728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 19 Oktober 2017

    #Warta : Kapan Mulai Kerja Pak Anies ?

    Sudah beberapa hari Gubernur baru Jakarta bersibuk ria. Seusai dilantik memang mereka berdua sibuk. Dalam artian memang sibuk berduan terus. Dimana-mana sering berdua. Di mobil berdua, naik motor berdua, di bus berdua. Pagi di sekolah juga berdua, nah siang hadir di acara Gerindra juga berdua. Sempat foto bersama Fadli Zon juga berdua.

    Untuk hal-hal seperti ini memang mereka berdua punya segala macam alasan. Tapi kalau untuk mencitrakan sesuatu yang baru dan tidak esensi sebenarnya tidak perlu berdua. Lagipula kalau sesuatu itu dipaksakan untuk pencitraan terlalu kelihatan sekali untuk dicitrakan. Tidak akan ada habisnya pencitraan itu dengan gaya-gaya yang tidak tulus. Semuanya terlihat terlalu sempurna untuk diambil sebagai objek gambar.

    Anda berdua tidak perlu menjadi orang lain untuk pekerjaan pemimpin Jakarta ini. Jadilah diri sendiri. Untuk seragam, memang seharusnya mengikuti peraturan yang ada, karena memang ada peraturannya. Tapi kalau tidak nyaman dengan seragam yang sudah ditetapkan sebagai peraturaran. Ya diganti saja peraturannya. Kalau memang peraturan seragam dirasa sudah tidak sesuai dengan zaman yang ada, yah silahkan diganti. Tapi jangan dengan seenaknya melanggar aturan.

    Tidak ada yang menyuruh anda selalu berdua kemana-mana. Karena sejatinya Gubernur yang akan selalu tampil dominan bukan wakil. Atau memang Anies merasa hutang budi kepada sang wakilnya, jadi mau tidak mau anda harus berbagi peran di depan publik sehingga pelan-pelan hutang itu lunas dengan sendirinya. Kami hanya ingin mengingatkan wahai tuan pemimpin yang sinis, anda hanya berhutang kepada rakyat Jakarta bukan kepada yang lain.

    Parpol dan team kampanye sudah selesai urusannya ketika diri anda dinyatakan menjadi pemenang dalam Pilkada yang lalu. Cukup sampai disana mereka mengantarkan anda berdua mengalahkan petahana. Saat ini anda tidak berhutang kepada siapapun, anda berdua diberikan amanat untuk mengatur Kota Jakarta menjadi lebih baik, lebih beradab, lebih santun.

    Tugas anda sebagai pemimpin tidak selalu harus menyebutkan wakil anda dalam setiap kesempatan. Memuji wakil anda dari sisi materi di depan orang banyak itu sebenarnya agak berlebihan. Wakil anda memang orang yang berlimpah secara materi. Namun pemberian hadiah dan dalam bentuk lainnya tidak perlu dijawab seakan-akan bisa dibeli oleh wakil anda. Cukup memberikan teladan bahwa ada peraturan Pejabat dilarang menerima hadiah dalam bentuk apapun juga. Ini menyatakan anda sudah menarik garis antara yang boleh dan tidak boleh dikerjakan di depan bawahan anda yang lainnya.

    Keberpihakan yang mana yang anda pilih wahai sang pemimpin kalau seperti ini terus. Anda selalu berada dalam bayang-bayang masa kampanye. Jadilah pempimpin yang berani ambil keputusan, bukan yang bisa menyindir di dalam debat. Ingat menjadi Gubernur itu dibutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan. Keputusan yang berpihak pada warga Jakarta.

    Jadi putuskanlah untuk tidak bermain politik dalam jabatan ini. Terlepas memang jabatan ini adalah jabatan politik juga. Tapi yang terpenting adalah teladan dari sang Presiden saat ini. Untuk memberikan dirinya kepada semua rakyatnya yang ada di Indonesia. Lihat cara beliau bekerja tanpa mengenal waktu dan tempat, semuanya dilakukan hari demi hari dengan sungguh-sungguh.

    Anda tidak perlu tiba-tiba datang blusukan ke daerah-daerah di Jakarta. Biarkanlah itu menjadi pola dari mantan Gubernur yang terdahulu. Kalau anda tidak suka bicara keras, tidak perlu anda berbicara lantang nanti di depan anggota Dewan yang terhormat. Tidak perlu mengikuti cara-cara mereka menyelesaikan pekerjaan yang ada.

    Tirulah seberapa mereka dihormati oleh rekan kerja dan bawahan mereka yang lainnya, tanpa perlu kemana-mana harus berdua dan diliput oleh media. Kecuali nanti rapat dengan para pengusaha apakah rapat itu anda berani rekam atau memang hanya berani direkam media kalau berdua saja.

    Tidak perlu meyakinkan rakyat kalau anda berdua sedang bekerja dengan hal-hal yang ternyata tidak produktif. Apakah masalah reklamasi tidak terlalu penting untuk anda berdua, sehingga untuk dipanggil rapat dua kali dengan Menko Luhut anda tidak bisa hadir. Namun ada acara seremonial dengan partai pendukung anda berdua malah bisa hadir sekaligus. Jadi sebenarnya anda bekerja untuk siapa. Partai pendukung atau warga Jakarta. Sinisme yang sering anda keluarkan menyatakan wacana, dan wacana saja. Segala teori sudah anda gelontorkan waktu kampanye dahulu. Ini saatnya anda mulai merespon hal-hal yang ada di depan mata.

    Dan tolong jangan mencari kesibukan yang mengada-ada. Datang dan tunggulah warga di Balaikota mungkin nanti ada warga yang mau berbagi cerita dengan anda, bahwa dulu beberapa bulan yang lalu. Persis di tempat anda menunggu saat ini, warga Jakarta menyambut pagi dengan membawa harapan bahwa masalah yang mereka hadapi akan selesai oleh Gubernur hebat yang adil untuk warganya.

    Selamat bekerja tanpa wacana pak.


    Penulis :  Hisar Ivan Hutabarat   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kapan Mulai Kerja Pak Anies ? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top