728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Oktober 2017

    #Warta : Korban Politik Anies, Alexis Rumahkan 1,000 Karyawan

    Akibat hebohnya politisasi Alexis di media sosial, kini karyawan Alexis jadi korban politik Anies Baswedan. Inilah contoh kepala daerah yang salah kaprah, semoga tidak ada kepala daerah lain yang meniru contoh yang tidak baik ini.

    Hanya demi mendapatkan pengakuan bahwa dirinya sudah menepati janji kampanye saat pilkada DKI Jakarta dulu, ijin operasional Alexis yang dituding sebagai sumber kemaksiatan, percabulan dan zinah, tidak diperpanjang.

    Usaha orang dengan gampangnya tidak diperpanjang hanya gara-gara desakan kaum bumi peang dan bani cingkrang yang tentu saja tidak tahu persis seperti apa Hotel Alexis itu?

    Sudah pernah OTT dan tertangkap basah atau belum? Kalau asal main embat, artinya tidak ada jaminan kepastian usaha di era Anies Baswedan.

    Keputusan Anies Baswedan yang menolak daftar ulang Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang diajukan oleh pihak Alexis kini menjadi masalah baru dan bumerang bagi dirinya serta menimbulkan masalah baru bagi para karyawan yang mencari nafkah disana untuk menghidupi keluarga mereka.

    Pihak Alexis dengan terpaksa merumahkan 1,000 orang karyawan mereka yang terdiri dari 600 orang karyawan tetap dan 400 orang pegawai lepas. Ini bukan angka yang sedikit. Setidaknya mengorbankan ribuan jiwa yang terancam kelaparan karena sumber nafkah mereka dimutilasi Anies Baswedan.

    Kita ambil contoh simple saja. Jika satu orang karyawan memiliki istri dan dua orang anak, artinya sudah ada 4,000 orang yang terancam kelaparan karena terputusnya sumber nafkah.

    Itu baru contoh dua orang anak, bagaimana kalau karyawan yang memiliki tiga sampai empat orang anak? Silahkan hitung sendiri berapa ribu orang yang akan kelaparan berjamaah.

    Dengan kondisi demikian, apakah Anies Baswedan yang santun, soleh, dan taat beragama itu tahu akan hal ini? Saya yakin dia tahu.

    Namun demi memenuhi janji-janjinya semasa kampanye Pilkada DKI Jakarta dan ditekan-tekan oleh para kaum bani cingkrang, jidat gosong dan jenggot sembilan lembar, maka Anies Baswedan mengabaikan dampak akibat kebijakannya yang mengorbankan ribuan orang yang itu.

    Hanya demi membahagiakan para generasi micin agar mereka puas lahir dan bathin, maka dipaksakanlah kebijakan seperti ini tanpa memikirkan dampak yang buruk terhadap persaingan usaha dan nasib ribuan karyawan yang menjadi pengangguran mendadak.

    Jangan berdasarkan orang ngomong begini, ngomong begitu. Contohilah kebijakan Ahok dan Risma. Ahok tutup Kalijodo, Risma tutup Dolly. Merobohkan bangunannya dan menciptakan lapangan kerja baru.

    Itu baru benar, bukan dengan cara aji mumpung dengan menunggu pihak Alexis mengajukan perpanjangan ijin dulu, baru embat.

    Dari seribu orang yang dirumahkan itu, saya yakin ada juga diantara mereka yang memilih Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apakah Anies Baswedan tidak memikirkan sampai kesitu?

    Mbok ya dipikir yang matang-matang dulu solusinya bagaimana untuk menangani efek dominonya sebelum mengambil keputusan yang merugikan banyak orang.

    Pola berpikir radikalisme yang terselubung halus model beginian jangan dianggap enteng, karena dampaknya fatal bisa merontokkan dan menghancurkan perekonomian negara.

    Tidak perlu jadi Dekan, Menteri Pendidikan & Kebudayaan, dan Gubernur untuk mengetahui dampak masalah yang akan timbul nantinya bagaimana.

    Dengan dirumahkan seribu karyawan Alexis, maka masalah baru akan timbul dengan sendirinya yaitu tindak pidana kriminalitas yang tentu saja akan meningkat dengan sendirinya.

    Daripada anak istri kelaparan, tidak bisa bayar kontrak rumah, tidak bisa bayar listrik, bayar cicilan, bayar sekolah anak, maka bikin orang jadi nekat berbuat apa saja.

    Mereka akan nekat merampok, menodong, jambret, copet, bunuh orang dan lain sebagainya demi terpenuhinya kebutuhan pokok rumah tangga.

    Jujur saja saya merasa iba dengan nasib 1,000 orang karyawan yang dirumahkan akibat korban politik Anies Baswedan. Kasihan nasib mereka.

    Hanya karena kampanye busuk demi ambisi jadi Gubernur DKI Jakarta, para karyawan yang notabene adalah tulang punggung keluarga akhirnya kehilangan mata pencaharian mereka.

    Seribu karyawan yang bernasib sial itu tentu saja tidak tahu apa-apa soal intrik politik yang kena getahnya jadi korban politik Anies Baswedan. Itu belum termasuk kerugian negara dari sektor pajak faktor lainnya. Satu langkah gegabah yang tidak diperhitungkan dengan matang-matang.

    Cara model beginian sangat kasar dan licik, mengakibatkan ketidakpastian hukum dan korban kemanusiaan. Kalau tidak memperpanjang izin hanya berdasarkan kata orang dan soal moral tanpa ada bukti yang sahih dan akurat tentunya sangat tidak adil.

    Soal moral tergantung masing-masing orang, pribadi lepas pribadi. Urusan menjaga moral tidak cukup hanya dengan tidak memperpanjang ijin operasional Alexis, akan tetapi bagaimana Anda sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadi contoh karakter yang baik bagi warga DKI Jakarta dengan tidak politisasi ayat dan non pribumi.

    Kura-kura begitu.



    Penulis :  Argo    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Korban Politik Anies, Alexis Rumahkan 1,000 Karyawan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top