728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 17 Oktober 2017

    #Warta : Polemik Pribumi, Anies Tak Perlu Khawatir, Ada JK yang Membelanya

    Sebelumnya, saya sempat mencoba positif thinking terhadap Anies-Sandi. Saya berharap keduanya mampu meneruskan perjuangan Ahok-Djarot. Namun sejak mendengar pidato kontroversi Anies saat dia menyebut istilah “Pribumi”, tak butuh waktu lama untuk melunturkan positif thingking saya. Serta merta saya kembali pesimis Anies-Sandi mampu membawa Jakarta lebih baik lagi.

    Janji manis Anies yang katanya akan menyatukan warga Jakarta yang sempat terkotak-kotak seolah hanya bualan belaka. Anies tidak berupaya menyatukan warga Jakarta, namun semakin ingin memecah belah warga Jakarta. Tentu lucu mendengar Anies berbicara soal pribumi padahal dia sendiri adalah keturunan Arab. Lebih lucu lagi Anies adalah mantan Menteri Pendidikan yang sepertinya hampir mustahil dia tidak mengetahui sejarah bagaimana pada tahun 1998, BJ Habibie sudah meneken Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 26 tentang penggunaan istilah pribumi dan non-pribumi yang pada intinya menghapus penggunaan istilah pribumi dan non-pribumi.

    Saya yakin Anies paham tentang Inpres No. 26 ini. Saya menduga ada udang dibalik batu dibalik pernyataan kontroversi ini. Entah apa tujuan Anies menyebut istilah pribumi, saat ini yang tahu hanya dia dengan Tuhan. Yang pasti pidato Anies kembali membuat suasana gaduh. Pendukung Ahok yang sedang mencoba move on kembali dibuat kecewa dengan pernyataan Anies yang sarat akan sara.

    Dengan jabatan barunya, saya yakin Anies semakin tidak ragu lagi untuk melontarkan pernyataan yang dia suka, termasuk kritik sana-sini. Itulah karakternya. Kita bisa melihat ketika masih dalam masa kampanye, begaiman dia begitu jumawa merendahkan kinerja Ahok-Djarot. Saya yakin karakter itu sulit dirubah. Mengharapkan karakter Anies seperti Ahok yang melayani rakyat seperti mengharapkan salju di musim panas.

    Selain telah memiliki jabatan, ada faktor lain yang membuat Anies lebih percaya diri untuk melontarkan pernyataan yang dia suka. Posisi Anies semakin kuat. Dia mendapat dukungan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, Gerindra dan PKS juga siap menjadi bamper untuk Anies.

    Saat Jokowi lebih memilih diam dan tidak ikut mengomentari polemik pidato Anies, Jusuf Kalla justru angkat bicara. Beliau membela Anies. Beliau mengatakan bahwa maksud pidato Anies tersebut mengenai sejarah kolonial.

    "Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam zaman kolonial," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (17/10).

    Dia menilai dalam rekaman sangat jelas konteks pernyataan 'Pribumi' mendeskripsikan rentetan sejarah Indonesia.

    "Jadi jangan hanya potong satu kata, dalam konteks apa dia bicara. Dia bicara dalam konteks kolonial karena itu harus bangkit," ucapnya.

    JK menegaskan Anies tidak dalam posisi salah ketika melontarkan pernyataan soal 'Pribumi'. Namun dia melihat publik bisa saja menyalahkan Anies jika pernyataan tersebut masuk dalam ranah diskriminasi.

    Melihat pembelaan yang dilakukan oleh JK, wajar jika Anies semakin berani melontarkan pernyataan-pernyataan yang memicu kegaduhan. Tak perlu khawatir, toh ada JK yang siap membelanya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sejak awal JK lah yang mengusulkan nama Anies sebagai kandidat penantang Ahok di Pilkada DKI 2017. Kemenangan Anies menjadi hal yang sangat diinginkan oleh JK.

    JK seperti sudah menyadari bahwa dirinya hampir pasti tidak digandeng lagi oleh Jokowi di Pilpres 2019. JK tidak ingin kehilangan pengaruh di Indonesia. Jika pun dia tidak lagi mencalonkan diri bertarung di Pilpres 2019 karena usianya yang semakin uzur, dia tetap tidak ingin kehilangan pengaruh. Bukan mustahil salah satu agar dirinya tetap berpengaruh adalah dengan mengorbitkan sosok yang potensial menjegal Jokowi di Pilpres 2019.

    Setelah mencapai kursi Gubernur DKI, Anies sangat potensial untuk mencapai kursi RI-1. Anies pun saya yakin ingin menuju kursi RI-1. Munafik jika Anies tidak ingin kursi RI-1. Bukan mustahil jika JK memang sudah mempersiapkan Anies agar dia bisa menjadi penantang serius di Pilpres 2019, atau paling tidak di Pilpres 2024, nama Anies menjadi paling favorit.

    Jika Jokowi memenangi Pilpres 2019, maka beliau tidak bisa ikut Pilpres 2024. Saat itu, akan ada orang baru yang menjadi presiden. Bukan tidak mungkin Anies akan mengincar Pilpres 2024, jika di Pilpres 2019 dia belum bisa menjadi capres maupun cawapres.

    Saya yakin JK tentu tidak ingin kehilangan pengaruh setelah lengser nanti. Mengorbitkan Anies bisa menjadi alternatif dirinya untuk menanamkan pengaruhnya di Indonesia.


    Penulis  : saefudin achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Polemik Pribumi, Anies Tak Perlu Khawatir, Ada JK yang Membelanya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top