adanya menjadi kekuatan dan kelebihan Jokowi yang tidak dimiliki politikus lain. Banyak masyarakat yang tertarik dengan sosok Jokowi. Meskipun gara-gara ini Jokowi terus dikatakan sebagai pencitraan, tak sedikitpun Jokowi memperdulikan. Karakter dan bahasa tubuh Jokowi memang seperti itu, tidak ada yang dibuat-buat.

    Semakin gencar dibully, dihina, dilecehkan,dan difitnah, Jokowi justru semakin menunjukkan kematangan jiwa dan kebijaksanaannya. Jokowi hanya menanggapi fitnah dan hinaan dengan senyum. Sikap elegan Jokowi ini menjadi kekuatan ampuh untuk menarik dukungan masyarakat. Namun saya pertegas kembali bahwa sikap Jokowi tidak dibuat-buat, bukan pencitraan, namun memang karakter dan bahasa tubuh Jokowi memang sudah seperti itu.

    Sikap Jokowi ini membuat musuh bingung harus berbuat apa. Semakin gencar serangan, maka elektabilitas Jokowi semakin naik. Semakin Jokowi dizalimi, maka dukungan akan terus mengalir. Oleh karena itu, Jokowi memilih untuk fokus bekerja dan tidak memperdulikan nyinyiran yang datang kepadanya. Cara elegan ini nampaknya sangat ampuh mendongkrak elektabilitas Jokowi.

    Saya yakin Anies sedang belajar berpolitik dari sosok Jokowi. Anies sedang belajar bagaimana menggaet dukungan masa sebanyak mungkin.

    Saya yakin bukan sebuah kebetulan Anies-Sandi menyinggung istilah pribumi. Anies sedang memulai taktik untuk mendongkrak popularitas. Tidak mustahil bahwa ini sebenarnya sebuah pancingan agar Anies menjadi sosok yang seolah-olah didzalimi.

    Pembaca seword bisa melihat sendiri hujatan, cacian, dan hinaan kepada Anies bertebaran di mana-mana bahkan sampai dilaporkan ke polisi hanya karena sebuah kata “Pribumi”. Anies pun gak perlu khawatir meskipun dilaporkan. Jabatan Anies sekarang menjadikannya lebih kuat dan tidak segampang itu dijatuhkan hanya karena sebuah laporan soal “pribumi”.

    Melihat Anies sekarang seperti melihat Jokowi saat dicaci-maki dan dihina. Anies tiba-tiba menjadi sosok yang didzalimi. Anies semakin mendapat panggung. Anies berhasil membuat pendukung Ahok yang belum bisa move on keluar mencaci maki.

    Jika pendukung Ahok terus membully dan mencaci maki Anies, lama kelamaan akan membuat Anies semakin mendapat panggung, sebaliknya pendukung Ahok akan dicap sebagai barisan sakit hati yang hobinya nyinyir terhadap seorang gubernur DKI.

    Membully Anies saat dia belum menjadi gubernur mungkin tidak terlalu berdampak. Tapi terus membully dia dengan membabi buta saat dia menjadi Gubernur DKI berdampak besar. Dia akan mendapatkan status sebagai orang yang terdzalimi karena terus dicaci secara membabi buta. Rakyat pun lama-lama kelamaan akan semakin bersimpati kepada Anies karena terlihat terus didzalimi.

    Hal itu yang sepertinya harus dipahami oleh pendukung Ahok. Jangan berikan kesempatan Anies mencari panggung dan mendapatkan status orang yang didzalimi. Jangan sampai cacian kepada Anies menjadi bumerang. Semakin Anies dicaci maki dan seolah-olah terdzalimi, maka kesempatan dia menarik simpati warga semakin besar.

    Saya menduga setelah ini, Anies akan kembali melontarkan kontroversi-kontroversi yang lain. Dia akan terus memainkan taktik play victim sedang memancing orang agar membully dan mencaci maki dirinya. Dia akan menikmati posisi terdzalimi. Dengan harapan, semakin dirinya didzalimi, semakin banyak rakyat yang bersimpati.

    Saya berharap kita tetap waspada dan jangan mudah terpancing jika Anies melakukan hal-hal aneh dan kontroversi. Biarkan Anies bertingkah polah seperti apa. Jika tidak ada yang terpancing dan menanggapi, dia sendiri yang akan malu.



    Penulis : Saefudin achmad   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Taktik Play Victim Sepertinya Akan Menjadi Andalan Anies Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top