728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 02 Oktober 2017

    #Warta : SN itu Setya Novanto apa Sembilan Naga atau Saya Ngarang?

    Memang sulit untuk dipercaya, tapi begitulah yang terjadi. Sulit dibuktikan, tapi opini orang-orang rasanya masuk di akal bahwa negeri kita ini dikuasai mafia. Bagaimana bilang tidak, di negeri ini nyata “ada yang rumahnya terbuat dari baja, tubuhnya dari besi” yang praktis membuat timah hukum sulit menembus.
    Kehebatan SN [Cover Majalah Gatra]

    Pemandangan menggetirkan baru saja kembali tersaji. Setya Novanto, politisi Golkar yang juga merupakan mantan Ketua DPR sudah amat sangat yakin dijerat dengan pasal korupsi ala KPK. KPK sendiri di satu sisi adalah lembaga antirasuah yang dalam sejarahnya sejak berdiri tidak pernah terjadi ada yang lolos dari persangkaan korupsi yang ditetapkannya. Namun, kejadian kemarin 29 September 2017 seketika menjadi antitese dari perjalanan sejarahnya tersebut. Setya Novanto dinyatakan lolos.
    Saya tidak begitu tertarik untuk mendalami kemungkinan adanya praktek permafiaan di balik bebasnya Novanto. Bukan karena saya takut mengungkap ke publik sejumlah indikasi yang mengarahkan kita pada pembenaran kesimpulan terhadap kecurigaan tersebut, melainkan karena rata-rata sudah teramat banyak yang mengulasnya secara runtut. Penulis di portal seword sendiri tidak kehitung jumlahnya yang sudah mengulas.

    Lalu, apakah yang akan saya bagikan pada kesempatan ini? Yang hendak saya bagikan justru hal remeh-temeh. Simak berikut ini.

    Negeri Ini Takluk di Hadapan SN

    Pembaca mungkin langsung berpikir SN yang saya maksudkan adalah Setya Novanto. Itu memang benar. Namun SN di sini bukan sekadar inisial buat politisi belut berlumur oli tersebut saja. Sebab selain dia, SN juga berarti Sembilan Naga. Siapa Sembilan Naga?

    “Mas Aven…, kamu harus tahu, negeri kita ini sudah lama ditentukan oleh Sembilan Naga. Empat dari 9 naga tersebut saya kenal secara pribadi”, demikian kata seorang pengusaha nasional yang kebetulan cukup dekat dengan saya. Perkataan kenalan saya tersebut terjadi pada tahun 2015 lalu saat dunia dilanda ancaman inflasi global akibat jatuhnya harga saham FedEx. Saat itu saya termasuk orang yang kemakan mainan media bahwa negeri kita bakalan ikut terdampak.
    Bahkan Sakit pun Dibuat Jadi Mainan untuk Ulur Waktu Guna Mencari Celah untuk Lolos. Dan ya…Bingo! Hakim pada Sidang Praperadilan Menyatakan, SN Tidak Bersalah.

    “Tidak”, kata kenalanku tersebut. “Kita akan terdampak apabila 9 Naga ini masih bisa menjaga stabilitas usahanya. Tinggal bagaimana pemerintah mampu menjalin komunikasi dengan mereka secara arif”, demikian dia menjelaskan.

    “Memangnya, siapa Sembilan Naga itu, Pak?”, tanyaku.
    “Sembilan Naga adalah sembilan orang pengusaha kelas paus di negeri ini. Mereka menguasai dari hulu sampai hilir perekonomian kita”, demikian beliau menjelaskan. “Karena menguasai dari hulu sampai hilir, maka mereka bisa mendikte siapapun penguasa di negeri ini”, lanjutnya.

    Selanjutnya beliau tidak berkenan membeberkan siapa saja 9 orang itu saat kudesak. Katanya identitas mereka memang tidak perlu saya ketahui, cukup ketahui saja bahwa Sembilan Naga adalah “invisible hands” di balik jatuh bangunnya perekonomian kita sebangsa. Hebatnya, mereka tak tersentuh hukum, tak tersengat manuver-manuver politik. Menurutnya, meski dunia pada kacau-balau akibat krisis moneter, kesembilan pengusaha yang dia maksud malah bisa saja akan membuat Indonesia tetap tegak berdiri kokoh tak terdampak krisis.

    Jelas, ucapan kenalan yang sudah kuanggap bagai abangku sendiri tersebut menerbitkan tanda tanya di benak pembaca sekalian. Ah, masak iya sih? Saya akan menjawab Anda pembaca bahwa itu bisa saja terjadi. Kenapa? Karena tidak semua kasus, tidak semua kejadian mampu dinalar secara sehat.
    Tengok peristiwa 29 September 2017 kemarin itu! Setnov yang sudah nyata-nyata ditersangkakan oleh KPK soal praktek korupsi di balik proyek pengadaan e-KTP malah berakhir lolos. Padahal, sekali lagi, KPK tidak akan mungkin sembarangan menetapkan seseorang menjadi tersangka sebab selalu didasarkan pada dua alat bukti sahih dan meyakinkan. Namun kenapa tetap lolos juga Setnov? Itulah. Tidak semua hal bisa dinalar secara sehat.
    Sepertinya Publik Telah Salah Berdoa

    Nah, peristiwa 29 September 2017 kemarin pun seakan mengingatkan saya pada obrolan kami tersebut. Mungkinkah, ke-9 naga kata kenalanku tersebut, salah satunya adalah Setya Novanto? Wallahualam. Tapi menariknya baik Setya Novanto maupun Sembilan Naga, bila diinisialkan maka akan ketemu SN.

    Menariknya lagi adalah fakta bahwa dalam 6 kasus sebelumnya, Setnov selalu lolos. Kasus-kasus tersebut adalah berikut ini:

    1. Cessie Bank Bali (1999)
    2. Beras Vietnam (2003)
    3. Limbah B3 (2006)
    4. Proyek PON Riau (2012)
    5. Papa Minta Saham (2015)
    6. Etik Trump (2015)
    Yang ke-7 adalah kasus e-KTP ini.

    Terkait selalu lolosnya Setnov dari jerat hukum dalam tujuh kasus ini, warganet pun beramai-ramai mengomentari dengan nada kocak tapi sebenarnya ungkapan kegetiran tentang mirisnya pemandangan hukum di negeri ini yang belum juga menunjukkan tajinya sebagai panglima penegakan keadilan sosial.

    Di antaranya ada yang bilang, “Bila Setnov bangun kesiangan, yang akan minta maaf adalah matahari” seolah mataharinya terbit lebih cepat yang membuat Setnov jadi bangun kesiangan. Ada lagi yang bilang, “Jika Setnov kentut saat pimpin rapat di Ruang Sidang DPR di Senayan, yang salah adalah telinga dan hidung para peserta sidang”. Kocak-kocak memang.
    Ekspresi Kekesalan Para Warganet

    Tapi, mari melupa komentar-komentar kocak tersebut. Pembaca kuajak untuk kembali melihat bahwa jangan-jangan SN itu tidak cuma berarti Sembilan Naga dan Setya Novanto melainkan juga Sembilan Nyawa Setya Novanto. Terbukti sudah tujuh kali lolos dari jerat maut jeruji kasus hukum. Barangkali kasus ke-10 baru akan bisa bikin sang brahmana tumbang lunglai terkapar. Amin. #eh

    Hanya saja, pembaca sekalian perlu pula terpekur merenung, rasa-rasanya negeri kita ini benar-benar takluk ya di bawah kuasa SN??  Sebab, bila benar apa yang dikatakan kenalan saya di atas tentang “kesaktian” yang dimiliki kelompok yang disebutnya Sembilan Naga, nyatanya kesaktian yang sama juga terdapat dalam diri Setya Novanto. Bila kini Sembilan Naga tidak berdaya karena membentur tembok bernama Presiden Jokowi, SN dalam diri Setya Novanto tetap menunjukkan bukti kalau negara ini kalah di hadapan yang namanya SN.

    Ini tentu makin memperpanjang deretan ketidakberdayaan negara ini di hadapan SN lainnya yakni Saya Ngarang. Saya Ngarang yang kumaksudkan di sini ialah hoax-hoax yang disebarkan oleh warganet yang tidak bertanggung jawab di lini-lini massanya. Lihat tuh si Jonru Ginting atau juga jaringan Saracen sebelum mereka ditangkapi satu per satu. Postingan-postingan mereka banyak yang merupakan penyesatan publik. Hebatnya, ada saja yang mau percaya, sudah begitu, negara pun seakan terkesan membiarkan mereka ngarang bebas sebelum akhirnya Saracen berikut Jonru ditangkap.

    Hanya saja, pasca mereka ditangkap, dampak yang telah mereka timbulkan dari postingan sesatnya sudah banyak yang jatuh sebagai korban. Jadi ya, negara tidak bisa disebut berhasil. Sebab, siapa menjamin bahwa para korban ini tidak akan tampil menjadi Saracen dan Jonru baru lagi?
    Selanjutnya, Saya Ngarang atau hoax lainnya adalah mereka yang kemarin sepanjang bulan September, sebagaimana September-september pada tahun-tahun sebelumnya, massif memosting di dunia maya tentang isu kebangkitan PKI. Bagaimana mungkin bisa bangkit, ideologi itu belum ada satu negara pun yang sukses menjalankannya. Tentang itu, pembaca bisa tengok kembali nukilan saya pada link ini:
    • https://seword .com/politik/g30s2017-waspadalah-pakde-jokowi/
    Kalaupun ada yang akan coba menegakkannya kembali di atas dunia ini, rasa saya, dia akan hancur dengan sendirinya karena dunia sekarang sudah nyaman pada zona liberalisme dan individualisme berkat makin meningkatnya laju perkembangan tekhnologi. Atau bagaimana menurut Anda, Pembaca?





    Penulis   :  Aven Jaman   Sumber   :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : SN itu Setya Novanto apa Sembilan Naga atau Saya Ngarang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top