728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Oktober 2017

    #Warta : Mengenal Ahok dan Theologi Reformasi sebagai Prinsip Hidupnya

    Saat memimpin DKI Ahok dikenal sebagai pemimpin yang tegas, vokal, garang tanpa kompromi dan tak mengenal takut saat hadapi oknum DPRD. Di satu sisi Ahok juga penuh integritas serta menunjukkan kerja kerasnya sebagai seorang pemimpin yang ingin membangun Jakarta. Segala sepak terjang Ahok sebenarnya bisa dipahami dengan mengenal apa yang menjadi dasar atau prinsip hidupnya.

    Secara kental Ahok merefleksikan keyakinan imannya sebagai seorang Kristen Protestan yang taat. Keyakinan imannya itu didasari oleh pemahaman Theologi Reformasi yang lahir 31 Oktober 500 tahun lalu. Teologi Reformasi (pembaharuan) dalam Kristen Protestan diprakarsai oleh Martin Luther dan diteruskan oleh John Calvin.

    Saat didapuk sebagai pemateri di Seminar Politik Center For Religion and Society, di Gereja Reformed Injili Indonesia, Jakarta, hari Sabtu (6/8/2016), Ahok menceritakan bahwa Iman Kristen yang dia anut adalah ajaran dari gereja reformed di Swiss yang dikembangkan oleh John Calvin. Saya coba memaparkan apa yang menjadi prinsip-prinsip keyakinan Ahok yang terefleksi dalam kehidupannya:

    Pertama, Allah itu berdaulat atau berkuasa penuh atas hidup kita. Ahok memandang bahwa kekuasaan itu datangnya dari Tuhan. Ahok tidak takut kehilangan jabatan. Dalam pidato kekalahannya dia mengatakan, “Percayalah, kekuasaan itu Tuhan yang kasih, Tuhan yang ambil,”. Apapun yang dimiliki manusia itu adalah karena Tuhan yang memberikan dan mengijinkannya termasuk kekuasaan.

    "Tak ada seorang pun bisa menjabat tanpa seizin Tuhan. Saya pernah mengalami Pilgub 2007 juga kalah, tapi ternyata jadi Gubernur Jakarta. Tuhan pasti tahu yang terbaik," jelasnya. Maka ketika hakim memutuskan harus masuk penjara, Ahok tetap ikhlas. Ahok bisa menerima dan tunduk membungkuk di depan hakim. Bagi dia, Tuhan berdaulat dan berkuasa atas hidupnya dan Tuhan tahu yang terbaik baginya.

    Kedua, berpegang pada kebenaran yaitu Alkitab. Ahok adalah orang yang keukuh berpegang pada Alkitab yang selalu dibacanya tiap pagi dan menjadi pegangan utama hidupnya. Itu sebabnya satu-satunya buku yang Ahok bawa saat masuk penjara adalah Alkitab. Dia menerapkan prinsip untuk tidak mau menerima suap dan mau memberantas korupsi itu dari Alkitab. Amsal 29 ayat 4, menjadi pijakannya dalam menolak suap yakni, “Seorang raja membangun negerinya dengan keadilan, tetapi dengan suap orang akan meruntuhkannya.”

    Bagi Ahok tak ada yang lebih tinggi daripada menegakkan kebenaran walau harus membayar harga dengan nyawa sekalipun. Misalnya di Mata Najwa dia mengatakan bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Ucapan yang terinsipirasi dari Rasul Paulus dalam Kitab Filipi 1:21.

    Sebagai orang yang berpegang pada kebenaran maka dalam konteks pemerintahan dia memandang konstitusi adalah kebenaran yang harus dijunjungnya. Tak heran Ahok selalu mengatakan akan berpegang dan taat pada konstitusi. Dia takkan gentar untuk menghadapi resiko apapun demi prinsip ini.

    Ketiga, hidup adalah anugerah atau rahmat dari Tuhan. Ahok dalam momen ulang tahunnya di tahun 2015 menyatakan bahwa jabatannya sebagai gubernur adalah anugerah Tuhan. Ahok mengaku harus memperbanyak rasa syukur atas rahmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Rasa syukur itu, lanjut Ahok, lantaran diberikannya keselamatan dan kesehatan yang menjadi anugerah dalam hidupnya selama ini.

    "Jadi kalau ditanya yang paling penting dan yang paling berarti dalam hidup ini, kamu pernah denger lagu Amazing Grace lagu kemenangan Barack Obama waktu itu (jadi Presiden Amerika Serikat). Nah, saya pikir saya paling bersyukur, karena itu sangat besar anugerah Tuhan buat saya bisa menyelamatkan saya," tukasnya.

    Keempat, hidup adalah untuk kerja dan melayani. Bagi Ahok, orang yang sudah menerima anugerah dari Tuhan tidak boleh bermalas-malasan tapi harus giat atau bekerja keras untuk Tuhan dan sesama. Prinsip melayani rakyat adalah prinsip yang dipegang teguh dalam melakukan tugasnya. Ahok bilang; "Saya kan udah disumpah untuk melayani Rakyat.. jadi kalo saya sekarang bekerja melayani kebutuhan Rakyat, 'gak usah dapat penghargaan..wong emang kerja saya harus seperti itu.." Maka Pak Ahok bangun pagi-pagi dan pulang malam hari bekerja keras sebagai pelayan rakyat.

    Ahok juga memiliki prinsip bahwa bekerja itu adalah melayani atau mengabdi kepada rakyat dan kepada Tuhan. Maka Pak Ahok menunjukkan kepedulian bagi orang-orang yang miskin, yang butuh bantuan. Tanpa memandang agama atau ras, Ahok menunjukkan bukti kepeduliannya secara nyata. Melayani dengan hati menjadi moto dan semboyan hidup dan kepemimpinannnya saat bekerja.

    Itulah paparan keyakinan Ahok yang terpancar dalam kehidupannya dan tetap dipegang teguh selama menjabat dan ketika harus dilengserkan. Sosok yang punya nilai-nilai yang jelas dan terbuka ini akan tetap dikenang karena telah mewariskan nilai-nilai yang patut diteladani sebagai pemimpin di DKI. Kendati bukan sosok sempurna tapi beliau sudah menunjukan jati diri sebagi seorang Indonesia Kristen yang teguh dan mencintai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan berjuang untuk kebenaran dan keadilan.



    Penulis :  Ronny D Rondonuwu   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Mengenal Ahok dan Theologi Reformasi sebagai Prinsip Hidupnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top