728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 19 Oktober 2017

    #Warta : Isu Pribumi Digaungkan : Siasat Prabowo Menjegal Anies?

    Keraguan Prabowo untuk mengusung Anies sebagai calon gubernur DKI sempat mencuat keranah publik. Hal ini diungkap langsung oleh Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan. Pada awalnya Zulkifli mengatakan tak ada satupun partai politik yang mau mengusung Anies. Nama Yusril - Sandi sempat digadang-gadang untuk dicalonkan, namun melalui hitung-hitungan politik dikhawatirkan tidak bisa menang, akhirnya niat itu diurungkan.

    Lebih lanjut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pun menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhoyono untuk disandingkan dengan Sandi. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat menyanggupi tawaran tersebut. Namun dengan syarat Sandiaga sebagai calon gubernurnya. Sebab, Sandiaga sudah lama bergerak untuk maju ke Pilgub DKI.

    Meski demikian, Sandi segera menangkap sinyal atas tawaran SBY. Sehari sebelum pencalonan calon gubernur dan wakil gubernur, Sandiaga mendatangi kediaman Zulkifli di Widya Chandra untuk menyatakan kesediaannya menjadi calon wakil gubernur untuk Agus.

    "Waktu itu dia bilang enggak apa-apa saya jadi wakil tapi pertemukan Pak Prabowo dengan Pak SBY," tutur Zulkifli menirukan pernyataan Sandiaga saat itu.

    "Nah, saya tahu kalau Pak Prabowo, Pak SBY ketemu mesti ada jaminan lima tahun selesai. Kira-kira itu isinya. Sehingga tak jadi ketemu, sudah putus AHY. Di sini ya sudah Sandi sama Mardani (Ali Sera)," Kata Zulkifli.

    Di situ lah peta politik berubah. Prabowo akhirnya menyetujui Anies sebagai calon gubernur. Itu, ujar Zulkifli, atas intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    "Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," ucap Ketua MPR RI itu.

    Kekhawatiran Prabowo muncul, lantaran Anies adalah bekas orang terdekat Jokowi. Terlebih, Anies dikenal cukup ambisius dalam hal melanggengkan kekuasaan. Siapa yang tak kenal Anies, sepak terjangnya didunia perpolitikan tanah air sudah ia mulai sejak mengikuti konvensi calon presiden periode 2014 - 2019 melalui Partai Demokrat. Meski pada akhirnya gagal.

    Namun begitulah Anies, ibarat tak ada rotan akarpun jadi, meskipun usahanya gagal untuk mencalonkan diri sebagai pucuk pimpinan di negri ini, ia tak menyerah begitu saja. Anies langsung mengambil langkah seribu. Secepat kilat Anies bermanuver dan berbalik mendukung Jokowi. Melalui segala upaya yang ia lakukan, Anies berhasil didapuk sebagai juru bicara tim pemenangan Jokowi - JK. Imbas dari kiprahnya dalam memenangkan pasangan Jokowi - JK, ia dihadiahi sebagai salah satu menteri di kabinet kerja. Menteri Pendidikan.

    Lebih lanjut, persoalan lain yang membuat Prabowo ragu kepada Anies ada kaitannya dengan pencopotannya sebagai menteri pendidikan saat itu. Dari kabar yang beredar, selain karena kinerjanya yang buruk, Anies dicopot lantaran ia berambisi ingin menjadi presiden. Tentu hal ini akan mempersulit posisi Prabowo jika hal itu benar-benar dilakukan oleh Anies. Apalagi Prabowo masih berambisi untuk menjadi presiden.

    Kaitannya dengan "Isu Pribumi"

    Isu pribumi yang belakangan ini digaungkan dijagat media sosial bukan hal yang kebetulan. Besar kemungkinan rencana itu sudah dimulai jauh-jauh hari sebelum hal itu keluar langsung dari mulut Anies yang pada akhirnya menjadi bulan-bulanan publik karena dianggap rasis. Lantas siapa yang menyusun sekenario tersebut dan apa tujuannya?

    Pertama, sekenario itu dimulai dengan meminjam panggung Anies saat ia berpidato didepan para pendukungnya. Dengan menyelipkan kata-kata pribumi didalam pidato tersebut, secepat kilat isu pribumi berhembus bagaikan angin ribut. Bagi si pembuat sekenario tentu hal ini dianggap sebagai sebuah keberhasilan. Karena berhasil membenturkan Anies dengan warga Jakarta. Terbukti, imbas dari ucapannya, Anies dilaporkan oleh sejumlah ormas dengan dugaan adanya tindak pidana yang melanggar UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

    Kedua, adanya spanduk besar yang dipampang dipinggir jalan dan bertuliskan "Kebangkitan Pribumi Muslim" seirama dengan isi pidato Anies. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa sekenario tersebut sudah disusun secara terstruktur, sistematis dan masif. Mengapa ditambahi dengan embel-embel kata muslim? Karena dengan menggunakan isu sensitif agama lebih cepat menyebar efeknya ke jagat maya. Apalagi penduduk Jakarta bukan hanya beragama muslim. Hal ini justru akan menimbulkan reaksi negatif dari pemeluk agama non-muslim maupun para pembenci Anies. Dan Anies pun akan semakin terpojok.

    Ketiga, dari kabar yang beredar tujuan dari sekenario tersebut kemungkinan untuk menjegal Anies dari kursi DKI-1. Banyak yang beranggapan Anies akan menjadi ganjalan bagi Prabowo untuk maju di pilpres 2019 mendatang. Sebenarnya Prabowo merasa setengah hati jika Anies menjadi Gubernur, mengingat Anies bukan siapa-siapa. Apalagi Sandi yang nyatanya kadernya sendiri justru menjabat sebagai wakilnya. Prabowo khawatir Anies akan memanfaatkan jabatannya hanya untuk memuluskan ambisi pribadinya.

    Isu pribumi sebagai alat untuk memojokkan Anies mungkin masih sebagai langkah awal. Tujuannya akhirnya adalah untuk mendepak Anies sebelum Anies besar di Jakarta. Jika Anies kejatuhan, secara otomatis Sandi yang akan menggantikannya. Dengan demikian Prabowo akan semakin leluasa untuk mengontrol dan mengintervensi Sandi ketimbang Anies.

    Keempat, mengapa Anies disingkirkan, bukankah bisa mendampingi Prabowo untuk maju di pilpres jika karier Anies semakin membaik? Pertama, Prabowo cukup mengenal sikap Anies yang ambisius untuk berkuasa, ia sangat khawatir jika sewaktu-waktu Anies menikamnya dari belakang. Kedua, kemungkinannya sangat kecil menyandingkan Anies dengan Prabowo karena hal itu akan mengurangi nilai tawar untuk berkoaliasi dengan partai lain. Anies bukan kader partai. Tentu saja, jika partai lain menyanggupi Anies untuk maju bersama Prabowo akan semakin berat syarat yang diajukan oleh sejumlah partai. Dan hal ini akan membuat Prabowo kerepotan karena harus diatur-atur oleh partai lain.

    Kelima, dari uraian diatas sudah bisa ditebak siapa yang membuat sekenario tersebut, silakan menyimpulkan sendiri. Begitulah kura-kura.

    Salam Seword,



    Penulis  :   Handoko Suhendra    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Isu Pribumi Digaungkan : Siasat Prabowo Menjegal Anies? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top