728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Oktober 2017

    #Warta : Pak Dhe, Awas Jebakan Reklamasi

    Ini adalah tulisan pertama saya, pasca pergantian platform dari Seword. Sebenarnya saya, ingin menulis topik yang lain, tapi saya menganggap bahwa masalah reklamasi ini jauh lebih penting untuk ditulis. So, cekidot…..

    Gubernur Baru

    Sebagaimana kita tahu, 15 Oktober kemarin adalah tanggal pelantikan Gubernur DKI Jakarta yang baru. Salah satu poin penting dalam kampanye paslon ini adalah penolakan terhadap reklamasi. Hal ini jelas bertentangan dengan Gubernur DKI yang lama, pasangan Ahok Jarot yang mendukung reklamasi.

    Sebenarnya mengapa sih Ahok Jarot, menginginkan reklamasi dilanjutkan? Saya tulis singkat-singkat saja ya, untuk keterangan lebih lanjut, silakan cari sendiri datanya • Memperluas daratan Jakarta, karena wilayah di Jakarta sudah begitu padat • Perencanaan pembangunan Giant Sea Wall, yang diharapkan dapat mengurangi banjir di Jakarta terutama yang diakibatkan oleh rob.

    • Penyediaan air bersih untuk wilayah Jakarta. Sebenarnya Poin 2 & 3 tidak ada kaitan langsung dengan reklamasi, tapi waktu Ahok menjabat, dia berharap 15% kontribusi tambahan dari pengembang, dapat digunakan untuk membiayai dua proyek raksasa ini, yang biayanya sangat-sangat besar. Untuk penjelasan lebih lanjut para pembaca Seword bisa baca di link ini • Perluasan pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia • Dan sebagainya, dan lain-lain, dan seterusnya

    Dalam pandangan saya pribadi, penolakan Anies Sandi terhadap proses reklamasi pada saat kampanye, hanyalah sebuah pencitraan semata, sesederhana itu. Mereka mencoba berlagak sebagai “pahlawan untuk rakyat kecil”, tanpa ada kejelasan rakyat kecil mana yang dimaksud. Kalau kita melihat alasan singkat dari mengapa reklamasi harus dilanjutkan, maka kita tahu bahwa upaya reklamasi ini juga bertujuan untuk mensejahterakan warga Jakarta, termasuk rakyat kecil tentunya Mengapa menolak reklamasi?

    So, apa alasan yang digunakan Anies Sandi menolak reklamasi? Lalu saya akan memberikan sanggahannya. Sekali lagi, saya hanya menuliskannya secara singkat saja.
    1. Reklamasi akan merusak lingkungan. Betulkah reklamasi akan merusak lingkungan, menghancurkan ekosistem, dsb? Betul sekali. Persoalannya adalah, lingkungan di perairan teluk Jakarta memang sudah rusak. Pencemarannya sudah amit-amit jabang bayi, sedimentasi, kehancuran terumbu karang dan sebagainya. Menurut saya, tinggal dihitung lah, lebih banyak manfaatnya atau mudaratnya? Lagian, bukankah barusan analisa Amdal yang baru, sudah memberikan lampu hijau untuk reklamasi.
    2. Reklamasi akan menghilangkan mata pencaharian nelayan. Ini kebohongan besar. Yang pastinya terjadi adalah, harus ada penyesuaian yang dilakukan oleh para nelayan. Para nelayan di Jakarta, memang selama ini tidak mungkin mencari ikan di perairan teluk Jakarta, karena pencemaran logam berat tadi. Mereka pasti mencari ikan di perairan yang agak jauh dari sana. Pasca reklamasi, ada kemungkinan, mereka harus mencari ikan di tempat yang lebih jauh lagi. Tapi saya yakin, pemda DKI bisa menyediakan berbagai fasilitas dan subsidi bagi para nelayan, dengan memanfaatkan 15% kontribusi dari pengembang reklamasi. Dan pada jaman Ahok Jarot, itu terbukti bisa dijalankan
    3. Reklamasi mengakibatkan pantai akan dikuasai sebagian orang saja. Bagi saya, ini adalah pandangan gobl*k yang lain. Emang dari dulu, Jakarta tidak punya pantai yang gratis yang layak untuk dinikmati. Kalau pingin ke pantai yang bagus, ya musti bayar. Omong kosong kalau dikaitkan dengan Sunda Kelapa dan nyiur melambai. Itu sudah masa lalu. Emangnya Bukit Duri, masih penuh belukar berduri?
    4. Masih ada yang lain. Yup, sabar. Sebentar lagi
    Jokowi dan jebakan reklamasi

    Saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa Anies Baswedan bukan orang bodoh. Setiap kalimat yang dia ucapkan, sudah dia rencanakan dengan matang, walau mungkin ada penyesuaian di sana sini. Penolakan terhadap reklamasi memang sudah menjadi janji kampanye yang harus ditepati. Di lain pihak, ternyata bola liar reklamasi, dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Presiden Jokowi.

    Kita sudah menyaksikan hasil survey tentang kinerja Jokowi selama tiga tahun ini, dan kepuasan masyarakat mencapai angka yang sangat menarik, yaitu 68%. Maka diatas kertas, tidak ada satupun hal yang bisa menghalangi Jokowi melangkah menuju periode ke-2 dalam masa kepemimpinannya tahun 2019 nanti.

    Pembaca Seword yang budiman, mari kita lihat betapa terstruktur, sistematis dan masif-nya, framing-framing yang selama ini dilontarkan terhadap Pak Dhe oleh lawan-lawan politiknya Jokowi adalah keturunan China, dia adalah PKI, non muslim Apa saja buktinya?

    • Banyak sekali proyek Jokowi yang bekerja sama dengan Republik Tiongkok
    • Pesawat yang dibeli oleh TNI masa ini, banyak yang buatan Rusia
    • Jokowi sudah dua kali meninggalkan jabatannya dan menyerahkan jabatannya kepada wakilnya yang non muslim
    • Masih banyak lagi yang lain Bola liar isu jutaan tenaga kerja asing asal China, bahkan hingga isu bangkitnya PKI yang akhirnya menyebabkan booming-nya nobar film propaganda Orde Baru, jelas tidak boleh dianggap enteng.

    Pada saat ini, penolakan Gubernur DKI terpilih terhadap reklamasi, jelas harus disikapi secara super hati-hati oleh pemerintahan Jokowi JK. Bila reklamasi ini tidak dilanjutkan, maka akan timbul beberapa komplikasi. Bagaimana mengembalikan uang para pengembang yang sudah melaksanakan pembangunan pulau reklamasi sejak lama? Bagaimana dengan proyek-proyek yang sudah direncanakan Ahok Jarot, terutama masalah solusi pengendalian banjir di Jakarta? Kita tahu sendiri, Anies dan Sandiaga sama sekali tidak punya konsep untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut. Bagi mereka, yang paling penting adalah itikad baik. R#pamu……

    Luhut Panjaitan sudah mengumumkan pembatalan moratorium reklamasi. Bila Anies Sandi tetap menolak reklamasi, ini bisa berbahaya. Disatu pihak, ada kepentingan masyarakat luas yang harus diutamakan. Di lain pihak, bila Jokowi terlalu ngotot agar reklamasi harus tetap dilanjutkan, maka framing bahwa pemerintahan Jokowi pro kepada China dan pengusaha aseng akan lebih gencar didengung-dengungkan. Pemerintahan Ahok Jarot yang mempunyai tingkat kepuasan begitu tinggi, bisa dijatuhkan dengan isu-isu murahan dengan jualan agama dan ras. Tidak tertutup kemungkinan, metode yang sama akan diterapkan lagi kepada Jokowi pada Pilpres 2019 nanti. Dengan harapan Dewi Fortuner akan berpihak pada antek-antek Orde Baru dan para penggila kekuasaan.

    Untuk penutup, saya ingin menekankan bahwa netralitas adalah omong kosong. Semua stakeholder silent majority harus bergerak. Anda mau bangsa dan Negara ini lebih baik, tidak ada tempat buat mereka yang berpangku tangan.
    #aku kok ngelu





    Penulis :  Kolik kulik    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Pak Dhe, Awas Jebakan Reklamasi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top