728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 02 Oktober 2017

    #Warta : #JaketMerah Jokowi : Jaga Ketahanan – Melawan Radikal dan Hoaks!

    Jaket merah Jokowi menjadi jaket yang khas dipakai beliau belakangan ini. Bagi saya sebagai pengamat biasa, saya mencoba melihat makna jaket merah yang dipakai Pak Jokowi di tengah situasi bangsa saat ini yang diterpa berbagai isu yang utumanya juga menargetkan beliau serta keutuhan NKRI. Sebagai pemimpin paling atas, maka arah angin yang menerpa beliau pasti bukan hanya sepoi-sepoi basah atau angin semilir belaka. Angin yang datang justru adalah angin yang keras, tak terduga dan bisa menjelma menjadi angin badai yang berusaha menggoyahkan dan menjatuhkan beliau dari posisinya.

    Jaket merah menjadi simbol bagaimana Jokowi menghadapi berbagai arus yang menghadang di berbagai sisi, mulai dari pejabat terdekatnya sampai pada rakyat yang mendukung termasuk yang nyinyir terhadapnya. Penulis mencoba menafsirkan makna jaket merah Jokowi yang bermakna: jaga ketahanan (jaket) – melawan radikal dan hoaks (merah!),

    JAKET = (Jaga ketahanan) adalah kunci untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia yang jumlah penduduk teramat besar tetapi rentan dengan berbagai perpecahan. Inilah yang menjadi tantangan Pak Jokowi sebagai pemimpin bangsa untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia yang sudah dari sono-nya majemuk, bhinneka tapi kerap diserang baik secara senyap dan frontal dengan sasaran untuk memecah belah bangsa.

    Karena itu Pak Presiden tidak hanya melempar urusan keamanan dan ketahanan negara kepada aparat keamanan tetapi beliau ikut turun tangan demi menjaga ketahanan negara kita ini. Kendati bukan militer, Pak Jokowi menunjukkan perhatian bagi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.  Pak Jokowi menggunakan atau tepatnya mengkombinasikan pendekatan yang lunak dengan pendekatan yang tegas (keras) demi menjaga ketahanan negara.

    Pendekatan yang lunak adalah dengan pendekatan dialogis. Presiden mengundang tokoh agama dan masyarakat serta tokoh-tokoh partai terkemuka untuk bertemu dengan beliau di Istana dengan topik NKRI atau  Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga kemajemukan. Pengamat Politik Indonesia Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, langkah Presiden ke-7 RI itu bertujuan mempersatukan seluruh elemen bangsa.

    Pendekatan yang tegas atau boleh dikatakan keras adalah dengan mengeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa terbitnya Perppu ini untuk menjamin dan menjaga keamanan negara dalam jangka sekarang maupun yang akan datang.“Penting untuk keutuhan negara dan kalau ada yang tidak setuju ya silakan jalur hukum, mekanisme hukum yang ada,” kata Presiden di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, 27 Juli 2017.

    Kalimat beliau yang terkenal adalah,”Menggebuk,” pihak-pihak yang ingin mengganti dasar negara. Dia menyatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan prosedur hukum jika ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin melakukannya. ”Jadi, kalau melanggar undang-undang, akan saya gebuk,” kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan para pemimpin media massa di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Mei 2017.

    Langkah taktis dan strategis beliau juga mendapatkan dukungan dari aparat keamanan utamanya dari Kapolri, Pak Tito. Gerakan Pak Tito patut diacungi jempol karena sejalan dengan apa yang diharapkan oleh rakyat yang cinta NKRI. Walau demikian, upaya menjaga keamanan negara kerap mendapat tantangan dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu atau kenyamanannya terusik karena langkah Pak Jokowi yang tegas dalam mengupayakan kamtibmas di Indonesia.

    MERAH : (Melawan Radikal dan Hoaks!)


    Melawan radikal dan hoax adalah langkah taktis dan strategis yang ditempuh pemerintah saat ini untuk membungkam aksi-aksi yang meresahkan dan berusaha mengacaukan stabilitas NKRI. Radikal yang dimaksud di sini adalah gerakan yang menentang atau berusaha menggeser ideologi bangsa yaitu Pancasila serta UUD 1945.

    Gerakan radikal saat ini tak lagi malu-malu beraksi dan memanfaatkan berbagai isu-isu sensitif guna ditunggangi untuk agenda mereka sendiri. Gerakan yang tadinya terselubung di zaman Pak Harto menemukan era keemasannya di zaman sebelum Pak Jokowi. Ketika Pak Jokowi mulai bersih-bersih gerakan radikal, karena sudah menemukan tempat dan bentuk aktifitasnya sudah nyaman, jadinya mereka terusik dan kebakaran jubah plus jenggot.

    Sama halnya dengan hoaks yang tumbuh subur di negeri ini dan menemukan tempatnya di media sosial. Aktifitas dan aktifis hoaks terus merecoki media dunia maya dengan berbagai isu dan melemparkannya ke masyarakat yang kerap berpikir pendek dan menyantapnya bak makanan atau snack yang renyah tapi justru menjadi momok bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

    Fakta menunjukkan aktifitas hoaks itu terorganisir dan menjadi lahan menguntungkan bagi berbagai pihak. Hoaks sudah menjadi budaya baru yang bisa menaikkan serta menurunkan kekuasaan, meraih popularitas dan simpati dengan cara menghancurkan pihak lawan tanpa ampun. Jika budaya ihoaks tu dibiarkan maka negeri kita tidak akan maju karena terus berkutat dalam hoaks belaka.

    Langkah Presiden Jokowi melalui aksi jaga ketahanan itu sangat efektif dalam menangkal biang radikal dan hoaks di negara ini. Memang belum seratus persen habis semuanya, tapi aksi pemerintah melibas dan menggebuk sebagian besar gembong radikal dan hoaks sudah mulai terasa hasilnya. Pemerintah menunjukkan bahwa kehadiran mereka adalah menjamin kebebasan hidup warga atau rakyat untuk hidup damai, aman dan harmoni di bumi Indonesia tercinta.





    Penulis  :     Ronny D Rondonuwu      Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : #JaketMerah Jokowi : Jaga Ketahanan – Melawan Radikal dan Hoaks! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top