728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 04 Oktober 2017

    #Warta : Kalau Mau Ikuti Jejak Megawati, Mungkin Prabowo Punya Peluang di Pilpres 2019 Nanti

    Tahun 2014 yang lalu, tepatnya sebelum Jokowi resmi di usung PDIP menjadi calon presiden, teman saya pernah berkata : “Kalau Megawati jadi calon presiden dan cuma berhadapan dengan Prabowo, saya akan pilih Prabowo”. Waktu itu saya bingung terus bertanya : “Memangnya kenapa?”. Teman saya cuma menjawab singkat “Nggak. Nggak kenapa-kenapa kok”.

    Waktu itu saya kurang puas dengan jawaban teman saya tersebut. Saya pengen tahu kenapa dia lebih memilih Prabowo di bandingkan Megawati. Tapi memang waktu itu, saya mendengar banyak orang yang lebih cenderung memilih Prabowo jika Megawati yang diusung PDIP sebagai calon presidennya.

    Mungkin ini yang menjadi dilema bagi seorang Megawati waktu itu. Di satu sisi, beliau masih punya keinginan menjadi seorang presiden. Tapi, di sisi yang lain beliau pengen ada sosok presiden terpilih yang diusung dari partai pimpinannya. Apalagi sudah terlalu lama beliau dan partainya menjauhi hiruk pikuk dunia perpolitikan di Indonesia.

    Di detik-detik terakhir, Megawati berhasil membuat sebuah keputusan yang tepat. Mengusung Jokowi sebagai calon presiden dan menantang Prabowo untuk merebut kursi RI 1. Dari sini saja kita sudah bisa melihat bahwa Megawati adalah sosok jenius yang bisa melihat peluang dan arah angin politik di Indonesia saat itu. Selain itu, Megawati juga berhasil mengalahkan “ego” nya dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat Indonesia.

    Pencalonan Jokowi sebagai calon presiden waktu itu tidak lepas dari keinginan masyarakat yang menginginkan presiden yang merakyat dan bisa bekerja untuk rakyat. Walau bagaimana pun, sepak terjang Jokowi sewaktu menjadi walikota Solo dan gubernur Jakarta yang dinilai bisa memberikan perubahan tidak luput dari perhatian masyarakat.

    Masyarakat Indonesia membutuh kan seorang presiden yang bisa membawa perubahan. Dan keinginan masyarakat tersebut ditangkap dengan baik oleh Megawati. Sehingga beliau langsung mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Dan akhirnya, keputusan Megawati waktu itu berbuah manis. Jokowi terpilih sebagai presiden Indonesia.

    Selama tiga tahun memerintah, kita bisa saksikan banyak sekali perubahan yang telah dibuat oleh Jokowi. Ternyata, kita tidak salah memilih beliau. Beliau memang benar-benar presiden yang merakyat,bekerja untuk rakyat dan membawa perubahan besar bagi kita semua.

    ***

    Di sisi yang lain ada Prabowo, politikus yang telah lama malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia. Sekarang ini beliau adalah Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada tahun 2009, Prabowo mendampingi Megawati sebagai  calon wakil presiden, tapi kalah telak dalam perolehan suara dengan pasangan SBY – Boediono. Kemudian tahun 2014, Prabowo di usung sebagai calon presiden dengan di dampingi oleh Hatta Rajasa, tapi kalah juga dalam perolehan suara dengan pasangan Jokowi – JK. Nah, kalau tahun 2019 nanti Prabowo tetap juga di usungkan sebagai calon presiden, jawabannya cuma 1, kemungkinan besar KALAH lagi.

    Kenapa saya bilang demikian, karena ada beberapa hal yang patut kita cermati bersama. Pertama, sampai saat ini elektabilitas Jokowi masih tinggi walaupun diserang oleh berbagai macam isu. Misalnya isu melindungi Ahok, isu pro China, isu Rohingya dan terbaru isu kebangkitan PKI. Kedua, Jokowi terbukti bisa bekerja dan rakyat Indonesia tidak salah memilih beliau. Lihat saja pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. Itu baru satu saja dari sekian banyak pencapaian Jokowi. Kalau Jokowi sudah terbukti bisa bekerja, kenapa masih menginginkan calon pemimpin yang masih sekedar “kata”. Ketiga, dalam segi pengalaman memerintah dan pencapaian, Prabowo kalah telak di bandingkan Jokowi. Ini harus jadi pertimbangan yang serius bagi partai yang ingin mengusung Prabowo kembali nantinya.

    Tapi saya salut dengan Prabowo yang tidak pernah menyerah. Sekali gagal, bangkit lagi. Dua kali gagal, coba lagi. Begitu seterusnya.

    Banyak yang menilai kalau Prabowo “tidak berbakat” menjadi seorang presiden. Tapi bakat nya lebih kelihatan sebagai seorang “pendorong”. Kalau dalam hal ini, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut memiliki rekam jejak yang di nilai cukup sukses.

    Tahun 2012 lalu, partai pimpinan Prabowo yakni Gerindra berkoalisi dengan PDIP mengusung Jokowi – Ahok dan sukses mengantarkan mereka berdua merebut kursi gubernur DKI Jakarta 2012. Padahal, Jokowi – Ahok harus melawan Foke – Nara yang di usung oleh partai PD, PAN, Hanura, PKB, PBB, PMB dan PKNU. Waktu itu banyak pihak yang menjagokan Foke – Nara menang, tapi kenyataan berkata lain. Jokowi – Ahok malah unggul.

    Tahun 2017, Prabowo dan partai pimpinannya Gerindra berkoalisi dengan PKS dan PAN mengusung Anies – Sandi dan sukses mengantarkan mereka berdua merebut kursi gubernur DKI Jakarta 2017. Padahal, pasangan yang di usung Prabowo ini harus menghadapi kandidat kuat yakni Ahok – Djarot. Diatas kertas, banyak yang menjagokan Ahok – Djarot menang karena kinerja mereka berdua memang bagus dan visi misi mereka saat mencalonkan diri sebagai cagub-cawagub bisa jadi solusi bagi warga Jakarta. Tapi sekali lagi kenyataan berkata lain. Pasangan Anies – Sandi unggul dengan selisih perolehan suara cukup besar.

    Dari dua kejadian diatas saja kita sudah bisa menilai bakat seorang Prabowo. Prabowo mampu melihat dengan jeli sebuah peluang emas.

    Lalu bagaimana dengan Pilpres 2019 nanti? Nah, disini menariknya untuk kita lihat bersama. Apakah Prabowo dan partai pimpinannya tetap “memaksa” kan diri mencalonkannya atau mencari calon presiden yang lain.

    Seperti Megawati kemaren, saya yakin Prabowo juga pasti dilema. Satu sisi, beliau masih punya keinginan menjadi seorang presiden. Tapi, di sisi yang lain beliau pengen ada sosok presiden terpilih yang diusung dari partai pimpinannya. Nah, kalau sudah begini, apakah Prabowo akan mengikuti jejak Megawati atau tidak? Kalau mengikuti jejak Megawati, kemungkinan calon yang di usungnya nanti punya peluang mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

    Saya pendukung Jokowi dan berharap Jokowi kembali menang di Pilpres 2019 nanti. Seharusnya kalau Prabowo yang kembali di usung, saya senang karena peluang Jokowi menang terbuka lebar. Tapi saya pengen, Pilpres 2019 nanti menjadi ajang untuk adu visi misi, pencapaian, dan segala sesuatu yang bernilai positif. Bukan saling menjelekkan lawan dengan isu-isu murahan. Ini penting untuk menjadi catatan kita bersama, karena pada dasarnya orang yang menggunakan isu-isu murahan untuk menghantam lawan adalah orang yang tidak punya kemampuan.

    Saya berharap Jokowi mempunyai lawan yang sebanding di Pilpres 2019 nanti. Apakah Prabowo masih tetap sebanding atau sudah sangat jauh tertinggal dibelakang? Saya kembalikan pada penilaian pembaca seword masing-masing.

    Begitula kura-kura.



    Penulis   :   Muhammad Hatim    Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kalau Mau Ikuti Jejak Megawati, Mungkin Prabowo Punya Peluang di Pilpres 2019 Nanti Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top