728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Oktober 2017

    #Warta : Jokowi Sindir SBY, Trans Sulsel Groundbreaking 3 Kali, Saya Tidak Mau Dibohongi!

    Pada acara Rembuk Nasional 2017 memperingati tiga tahun pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, pidato yang dilakukan oleh Jokowi benar-benar membuat seluruh mata dan telinga terfokus kepada orang kurus ini. Pak Presiden Joko Widodo, dikenal dengan panggilan Pak Dhe begitu cadas di dalam berpidato. Mengapa saya katakan cadas?

    Jelas karena ia mengerti betul apa yang ia katakan, ia tidak memberikan janji-janji palsu dan orasi-orasi tak penting seperti kubu sebelah yang dilakukan oleh Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan rivalnya pada tahun 2014, Prabowo Subianto. Ketiga orang yang berasal dari partai oposisi pemerintah hanya bisa berkata-kata, berorasi, dan lucunya, bisa dipercaya oleh rakyat Indonesia.

    "Saya datang dua kali, menteri empat kali, dirjen delapan kali. Iya dong menterinya lihat sudah siap belum, dirjennya tengak-tengok dua hari. Kalau di kantor terus, lepas lah. Iya hanya groundbreaking saja kalau enggak dilihat ya hanya groundbreaking… Ada jalur kereta di groundbreaking tiga kali, saya mau ke sana dibilang jangan ke sana, sudah groundbreaking tiga kali. Saya minta Menhub kerjakan dulu, minimal 7 km saya datang. Tek, tek, tek, sudah 12 km saya datang… Sudah di-groundbreaking tiga kali, dibohongi. Saya enggak mau dibohongi!" Joko Widodo, 23 Oktober 2017.

    Rasanya Indonesia masih perlu belajar di dalam tidak terbuai dengan kata-kata. Penggunaa kata-kata, intonasi yang bersemangat dan menggelora, menjadi ciri khas dari Prabowo Subianto. Namun sayangnya, semua isinya hanyalah teori. Saya ulangi, hanyalah teori dan mimpi di siang bolong.

    Terkadang saya bersyukur melihat mereka mengambil manusia bernama Sandiaga, seorang pengusaha ulung, yang tahu lapangan, sehingga pada akhirnya janji menaikkan UMP DKI Jakarta dianggap Sandiaga sebagai suatu janji yang harus dikaji ulang. Apa? Dikaji ulang? Hahaha. Inilah yang dinamakan keberpihakan.

    Luar biasa memang manusia-manusia Gerindra yang menggerus suaranya sendiri di tahun 2019 dengan rekam jejak yang super jelek ini, yang ditorehkan hanya dalam satu minggu dinas sebagai Gubernur DKI. Mungkin Pak Jaya Suprana bisa buatkan rekor MURI untuk Anies Baswedan dengan rekor “Gubernur blunder terbanyak dalam waktu tersingkat”. Lumayan loh, setidaknya bisa saingi Ahok dengan rekor karangan bunga terbanyak dalam waktu singkat.

    Maka jika tidak gunakan isu yang “lain”, rasanya sulit bagi mereka untuk memenangkan kontestasi pilkada maupun pilpres. Isu yang lain apa yang saya maksud? Ah sudah lah. Sebaiknya kita kembali saja kepada pidato Jokowi kemarin malam, Senin, 23 Oktober 2017 oleh Pak De Joko Widodo di JI Expo Kemayoran.

    Presiden Jokowi mengatakan dengan jelas bagaimana ia tidak mau dibohongi dengan proyek-proyek fiktif yang “diwariskan” dari era sebelumnya. Siapa lagi kalau bukan SBY? Ia mengatakan bahwa di dalam proyek kereta api trans-Sulsel, sudah ada ground breaking tiga kali.

    Saya yakin, setidaknya SBY sudah melakukan ground breaking itu satu atau dua kali. Luar biasa bukan? Ya, ini adalah keberpihakan dan keber-prihatin-an. Hahaha. Sumber

    "Berdasarkan jadwal, groundbreaking pembangunan trase Kereta Api Trans Sulawesi itu akan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rencananya pertengahan Februari beliau akan berkunjung ke Sulsel… Rencananya kita laksanakan di Kabupaten Barru, kemungkinan di sekitar Pelabuhan Garongkong karena semua sarananya telah siap disana, makanya kita akan mulai dari Barru… Pokoknya kita sudah siap melakukan groundbreaking. Tim juga sudah turun untuk terus mengupayakan pembebasan lahan ini, sehingga nantinya tidak akan muncul lagi masalah setelah groundbreakingnya" Kadis Kominfo Sulsel Masykur Sultan di Makassar (Januari 2014)

    Lagi-lagi fokus SBY bukanlah bekerja, melainkan fokus pencitraan dengan cara groundbreaking. Ini adalah suatu bentuk politik pencitraan dari manusia-manusia tidak becus. Meskipun ia sudah memuji kinerja Jokowi selama tiga tahun ini, rasanya tidak membuat saya prihatin dan respek kepada orang ini. Mengapa? Karena jelas 10 tahun ia berkuasa, benar-benar seperti waktu yang lewat begitu saja.

    Namun setelah SBY, masih ada orang-orang yang saya anggap tidak lebih hebat dari SBY. Siapa lagi kalau bukan Anies Baswedan? Menurut saya, Anies Baswedan, Prabowo CS adalah orang-orang berteori yang benar-benar belum berpengalaman di dunianya. Mantan rektor dan mantan jenderal benar-benar tidak berpengalaman di dunia politik.

    Manusia yang satu berlatar belakang pendidikan yang menang Pilkada dengan cara “asudahlah” dan satu lagi nyaris menang Pilpres dengan cara yang nyaris mirip, membuat mereka tidak pantas masuk ke dunia politik. Mengapa? Karena jelas, jika mereka masuk dunia politik, akan sangat titik-titik tentunya.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :  Hysebastian   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jokowi Sindir SBY, Trans Sulsel Groundbreaking 3 Kali, Saya Tidak Mau Dibohongi! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top