728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 02 Oktober 2017

    #Warta : Lapor Jenderal! Tukang Kayu Kembali Mengalahkan Kita, Laporan Selesai!

    Baiklah saya akan menuliskannya untuk Anda!
    Isu PKI mulai dihembuskan lawan politik Presiden Jokowi sejak pilpres 2014 lalu. Perlu diakui, sang ‘sutradara’ tergolong cerdik saat memutuskan untuk memilih isu ini sebagai alat untuk menyerang Ir. Joko Widodo saat itu. Karena isu ini merupakan isu sensitif bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun sayang sekali meskipun begitu, ternyata isu ini tak mampu menghentikan langkah sang tukang kayu dari Solo.

    Mulai dari tuduhan Jokowi keturunan, antek, memelihara hingga melindungi kebangkitan PKI, semuanya telah dilakukan trial and error oleh sang sutradara. Bahkan upaya pengulangan untuk membenturkan NU dengan PKI juga menemui kebuntuan. Semuanya berlalu dengan ciamik berkat kepiawaian Presiden Jokowi menyikapi isu murahan ini.

    Yang paling memprihatinkan adalah aksi 299. Demo yang bertujuan mengerahkan massa sebanyak-banyaknya untuk menguasai gedung DPR/MPR dan memaksa diadakan Sidang Istimewa, harus berakhir dengan tangisan pilu sang ‘sutradara’. Kehadiran peserta demo jauh dari harapan skenario.
    Manuver Panglima TNI, mewajibkan anggotanya menonton film G30S/PKI dilengkapi dengan pernyataan tentang adanya pembelian 5000 pucuk senjata ilegal, sebenarnya adalah bagian dari skenario sang ‘sutradara’ untuk menggulung Presiden Jokowi ke dalam pusaran badai isu PKI. Skenarionya, Presiden dipancing bersikap reaktif dan ‘memukul’ Panglima TNI atas langkah kontroversialnya.

    Namun bukan Presiden Jokowi jika tak mampu menghalau lawan-lawannya dengan elegan. Harapan terkait pemutaran film G30S adalah Presiden melarangnya, sehingga isu bahwa Presiden melindungi PKI terkesan benar adanya (rumusnya: mendukung pemutaran berarti menolak PKI, dan sebaliknya). Alih-alih melarang pemutaran Film G30S, beliau justru membebaskan siapapun untuk menonton film tersebut.

    Selanjutnya terkait 5000 senjata ilegal (rumusnya: senjata ilegal untuk pihak di luar TNI bisa menjadi alasan pembenaran adanya PKI). Seperti biasanya, Presiden tak mau ‘mengambil resiko’ dengan menjelaskannya sendiri, beliau menyerahkan hal ini kepada para punggawanya. Dan Menkopolhukam Wiranto pun bisa memberikan klarifikasi dengan sempurna.

    Maka ‘kecerobohan’ Panglima TNI tentang 5000 senjata ilegal ini berhasil dinetralisir. Presiden tak perlu terjebak dalam skenario sang ‘sutradara’ untuk berseteru dan ‘memukul’ Panglima ataupun pendukung ‘dadakannya’. Karena mereka sudah lumpuh dengan sendirinya.
    Langkah demi langkah Presiden Jokowi dalam menghadapi berbagai permasalahan selalu membuat kita terpukau, terutama terkait hantu PKI. Berbagai upaya dan skenario sang ‘sutradara’ tak berhasil menyeret Presiden Jokowi. Justru semakin menunjukkan kedunguan sang ‘sutradara’ beserta badut-badutnya.
    Presiden Jokowi Nobar di Bogor (telegrup)
    Semuanya makin sempurna dengan kehadiran Presiden Jokowi dalam Nobar film G30S/PKI bersama Danrem dan masyarakat sekitar di lapangan Makorem 061/Suryakencana Bogor, Jum’at malam, 29/09/17 (kompas .com). Saya tak bisa membayangkan, seperti apa kepedihan yang dirasakan kaum bani angka saat Presiden Joko Widodo tiba-tiba hadir di acara nobar tersebut. Sungguh tak pernah disangka!

    Mungkin bagi pengamat politik yang handal, kehadiran Presiden Jokowi sudah menjadi sebuah prediksi. Tapi jujur, saya pribadi tak pernah menduga hal ini. Panggung yang sedianya disiapkan untuk ‘membantai’ sang tukang kayu, justru menjadi medan serangan balik terhadap lawan-lawannya. Beliau hadir dan duduk dengan gagah di barisan paling depan. Panggung telah direbut tanpa perlawanan sama sekali.

    Bahkan Panglima TNI, sang tuan rumah serta pemilik panggung, harus tergopoh-gopoh datang terlambat dan harus duduk dengan segala kelesuannya di samping Presiden. Benar-benar sebuah ‘penumpasan’ hantu PKI yang sempurna, membuat semua mulut para badut maupun sutradaranya harus tercekat. Mereka tak pernah menyangka, isu PKI yang mereka bangun selama 3 tahun harus porak poranda dengan menonton film bersama tukang kayu.

    Akhirnya harus kita akui bahwa Presiden Jokowi bukanlah tukang kayu yang sembarangan. Beliau adalah tukang kayu handal dari Solo. Tukang kayu yang benar-benar mengerti segala jenis kayu serta kegunaanya. Beliau juga memahami bagaimana memperlakukan masing-masing jenis kayu.
    Presiden Jokowi tahu betul kapan kayu harus ditebang. Bagaimana cara memotongnya, apakah mengikuti serat atau harus melawan serat kayu. Beliau juga tahu persis kayu mana yang harus direndam air agar awet atau sebaliknya. Bahkan beliau juga tahu persis kapan waktunya dan kayu mana yang harus dibiarkan terbakar agar kemudian bisa menjadi arang yang berguna.

    Arang berwarna hitam pekat yang mencoreng wajah sesosok badut yang sedang berlari kencang sambil mengangkat dasternya. Badut itu harus segera menemui tuannya untuk melaporkan hasil pertunjukkan yang baru digelar oleh tukang kayu di panggung milik mereka;
    Badut : “Lapor Jenderal! Tukang kayu telah merebut panggung dan kembali mengalahkan kita! Laporan selesai!”
    Sang Tuan : “Apa??? G*bl*k kalian..!!”
    Badut : “Ka…ka…kami minta ma’af Jenderal!”
    Sang Tuan : “Dasar tidak berguna, aku sudah mengeluarkan banyak biaya dalam pertempuran ini!”
    Badut : “Tukang kayu itu terlalu sakti Jenderal!”
    Sang Tuan : “Sambil menunggu aku memikirkan langkah selanjutnya, kamu harus push up sebanyak 299 kali sebagai hukuman atas kegagalan kalian! Cepat laksanakan! .”
    Badut : “Siap Jenderal, laksanakan!”
    Terima kasih, salam PBNU!





    Penulis  :     Taufiq Al Blitari   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Lapor Jenderal! Tukang Kayu Kembali Mengalahkan Kita, Laporan Selesai! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top