728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 28 Oktober 2017

    #Warta : Jokowi Tekan SBY Soal Perppu Ormas, Undangan Mantu Kahiyang, dan Faktor Agus di 2019

    Jokowi mengundang SBY di Istana. Ada apa? Ini luar biasa. Hal ini sangat menarik. Langkah dan sepak terjang Jokowi mengundangnya terkait Perppu Ormas yang menang di DPR dan peluang Agus. Kini bola politik panas diarahkan oleh Jokowi ke arah SBY. Dia pun paham akan kekuatan pengaruh rezim SBY di Mahkamah Konstitusi (MK) yang berhasil menjegal penghapusan ribuan perda oleh Mendagri. Maka untuk menghentikan kegaduhan itu, dia memainkan kartu as yang tidak terbayangkan oleh SBY dan rezimnya. Selain itu pertemuan mereka juga terkait undangan untuk SBY hadir di pernikahan Kahiyang tanggal 8 November 2019.

    Tarik Dukungan ke Prabowo

    Pasca kemenangan Jokowi dengan UU Pilpres dan Perpu Ormas, yang mana sebelumnya SBY memberikan perlawanan dengan gagah-gagahan dengan kartunya, yakni Partai Demokrat di DPR dan pengaruhnya di semua tingkatan peradilan, institusi, dan lembaga di Indonesia.

    Kekuasaan sepuluh tahun SBY benar-benar berhasil menanamkan kekisruhan dan hambatan di dalam sistem konstitusi dan peradilan. Kini, setelah SBY kalah di parlemen soal Perppu Ormas, pekerjaan rumah Jokowi tersisa satu dan sangat menentukan: judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).

    Beraliansi dengan Prabowo yang beberapa bulan lalu masih bisa cengar-cengir gagah-gagahan, SBY pun mencanangkan perlawanan Perppu Ormas karena SBY dan Prabowo bersetia dan menggunakan politik identitas Islam radikal. Mereka berusaha memenangi Pilpres 2019 dengan menggunakan cara-cara pecah-belah seperti Pilkada DKI Jakarta.

    Konferensi pers pun dibuat untuk melawan Perppu Ormas yang bertujuaan melakukan pembunuhan gerakan Islam radikal – yang menjadi piaraan SBY dengan cara membiarkan FPI, HTI berkembang. Bahkan sebelumnya dengan gagahnya SBY dan Prabowo serta didukung oleh Jusuf Kalla, berhasil menerapkan strategi politik identitas Islam radikal dalam praktek politik yang mencengangkan: memenangi Pilkada DKI 2017.

    Yang menjadi conduit alias pion Anies-Sandi, dan benefactors-nya kerjasama praktek proxy war culun dan geblek ini adalah antara lain Jusuf Kalla, dan para pengusaha. Sementara SBY dan Prabowo menjadi penanggung jawab untuk menjaga Islam radikal tetap eksis – itulah sebabnya ada pengajuan judicial review yang sangat menentukan bagi nasib NKRI.

    Presiden Jokowi menyadari jika Perrpu Ormas ini digagalkan MK yang tampak pro-SBY dan Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK), karena Jokowi hanya memiliki satu orang Hakim MK yakni Saldi Isra, maka gerakan Islam radikal seperti HTI,FPI, FUI dan para teroris akan berpesta-pora. Lonceng kematian dan perpecahan Indonesia ada di dapan mata. Inilah kesadaran SBY.

    Faktor Anies, Peluang Agus, Prabowo Tersingkir di 2019

    Faktor masuknya Anies ke bursa Capres 2019, yang tidak menguntungkan Prabowo, dan munculnya kesempatan bagi Agus – anak SBY – membuat SBY tersadar bahwa dia memiliki kekuatan penuh untuk menyingkirkan Prabowo. Fakta hanya PAN, PKS dan Gerindra yang menolak Perppu Ormas karena kedekatan mereka dengan kalangan Islam radikal membuat peta politik cenderung mengalir ke arah kekuatan Agus.

    Maka dalam rancangan berikutnya, dengan menarik Agus ke bursa Pilpres 2019, dengan PAN dipastikan akan mendukung Demokrat, maka secara praktis Prabowo dan Anies tersingkir dari bursa Pilpres 2019 dan mengakhiri politik gaduh yang dibangun selama tiga tahun belakangan yang didasarkan kepada ilusi kekuatan Prabowo. PKS dan Gerindra tidak memiliki cukup kursi dan suara untuk mengusung capres dan cawapres sendiri.

    Satu-satunya cara untuk mendapatkan kesempatan dan simpati parpol lainnya adalah menggagalkan program kerja Jokowi-JK. Namun, mengingat soliditas dan peta nyata siapa kawan dan siapa lawan di dalam kabinet kerja Jokowi, maka skenario ini layak gagal.

    Untuk itu baik SBY maupun Jokowi berada di atas angin dan harus bisa mengambil manfaat yakni dengan membuat Agus maju di Pilpres 2019 – dengan sekali lagi menyingkirkan Prabowo.

    Pembuktian Kewarasan SBY

    Melihat peta kekuatan politik yang berubah itu, Jokowi dan SBY pun memastikan aliansi politik teduh – tentu dengan konsesi dan imbal politik yang jelas. SBY diminta menggunakan pengaruhnya di MK untuk mematahkan judicial review Perppu Ormas, sementara Islam radikal dimatikan, dan Agus naik ke bursa capres untuk memberikan kesempatan di 2022 maju lagi dan menang menggantikan Jokowi – itu pun kalau rakyat mau memililih.

    Jadi, itulah gerak cepat Jokowi. Semenjak strategi Jokowi merangkul dan memukul lawan yang tidak mau berkompromi – termasuk musuh politik seperti JK – maka SBY tersadar dari tidur pulasnya dan bersepakat mengatur kepemimpinan yang waras ke depan. Karena jika tidak ikut gerbong perubahan, maka yang akan terjadi adalah digilas oleh kekuatan yang mulai digalang dan menunjukkan kedigdayaannya.

    SBY pun diharapkan akan menjaga jarak dari Perppu Ormas yang berlangsung di MK. Jokowi menyadari dan berharap banyak terkait judicial review UU Perppu Ormas di ditolak oleh MK. Pun Jokowi tidak menghendaki adanya political set back yang tentu akan menjadi pertaruhan bagi SBY sendiri. Kini SBY yang harus membuktikan kewarasannya sendiri, bukan Jokowi. Demikian the Operators. Salam bahagia ala saya.



    Penulis : Ninoy N. Karundeng   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jokowi Tekan SBY Soal Perppu Ormas, Undangan Mantu Kahiyang, dan Faktor Agus di 2019 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top