728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 05 Oktober 2017

    #Warta : Isu PKI Gagal Total, Muncul Isu Menurunnya Daya Beli Masyarakat, Jokowi Mulai Terpancing

    Berlalunya bulan september ternyata juga diiringi dengan berlalunya isu PKI. Isu PKI bisa dikatakan gagal total sejak Jokowi melakukan tindakan kecil yang mampu membungkam isu tersebut. Hanya dengan ikut nobar film G30 S PKI, tuduhan PKI yang diarahkan ke pemerintahan Jokowi seolah mejadi impoten.

    Isu PKI yang sempat memanas dan terus diberitakan oleh media sepanjang September kini seperti hilang di telah bumi. Media-media mulai tidak tertarik lagi memberitakan soal PKI.  Akun-akun media social juga terlihat sudah bosan memposting soal PKI. Jokowi bisa dikatakan telah berhasil mengebiri isu PKI.

    Menyadari isu PKI gagal total, musuh-musuh Jokowi tidak tinggal diam. Mereka akn terus mencari apapun yang bisa dijadikan isu untuk menyerang pemerintahan Jokowi. Isu menurunnya daya beli masyarakat yang sebelumnya sudah muncul di saat isu Rohingya dan PKI sedang panas-panasnya sekarang sedang dicoba didengungkan kembali. Pasalnya, sebelumnya isu menurunnya daya beli masyarakat masih kalah dengan isu Rohingya dan PKI.

    Sambil menunggu ide untuk membuat isu baru, memviralkan isu yang sebelumnya telah muncul namun belum viral menjadi  pilihan terbaik selama belum menemukan isu yang baru. Jika dipoles dan digoreng sedemikian rupa, isu menurunnya daya beli masyarakat bisa menjadi isu besar yang berpotensi menerjunkan elektabilitas Jokowi.

    Jokowi sering menggemborkan bahwa Indonesia mengalami tingkat kenaikan ekonomi yang cukup besar bahkan sampai memecahkan rekor. Kenaikan ekonomi sekitar 5 persen adalah prestasi. Negara-negara lain banyak yang tidak mampu menaikkan tingkat ekonominya hingga 5 persen.

    Prestasi Jokowi tersebut bisa menjadi serangan untuk Jokowi jika mereka mampu memviralkan isu menurunnya daya beli masyarakat. Bagi masyarakat yang mudah diprovokasi dan tidak mau menggunakan akal sehat, mereka akan menilai bahwa Jokowi tukang bohong. Bagi mereka, semakin tinggi tingkat ekonomi, maka akan diiringi dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Mereka ingin  membuat Jokowi seolah tukang bual karena mengatakan tingkat ekonomi Indonesia naik, namun realitanya daya beli masyarakat justru menurun.

    Sempat terdengar kabar bahwa banyak gerai-gerai, supermarket, dan toko yang gulung tikar karena rendahnya daya beli masyarakat. Saya yakin jika memang berita ini benar adanya, akan dijajikan senjata ampuh oleh musuh Jokowi untuk membuktikan bahwa daya beli masyarakat memang menurun.

    Masyarakat yang tidak mau berpikir jernih akan sangat mudah diprovokasi. Mereka akan mengamini opini yang mengatakan bahwa daya beli masyarakat memang menurun. Jika pun benar ada supermarket, gerai, atau toko yang gulung tikar karena menurunnya daya beli masyarakat, mereka tidak akan mencari tahu lebih dalam mengapa bisa seperti itu. Mereka hanya tahu itu karena menurunnya daya beli masyarakat. Menurunnya daya beli masyarakat bagi mereka dianggap sebagai bukti bahwa ekonomi Indonesia menurun.

    Mereka tidak akan meneliti lebih lanjut bahwa sedang terjadi pergeseran budaya dimana masyarakat sekarang begitu dimanjakan oleh internet. Mereka tidak perlu repot-repot membeli barang-barang dari. Mereka bisa membeli barang lewat smartphone. Jangankan membeli barang, ingin pesan ojek juga bisa lewat online. Berbagai jenis transaksi jual beli sekarang telah diakomodasi oleh system online. Bermunculannya aplikasi yang menjadi pasar online adalah respon terhadap kemajuan sistem informasi yang sangat cepat.

    Bahwa kemudian daya beli masyarakat secara offline dikatakan menurun, itu bukan karena tingkat ekonomi yang menurun, namun karena pergeseran budaya masyarakat sekarang yang lebih gemar bertransaksi secara online. Saya yakin sekali saya beli masyarakat lewat online terhitung besar termasuk jumlah nominal yang beredar.

    Ada yang sedikit saya sayangkan terhadap Jokowi saat menyikapi isu menurunnya daya beli masyarakat. Jokowi yang biasanya diam terhadap isu dan lebih fokus bekerja, kali ini sedikit terpancing dengan adanya isu ini. Beliau mengatakan isu menurunnya daya beli masyarakat telah dipolitisasi oleh musuh-musuhnya untuk menyerang pemerintahannya.

    Meskipun pernyataan Jokowi memang benar, namun hal itu bisa menjadi pihak lawan semakin memiki bahan untuk menyerang Jokowi. Mereka bisa membuat opini bahwa Jokowi tukang fitnah karena menuduh tanpa bukti yang kuat.  Arif Poyuono sebagai kader Gerindra nampaknya melihat peluang itu. Setelah sempat bungkam karena pernyataan kontroversinya, sekarang dia mulai berani angkat bicara. Arief Poyuono menyebut Jokowi asal bicara alias ngawur. Kubu Gerindra nampaknya akan terus menggoreng pernyataan Jokowi soal isu menurunnya daya beli masyarakat yang telah dipolitisasi.

    Pernyataan Jokowi tentang isu daya beli masyarakat yang dipolitisasi juga digoreng oleh Fahri. Dia mengatakan isu tentang daya beli masyarakat  yang menurun diembuskan oleh menteri di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.

    Terlepas dari maksud Jokowi membuat pernyataan tersebut, saya berharap Jokowi kembali mampu membungkam isu menurunnya daya beli masyarakat dengan taktik jitunya.



    Penulis   :   saefudin achmad   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Isu PKI Gagal Total, Muncul Isu Menurunnya Daya Beli Masyarakat, Jokowi Mulai Terpancing Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top