728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 27 Oktober 2017

    #Warta : Mantap!!!Anies Mengatakan Reklamasi Bukanlah Hal Utama Masalah Jakarta

    Isu reklamasi sejak awal kampanye pasangan Anies-Sandi selalu melemparkan pernyataan keberatannya mengenai reklamasi teluk Jakarta. Isu reklamasi dilempar dengan harapan bahwa pasangan Anies-Sandi mendapat simpati rakyat Jakarta. Dengan berbagai dalih pasangan Anies-Sandi menolak dilanjutkannya reklamasi tersebut, padahal hal tersebut sudah diatur semenjak jaman Presiden Soeharto. Reklamasi tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang reklamasi Pantai Utara Jakarta. Dalam Keppres itu, Gubernur DKI Jakarta memiliki wewenang untuk memberikan izin reklamasi.

    Reklamasi sendiri dibuat dengan berbagai tujuan dan manfaat bagi DKI Jakarta sendiri. Bukan hanya bagi pengembang tetapi bagi pemasukan DKI itu sendiri. Selain itu, tanggul reklamasi sudah dipelajari dapat menahan banjir rob.

    Pada zaman Gubernur Ahok, reklamasi sudah dipelajari dengan seksama apakah lebih banyak manfaatnya atau tidak. Setelah dipelajari menurut Ahok reklamasi yang dibuat oleh Soeharto merupakan ide yang cemerlang yaitu untuk menambah pertumbuhan ekonomi.

    “Kalau reklamasi dilakukan hitungannya akan menyerap tenaga kerja (sebanyak) 1 juta,” ucap Ahok seperti dilansir dalam laman liputan6.com pada tanggal 4 April 2017.

    Bahkan ahok sendiri sudah memikirkan sebuah skema, dimana orang yang bekerja di sana harus tinggal di sana. Tetapi berhubung harga tanah di sana pasti cukup mahal maka dibuatnya sebuah skema kontribusi tambahan.

    Kontribusi tambahan tersebut berupa lima persen tanah yang dijual dan mesti diserahkan kepada Pemprov DKI. Sedangkan bagi pembeli setiap 20 tahun dimana mereka ingin menyambung sertifikat diwajibkan untuk membayar 5 persen NJOP ke Pemprov DKI. Karena memang seluruh sertifikat pulau reklamasi tersebut memang milik DKI, dan hal ini sudah pernah dijelaskan oleh Ahok.

    Bahkan Ahok pernah menegaskan, bahwa hasil kontribusi tersebut akan digunakan membantu nelayan yang terkena dampak dari reklamasi teluk Jakarta tersebut dan tentu saja disediakan tempat tinggal di daerah tersebut.

    Bahkan Ahok pernah menjelaskan "Terus Tanjung Priok pas ada pulau N, nanti logistik kita, ada O, P, Q lagi, akan lebih murah sekali. Kapal-kapal besar bisa masuk. (Kalau) Kapal besar masuk berarti biaya logistik makin murah," ujar Ahok.

    Sangat bagus jika Anies-Sandi sekarang mulai jujur bahwa reklamasi bukanlah sebuah masalah. Dan saran saya, Anies-Sandi tidak perlu malu untuk melanjutkan apa yang telah dirancang oleh Ahok jika dia mau kinerjanya minimal sama dengan Ahok, syukur-syukur lebih baik.

    Anies-Sandi tidak perlu memikirkan janji-janji kampanye yang pernah dibuatnya, jika memang kemungkinan untuk terealisasi sangatlah kecil atau bahkan tidak mungkin untuk dilakukan. Karena pada dasarnya, janji kampanye bukanlah kontrak politik yang mempunyai kekuatan hukum apabila dilanggar. Janji kampanye hanya sebuah janji yang bertujuan menarik simpati rakyat. Pada dasarnya, apabila rakyat dapat dibohongi oleh janji kampanye calon pejabat, bukanlah calon pejabatnya yang salah, tetapi rakyatnya yang bodoh.

    Sebagai contoh, jika ada calon pemimpin yang menjanjikan rumah terbang, ojek terbang, atau menyiapkan pasukan langit khusus dari kayangan untuk menangani masalah banjir di Jakarta ya sudah semestinya jangan dipercaya. Jika dari hal-hal kecil saja sudah berbohong dan ngelantur begitu, sudah jelas tidak patut untuk dijadikan pemimpin. Karena pemimpin yang baik itu tidak memberikan harapan palsu dan delusi supaya rakyat dapat bermimpi tetapi tidak pernah dapat terjadi di dunia nyata.

    Tetapi terlepas dari itu semua, marilah kita selalu mendukung Anies-Sandi untuk melakukan hal yang baik untuk Jakarta. Jangan pernah memaki jika dia bertindak hal-hal yang kita anggap konyol dan tidak masuk akal, janganlah kita memakinya dengan ucapan kotor disaat Anies-Sandi melanggar janji kampanye yang pernah digemborkan, toh sebuah harapan dan usaha tidak akan selalu dapat terlaksana meskipun itu baik. Jangan memaki, tetapi jika mau tersenyum karena dapat hiburan setiap hari karena meme tentang mereka ya tidak apa-apa, hehe.

    Toh pada dasarnya, semua Gubernur adalah bawahan dari Presiden. Jika seorang Gubernur gagal, maka hal tersebut juga merupakan tanggung jawab dari Presiden. Karena pada dasarnya seorang Gubernur dalam tindakannya mengikuti SOP dan peraturan yang ada, tidak bisa semena-mena dan seenak udelnya sendiri. Intinya, Gubernur juga merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat untuk daerah. Tetapi jangan salah juga, kemajuan suatu tempat juga tergantung dengan Gubernurnya, memiliki wawasan yang luas tentang dunia nyata atau tidak bukan dunia khayalan.




    Penulis : Cak Anton   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Mantap!!!Anies Mengatakan Reklamasi Bukanlah Hal Utama Masalah Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top