728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 05 Oktober 2017

    #Warta : Ketika Buni Yani Dituntut 2 Tahun Penjara Dan Jonru Terancam 16 Tahun Penjara

    Buni Yani memiliki waktu 2 minggu untuk menyusun pledoi terkait tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Seperti diketahui unggahan Buni Yani menjadi trigger yang memunculkan fenomena aksi tiga angka. Unggahannya menimbulkan perdebatan dan berujung pada suasana politik yang memanas. Dalam video tersebut, pidato Ahok menjadi objek yang dipermasalahkan hingga akhirnya menjalani dua tahun hidupnya di penjara.

    Buni Yani pun tidak luput dari hukum. Selain itu banyak yang menilai dialah awal mula dari kericuhan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Dan setelah menjalani sidang beberapa kali, jaksa pun membacakan tuntutannya.

    Buni Yani dinilai bersalah melakukan tindak pidana ITE berupa melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum menambah mengurangi menghilangkan slot informasi elektronik dan atau dokumen orang lain atau milik publik. JPU menuntut Buni Yani dengan pidana penjara selama dua tahun dan juga perintah agar terdakwa ditahan dan membayar denda sebesar Rp 100 juta rupiah subsider tiga bulan kurungan.

    Buni Yani menilai tuntutan tersebut sangat berat dan meminta waktu 2 minggu untuk menyusun pledoi. Selain itu, Buni Yani juga keberatan dan dalam beberapa kesempatan terlihat emosi selama persidangan. Dia juga membantah melakukan pemotongan terhadap video tersebut. Cara Buni Yani dalam menyikapi apa yang sedang menimpanya sangat berbeda dengan Ahok. Ahok lebih kalem sedangkan Buni Yani lebih emosian.

    Ketika Ahok divonis 2 tahun penjara, dia menjalaninya. Buni Yani divonis 2 tahun penjara saja sudah kelabakan dan terlihat bahwa dia tidak bisa menerima ini semua. Padahal bisa jadi vonis hakim jauh lebih ringan atau kalau lagi apes bisa lebih parah. Apa pun alasannya, Buni Yani menuai apa yang telah ditanamnya. Seandainya dia tidak mengunggah video tersebut, situasi akan berbeda. Tidak perlu ada aksi, Ahok tak perlu dipenjara dan Buni Yani tak perlu bernasib mengenaskan seperti ini. Semua sudah terjadi.

    Bagaimana dengan Jonru? Karena sudah menjadi tersangka, maka akan ada pengadilan atau praperadilan jika dia mengajukannya. Dia dijadikan tersangka karena kerap menyebarkan ujaran kebencian. Bahkan polisi menjerat Jonru dengan Pasal berlapis, yaitu terkait UU ITE (ancaman penjara paling lama 6 tahun), UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (ancaman penjara 5 tahun) serta KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu (ancaman penjara 5 tahun).

    Berarti jika ditotalkan akan menjadi 16 tahun. Jika apa yang dilakukan Buni Yani hanya sekali, Jonru melakukannya berkali-kali melalui unggahannya lewat sosial media. Mungkin ini yang membuatnya dijerat pasal yang cukup banyak. Dengan unggahan yang cukup kontroversial dan provokatif dalam waktu yang lama, hanya tinggal menunggu waktu sebelum Jonru mendapatkan masalah di kemudian hari.

    Jangan bermain api selagi masih kecil. Mungkin ini ungkapan yang sangat tepat bila melihat apa yang sedang menimpa Buni Yani dan Jonru. Bermain dengan api kecil bukan masalah, yang menjadi masalah adalah saat menyiramkan bensin ke dalam api hingga membesar. Saat sudah membesar dan menjadi si jago merah, masalah pun kian besar. Selain membakar orang lain, sering kali diri sendiri juga ikut terbakar.

    Mungkin mengunggah video atau posting tulisan terkesan sepele dan bukan hal besar. Tapi kalau isinya dapat memicu perdebatan, suatu hari pasti akan menjadi malapetakan besar. Lihat saja unggahan Buni Yani, akibatnya bisa dilihat dari aksi 411 yang mencekam serta aksi 212 dan aksi lainnya. Tanpa video unggahan tersebut, ada kemungkinan takkan ada aksi tersebut.

    Terkait tulisan Jonru, dia memiliki banyak pengikut. Dari sekian banyak pengikut, hitung sendiri berapa banyak yang terpengaruh oleh tulisan-tulisannya. Sebuah tulisan dapat menjadi pedang yang dapat menyebabkan pertumpahan darah. Lihat saja hoax, potensinya sangat luar biasa dalam menyebabkan perpecahan luar dalam.

    Intinya apa yang dilakukan Jonru dan Buni Yani adalah hasil yang harus mereka petik sendiri. Nasib Buni Yani sudah semakin dekat, sedangkan Jonru sepertinya masih lama karena masih ada proses persidangan. Kritik boleh, benci juga boleh, tapi jangan sampai sampai kelepasan hingga tak sanggup direm. Jangan gara-gara tidak suka pada satu orang lantas negara ikut jadi korbannya. Dan ketika diminta pertanggungjawaban, malah protes pada pemerintah. Ini namanya konyol.

    Bagaimana menurut Anda?



    Penulis   :   Xhardy   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika Buni Yani Dituntut 2 Tahun Penjara Dan Jonru Terancam 16 Tahun Penjara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top