728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 03 Oktober 2017

    #Warta : Prabowo Kapok dengan Elit Politik di Jakarta. Anis-Sandi, Politisi Gerindra, PKS atau Asma Dewi?

    Prabowo Subianto bapa dari partai Gerindra seorang politisi yang berpengaruh bagi Gerindra, PKS, PAN yang merupakan partai-partai pengusung Prabowo-Hatta pada pilpres 2014. Kekalahannya dari Jokowi tidak membuatnya surut untuk terus berpolitik dengan menjadi oposisi bagi pemerintah.

    Oposisi pada hakikatnya merupakan kekuatan untuk menyeimbangkan kekuasaan pemerintah agar tidak menjadi pemerintahan yang tiran. Oposisi yang baik adalah oposan yang fair dan menyuarakan kritik bila pemerintah dianggap gagal. Namun bila pemerintah sudah melakukan pekerjaan dengan baik, akuilah keberhasilan pemerintah. Tindakan kritis dilakukan dengan jalan positif, bukan dengan hoaks seperti yang dilakukan oleh Saracen. Sungguh sangat disayangkan bila ada dugaan yang mengarah pada Gerindra sebagai salah satu partai yang memanfaatkan Saracen karena Asma Dewi penyetor uang ke Saracen sering menampilkan gambar dirinya bersama politisi Gerindra, bahkan dengan Prabowo Subianto.

    Pilkada Jakarta menjadi titik pertaruhan Gerindra melawan PDIP. Dendam atas kekalahan pada Pilpres 2014 sepertinya terbalas dengan kemenangan Anies – Sandi. Pada saat kampanye bagi pasangan Anies-Sandi, Prabowo menyatakan bahwa kemenangan calon dari Gerindra di Jakarta pasti berdampak besar untuk membawanya ikut berkompetisi dalam Pilpres 2019.

    Rencana Prabowo untuk ikut dalam Pilpres sudah dipersiapkan. Namun rupanya kali ini Prabowo melakukan perombakan terhadap personil yang akan menjadi kawan sejawatnya.

    Mengapa perubahan personil? Rupanya Prabowo kecewa terhadap konco-konco dalam mewujudkan ambisi politiknya terlaksana. Kekecewaan itu seperti yang diungkapkannya saat acara deklarasi pasangan Ahyar Abduh – Mori Hanafi yang digadang-gadang maju ke Pilkada NTB 2018 di Lapangan Umum, Masbagik, Lombok Timur hari Minggu 1 Oktober 2017.

    Siapa mereka? Prabowo memang tidak menyebut nama-nama mereka. Ia hanya mengatakan kapok bergaul dengan para elite di Jakarta. Senyum mereka oleh Prabowo disebut penuh kebohongan dan kepalsuan.

    Terkait dengan senyum penuh kebohongan dan kepalsuan, rasanya Prabowo sudah punya pengalaman sejak masa mudanya. Ia adalah mantan menantu dari Haji Muhammad Soeharto yang dikenal dengan sebutan jendral yang murah senyum. Kesatuan hidup Prabowo dengan HM. Soeharto  berakhir dengan perpisahan karena perceraiannya dengan Titiek Soeharto. Bahkan ia disinyalir melakukan kudeta terhadap Soeharto dan hijrah ke Yordania.

    Kembali pada pertanyaan siapakah mereka yang disebut Prabowo sebagai politisi pembohong?

    Prabowo menyebut bahwa: para elite itu pintar. Menurutnya kepintarannya tidak perlu diragukan dan bukan main. Kadang gelarnya banyak sekali, meski tak tahu darimana gelarnya tersebut.

    Apakah mungkin ini adalah Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Ahmad Dhani, Tifatul Sembiring, atau elite-elite partai politik yang dulu mendukungnya di pilpres? Apakah Prabowo sudah tidak percaya lagi pada petinggi PKS, PAN, bahkan elite di dalam tubuh Gerindra sendiri? Tidak ada kejelasan dari hal itu. Kita hanya bisa menduga-duga saja.

    Pernyataan tentang kapoknya Prabowo terhadap elite di Jakarta ditutupnya dengan ucapan bahwa dalam demokrasi dibutuhkan rakyat yang sadar, rakyat  pintar dan rakyat yang tidak bisa dibohongi. Bagi saya, rakyat pintar itu adalah rakyat yang kritis dan tidak percaya pada hoaks dan itu rasanya ada pada kubu pakdhe.

    O ya, Prabowo juga menyebut jika semua televisi dibayar. Tuturnya, ‘Jika orang kaya benar cinta tanah air dan cinta Merah Putih serta rakyat tentu saja tak mungkin rakyat seperti yang sekarang ini. Saya melihat jika itu cinta sama kantong mereka sendiri’.  Apakah tokoh yang disebut ini adalah bos TV One si Aburizal Bakri? Selama kampanye pilpres 2014, TV One sangat getol menyanjung tinggi Prabowo Subianto dan memberitakan Jokowi dengan berita miring. Bukan hanya saat pilpres saja. Saat inipun stasiun televisi ini masih sering menyiarkan berita-berita yang memberitakan bahwa pemerintahan Jokowi seolah gagal.

    Mendengar tuturan Prabowo yang kapok dengan elite di Jakarta ini kita diingatkan pada pepatah dalam dunia politik. Tidak ada kawan abadi dan tidak ada lawan abadi sebab yang ada ialah kepentingan yang abadi.

    Politik yang didasarkan pada kepentingan perseorangan, kelompok, golongan merupakan hal yang berbahaya  bagi kehidupan  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Selain karena kepentingan, bisa jadi Prabowo menjadi muak dengan para politisi di Jakarta karena sudah banyak berkorban bagi mereka untuk urusan politik. Korban waktu, tenaga, harta dan tentu saja korban perasaan dan semua pengorbanannya sia-sia.

    Bangsa ini sudah kenyang dengan pengalaman itu. Prabowo memiliki kepentingan yaitu pencapresan di 2019 dan memenangkan pertarungan itu. Sekiranya Anies Baswedan – Sandiaga Uno, Fadli Zon, Achmad Dhani, Aburizal Bakri, Asma Dewi, politisi PKS, PAN, Gerindra sudah tidak lagi mampu mengakomodir kepentingannya, tentu mereka akan disingkirkan dari hadapan Prabowo.

    Karena mereka tidak memuaskan lagi bagi Prabowo, pantaslah jika akhirnya Prabowo mengatakan muak pada politisi di Jakarta itu dan berikutnya hubungan mereka akan diputus. Oh sakitnya…






    Penulis :  Wisnu Sapto Nugrohoi   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Prabowo Kapok dengan Elit Politik di Jakarta. Anis-Sandi, Politisi Gerindra, PKS atau Asma Dewi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top