728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Oktober 2017

    #Warta : Langkah Kuda, Jokowi Minta 12 Akademisi Beri Input ke Pemerintah

    Acara rembuk nasional 2017 memperingati tiga tahun Jokowi JK memimpin Bangsa Indonesia, menjadi sebuah acara yang menurut saya sangat unik. Acara tersebut merupakan momen yang digunakan Jokowi untuk melakukan pembelajaran, evaluasi, dan menerima masukan-masukan dari para pakar untuk perbaikan Indonesia.

    Acara rembuk nasional tersebut digunakan oleh pemerintah juga untuk meminta kontribusi para akademisi yang pakar dalam bidangnya. Ada dari dunia cyber, perhutanan, pendidikan, vokasi, dan lain-lain.

    Ada 12 orang yang ditugaskan pemerintah untuk dalam periode tertentu membahas mengenai duabelas tema yang berbeda-beda. Jokowi dengan cerdasnya membesarkan hati para akademisi, yang juga memiliki mahasiswa yang tidak sedikit. Cara politik semacam ini sangatlah baik dilakukan. Mengapa?

    Di satu sisi, Jokowi bisa mendapatkan input dari para akademisi dan pakar di bidang mereka masing-masing, namun di sisi lain, ini pun bisa dijadikan cara cerdas dan simbiosis mutualisme antara pemerintah dan mahasiswa. Para rektor yang diundang untuk memberikan masukan pun pastinya merasa diterima.

    Setahu saya, tidak ada acara-acara semacam ini yang dilakukan oleh pemerintah, dan disaksikan sekitar 1.200 orang. Saya pun merasa beruntung bisa diundang dengan mediasi Seword. Ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh saya. Awalnya saya berharap dapat melihat dan berfoto bersama Presiden Joko Widodo dan mendengar pidatonya.

    Namun apa yang saya dapatkan adalah sesuatu yang jauh melebihi ekspektasi saya. Saya tidak berhasil berfoto bersama Pak De. Namun ada tangan saya yang bisa saya foto, berharap disalami oleh Pak De, itu pun sudah cukup. Apa yang melebihi ekspektasi saya? Bukan hanya pidato mencengangkan yang Pak De lakukan, saya pun mendengarkan keduabelas akademisi dalam memaparkan informasi dan masukan-masukan yang ada.

    Cara Pak De dalam mengundang 12 bidang rembuk dan berbicara langsung di hadapannya, tentu menjadi cara paling efektif bagi Presiden Joko Widodo untuk memajukan percepatan pembangunan di Indonesia.Mau tidak mau, langkah catur ini adalah langkah yang sama sekali tidak bisa dibantah oleh siapapun. Mengapa? Karena ia melakukannya dengan sangat cerdas, sekali tepuk, dua lalat. Dua lalat apa saja yang didapatkan? Begini penjelasan selengkapnya.

    Pertama, lalat input. Di dalam komunikasi dari duabelas bidang rembuk tersebut, tentu merupakan input yang sangat baik diterima oleh pemerintah Jokowi JK dalam dua tahun periode pertamanya. Saya cukup yakin, lalat ini sangat gemuk dan sangat baik demi kemajuan dan percepatan pembangunan di Indonesia.

    Bayangkan saja dua belas bidang yang berbeda-beda, memberikan masukan yang dirumuskan oleh para akademisi dari universitas-universitas yang tersebar di Indonesia. Masukan-masukan tersebut diberikan di hadapan Presiden Jokowi. Sesekali saya melihat Pak De mencatat materi-materi penting, di sebuah catatan kecil yang ada di tangannya. Juga kadang melihat ia mengangguk-angguk tanda setuju atas lalat yang diberikan kepada dirinya, dari akademisi.

    Kedua, lalat dukungan periode kedua. Jika dua tahun sisa periode pertama ini Jokowi dan pemerintah bersama-sama menjalankan masukan dan setiap input praktis dari keduabelas bidang rembuk, saya yakin bahwa Jokowi akan mendapatkan dukungan suara. Ini adalah bentuk gerilya yang paling mantap dan tak terbantahkan.

    Kita tahu bahwa Jokowi begitu sering diserang dengan isu-isu yang tidak penting, mulai dari isu PKI, antek asing, antek aseng dan buku terlarang Jokowi Undercover. Maka kegiatan semacam ini sangatlah penting untuk mengembalikan citra yang selama ini dihancurkan oleh fitnah-fitnah dan hoax. Dua lalat ini ternyata memberikan dampak positif bagi pemerintahan Jokowi-JK.

    Maka izinkan saya yang kurang berpengalaman ini untuk memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo. Gunakan dua tahun sisa periode pertama ini, sebagai sebuah momen untuk sampai ke garis estafet dan melanjutkan periode kedua ini.

    Jokowi harus ada di periode kedua, karena setelah ia menjadi jenderal tertinggi atas infrastruktur pada periode pertama, ia akan menjadi jenderal revolusi mental dalam periode kedua. Percepatan pembangunan pada periode pertama, menjadi dasar bangunan untuk periode kedua. Periode pertama dipegang oleh Jokowi dan wakilnya, menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Saya cukup yakin di periode kedua, Jokowi akan mendayagunakan dengan sangat efektif menteri-menterinya di bidang pendidikan. Apakah itu Rhenald Kasali? Hanya Jokowi yang tahu.

    Betul kan yang saya katakan?




    Penulis   :  Hysebastian    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Langkah Kuda, Jokowi Minta 12 Akademisi Beri Input ke Pemerintah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top