728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 05 Oktober 2017

    #Warta : Pesan Spiritual Buat Eggy Sudjana

    BUNG Eggy Sudjana yang baik hati lagi bijaksana. Luar biasa, Anda belakangan ini semakin populer saja setelah dipercaya menjadi pengacara Rizieq Shihab dan terakhir pernyataan Anda tentang agama paling sah di Indonesia yang videonya kemudian viral di dunia maya.

    Begitu pintarnya Anda, di video itu, Anda berkata bahwa agama yang paling sah dan pantas hidup di negara yang sama-sama kita cintai (Indonesia) adalah Islam. Sedangkan lima agama lain (Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu), menurut Anda, harus dibubarkan.

    Anda berbicara seperti itu dalam konteks Perppu Nomor 2 Tahun 2017 yang sedang diributkan oleh kelompok Anda. Di awal, Anda bilang: “Pengetahuan saya mungkin terbatas, tapi boleh diuji secara intelktual.”

    Ah, jangan merendah begitu Bung Eggy. Pengetahuan Anda tidak terbatas, tapi super. Buktinya, Anda dengan begitu percaya diri menyebut tidak ada agama lain di luar Islam yang sesuai dengan Pancasila.

    Bak seorang teolog, Anda bahkan menyimpulkan selain Islam, agama lain yang selama ini diakui oleh negara, tidak punya konsep tentang Tuhan. Karenanya, begitu keyakinan Anda, di luar Islam, agama lain bertentangan dengan sila pertama Pancasila (Ketuhanan Yang Maha Esa).

    Bagaikan seorang “negarawan” (mudah-mudahan sedang tidak lupa ingatan), Anda berkata: “Tadi saya sudah ingatkan, konsekuensi hukum jika Perppu diterima, maka hukum berlaku, berkekuatan hukum tetap dan mengikat, maka konsekuensi hukumnya ajaran selain Islam harus dibubarkan.”

    Pertanyaan saya Bung Eggy, dalam Perppu, ideologi apa toh yang jelas-jelas dilarang dan tidak boleh hidup di negeri ini? Yes, saya sependapat dengan Anda, yaitu ideologi di luar Pancasila.

    Jika Anda sependapat dengan saya, ideologi komunis juga tak boleh hidup di Indonesia. Saya setuju dan ngeri jika PKI bangkit sebagaimana teman-teman Anda gembar-gemborkan lewat berbagai unjuk rasa dan kumandangkan melalui TOA di masjid-masjid.

    Perppu No 2/2017 sekaligus sebagai senjata ampuh untuk menolak dan mencegah PKI bangkit meskipun sampai sekarang saya masih penasaran di mana keberadaan 15.000.000 anggota PKI gaya baru yang kerap disebut-sebut pensiunan jenderal Kivlan Zen.

    Anggaplah 15.000.000 anggota PKI milenial itu ada, sungguh sangat mengerikan jika tiba-tiba mereka eksis. Oleh sebab itu, menurut saya, Perppu No 2/2017 yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi adalah teman sejati bagi mereka atau siapa pun yang tidak menghendaki ideologi komunis eksis di tengah-tengah kita.

    Lalu jika Anda dan teman-teman Anda menolak Perppu tersebut, izinkan (maaf) saya bertanya kepada Anda: “Anda itu sebenarnya siapa? Pembela komunis?”

    Anda pasti tidak senang mendengar pertanyaan di atas, karena Anda pasti akan menjawab: “Saya Islam”.

    Tahukah Anda bahwa komunis tidak identik dengan atheis. Silakan baca lagi buku sejarah dan cerita-cerita saudara kita yang telah dicap sebagai PKI oleh rezim Orde Baru.

    Orang-orang yang divonis sebagai PKI itu beragama. Jika ia Kristen, ia rajin beribadah dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat-nya. Jika Islam, mereka rajin salat lima waktu seperti Anda.

    Oleh sebab itu saya tidak habis pikir jika Anda mengatakan saudara-saudara Anda yang beriman di luar Islam itu tidak layak hidup di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila, padahal mereka jelas-jelas tidak mengenal komunis.

    Maaf kalau saya salah tafsir. Apakah dengan demikian Anda menghendaki agama di luar Islam sebaiknya dibubarkan dan penganutnya mualaf semua, sehingga tujuan Anda mengkhilafahkan Indonesia lebih gampang?

    Berterus teranglah Bung Eggy. Jika memang Anda ingin memperjuangkan khilafah eksis di Indonesia seperti cita-cita para tokoh DI/TII puluhan tahun yang lalu, ngomonglah terus terang.

    Menurut saya itu jauh lebih sportif dan elegan daripada ngomong ngelantur menyudutkan dan menghina agama di luar agama yang Anda yakini.

    Cobalah Anda introspeksi. Jika omongan Anda di balik, kata Islam diganti dengan Kristen, Hindu, Budha, Katolik, Konghucu, sehingga (sekali lagi maaf) bunyinya: “Islam tidak sesuai dengan Pancasila dan sebaiknya dibubarkan”, bagaimana perasaan Anda?

    Andai kata yang berbicara seperti itu Ahok misalnya, saya dapat pastikan Anda dan kelompok Anda akan marah besar dan melakukan aksi unjuk rasa hingga ratusan jilid.

    Beruntung penganut agama yang akan Anda eliminasi di negeri ini konsisten dan konsekuen menjalankan ajaran-Nya, yaitu tidak mengapa-apakan Anda. Anda tidak minta maaf, mereka pun sudah memaafkan Anda, sebab mereka beriman dan hanya bisa berdoa: “Ya Tuhan ampuni saudaraku Eggy Sudjana, sebab dia tidak tahu apa yang dilakukannya.”

    Sudah banyak contoh Bung Eggy. Masih ingat peristiwa orang ngamuk membawa gergaji dan kapak di Rumah Susun Pulogebang karena tidak suka melihat anak-anak sekolah minggu memuji dan menyembah Allah?

    Mereka yang percaya kepada Yesus Sang Pengasih di Pulogebang ternyata sanggup memaafkan sang pembawa gergaji dan kapak. Bung Eggy, apa yang akan terjadi jika yang diserang adalah anak-anak yang sedang belajar mengaji? Saya berharap semoga ada pula pengampunan.

    Bung Eggy, sudahlah, saudara-saudara kita yang minoritas di negeri ini sudah sangat menderita dan terpinggirkan. Hidup mereka penuh dengan gangguan dan cobaan. Jangan Anda menambah penderitaan mereka meski cuma sebatas omongan.

    Berbicaralah Anda dengan diri sendiri dan Tuhan lewat doa tahajud. Sembahlah Allah yang Anda sembah. Jika Anda khusuk berdoa, Anda pasti akan melihat Tuhan yang mungkin sama dengan Tuhan yang juga disembah oleh umat lain yang Anda ingin nistakan.

    Kita memang berbeda dalam iman, tapi sama dan bersaudara dalam kemanusiaan. Kita sama-sama hidup di sebuah negeri indah hadiah nan-luar biasa dari Sang Maha Agung, Allah SWT.







    Penulis   :   Gantyo Koespradono  Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Pesan Spiritual Buat Eggy Sudjana Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top