728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 19 Oktober 2017

    #Warta : Tak Konsisten, Setelah Viral Kebijakan Dirubah, Kini Anies Pakai Cara Ahok

    Era Anies-Sandi, warga DKI tidak bisa lagi mengadu langsung ke gubernur. Warga masih dapat menyampaikan keluhan mengenai pelayanan publik ke Balai Kota DKI, namun tidak dapat menemui gubernur dan wakil gubernur secara langsung, melainkan ditangani langsung oleh pegawai Pemprov.

    Berita ini dirilis laman Merdeka pada link berikut https:// www. merdeka .com/foto/jakarta/898479/20171017132401-era-anies-sandi-warga-dki-tidak-bisa-lagi-mengadu-langsung-ke-gubernur-001-isn.html

    Sebagaimana foto terlampir, sudah jelas kalau warga DKI tidak lagi bsia mengadu ke Gubernur secara langsung berita ini diupload pada tanggal 17 Oktober 2017

    Namun apa daya, setelah hampir menembus 6.000 kali share dalam berita Merdeka, yang artinya berita ini menjadi viral terutama dikalangan masyarakat Jakarta, Anies yang merupakan perubah kebijakan sebelumnya langsung merubah keputusan yang ia ambil.

    Dengan pemberitaan baru, Anies persilahkan warga mengadu seperti era Ahok. Berita ini bisa kita temui dalam laman berikut https:// news .detik .com/berita/3690397/anies-persilakan-warga-mengadu-seperti-era-ahok-djarot

    Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mempersilakan warga ikut melaporkan persoalan di Balai Kota. Anies siap turun tangan memberikan solusi untuk segala permasalahan warga Ibu Kota.

    Kata Anies adalah "Tidak pernah ada larangan (melapor). Cuma kami harusnya bisa membuat persoalan ini selesai tanpa merepotkan warga," kata Anies

    Selesai tanpa merepotkan warga? Warga ini jelas ingin melapor, langsung mengadu ke Gubernurnya, seperti motto Anies Sandi pada saat kampanye, intinya keberpihakan pada rakyat, harus melibatkan rakyat, sudah jelas seperti ini, lalu ada berita "tidak bisa mengadu langsung ke Gubernur" artinya warga Jakarta sudah jelas dilarang untuk mengadu langsung. Cukup tidak konsisten bukan?

    Tapi mengapa bisa Anies menampik isu tersebut dengan seolah-olah ingin menyelesaikan masalah tanpa merepotkan warga?

    Lalu dalam pemberitaan yang dirilis detik tersebut, Anies seolah-olah masih ingin mencari formula pelaporan warga yang efektif. Seolah-olah dia kasihan dengan warga yang harus datang dari jauh untuk melapor kepadanya.

    Kalau warga sudah datang ke Balai kota artinya warga sudah dengan senang hati, datang penuh iklas, untuk mengadu ke Gubernurnya, berharap supaya aspirasi itu cepat langsung diproses, diselesaikan, bukan menunggu lama, yang akhirnya permasalahan yang diadukan tidak selesai.

    Jakarta kalau mengadu hal-hal kecil dan tidak perlu repot ke Balai kota sebenarnya sudah mempunyai sistem yaitu aplikasi Qlue yang terintegrasi dengan layanan Jakarta Smart City, program pak Basuki

    Tapi Anies disini masih mengada-ngada seolah program tersebut tidak ada, jadi masih harus memikirkan alternatifnya. Pada dasarnya Anies kelabakan dengan sistem yang ia buat, berniat tidak mau meniru program yang sudah dikerjakan oleh pak Basuki, malah nyatanya menjadi senjata makan tuan untuk dirinya sendiri, sebuah blunder yang teramat sangat mengingat Anies dengan segala fasilitas tidur di kantornya itu, ada kasur, diganti wallpaper juga parfum, ruang kerja se-cozy mungkin itu, malah membuat Anies memiliki kesan, ogah kerja ogah capek sebagaimana orang menyebutkan biasanya.

    Lantas karena kebijakan yang dia keluarkan itu nyatanya bertentangan dengan kenyataannya, padahal, dihari pertama dia kerja, hingga hari ini, masyarakat yang datang untuk mengadupun sebenarnya sudah sedikit sekali yang datang, antara tidak minat? Atau memang belum memiliki masalah? Atau tidak percaya masalah akan bisa diselesaikan oleh Anies? Entah gagasan apa yang dipercaya, yang jelas dengan kebijakan warga DKI tidak bisa lagi mengadu langsung ke gubernur sangat tidak bisa dibenarkan.

    Lalu karena viral, dan menjadi bahan nyinyiran netizen, atau masyarakat Jakarta, lantas disini Anies lagi-lagi bermain cantik, seolah-olah tidak ada larangan untuk mengadu langsung ke Gubernur, rekam jejak ada, bukti nyata sudah kelihatan, tapi dia masih bisa bermain kata, disinilah hebatnya Gubernur terpilih Jakarta baru periode 2017 - 2022

    Sekiranya dengan ini, kita harus terus mengawal, artinya selama kebijakan yang dia ambil merugikan masyarakat, sesegera mungkin kita harus membuatnya viral, karena pasti dengan viral, Anies akan sesegera mungkin menampik kebijakan yang nyatanya dia buat. Dia akan melakukan revisi, permainan silat kata, lalu menjadi superhero seakan-akan kebijakan dari permasalahan yang ia ambil tersebut tidak pernah ada.

    Jangan mau diam dengan segala aktivitas atau gerak-gerik yang jelas merugikan rakyat, mari kita kawal kebijakan Anies-Sandi bersama.


    Penulis :  Bani    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tak Konsisten, Setelah Viral Kebijakan Dirubah, Kini Anies Pakai Cara Ahok Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top