728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 18 Oktober 2017

    #Warta : Dilaporkan Ke Polisi, Bagaimana Rasanya Pak Anies?

    Baru satu hari menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah berstatus Terlapor akibat pidatonya yang menyinggung soal Pribumi. Entah apa maksud dalam pidatonya itu, apakah kaum pribumi datar apa kaum pribumi bulat. Entahlah.

    Akibat blunder istilah pribumi dalam pidatonya, Anies Baswedan dilaporkan oleh Koordinator organisasi Gerakan Pancasila ke Bareskrim Polisi atas dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam hurif B ke 1 dan ke 2 dan Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008.

    Ucapan kata pribumi yang disebut Anies Baswedan berpotensi memecah belah Pancasila dan keberagaman di Indonesia karena esensinya dalam Pancasila tidak mengenal apa bahasamu, apa rasmu, apa agamamu, semuanya satu, yaitu bangsa Indonesia.

    Ini tandanya Anies Baswedan masih belum dewasa dalam berpolitik. Warga Jakarta yang waras dapat menilai pidatonya yang tidak semestinya itu.

    Memang kebablasan, baru menjabat sudah bikin gaduh. Sudah sepatutnya dilaporkan ke Polisi karena selama ini memang sudah kelewat batas karena bisa memancing perpecahan karena adu domba betnuansa rasial mengumbar ujaran anti etnis. Hukum karma tak pernah ingkar janji.

    Kalau Anies Baswedan ngeles bahwa pidatonya itu konteksnya soal Kolonialisme, jelas itu alibi yang mengada-ada dan tidak masuk akal. Kenapa demikian? Karena dia itu pidato dalam konteksnya sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru, bukan pidato di hari kemerdekaan.

    Apa maksudnya kolonialisme didepan mata? Apa maksudnya pribumi berjuang merebut kemerdekaan? Kenapa harus pidato yang singgung-singgung soal kolonialisme dan pribumi? Apa hubungannya Gubernur baru dilantik dengan masa penjajahan?

    Jelas tidak ada hubungannya dan tidak masuk akal. Apalagi pidato itu keluar dari mulut seseorang yang justru punya garis keturunan yang bukan pribumi. Orang awam juga tahu siapa yang ditembak oleh bapak yang terhormat ini kalau bukan Gubernur sebelumnya yang keturunan Cina itu.

    Kata pribumi itu konotasinya jelas-jelas menghina dan mengkotak-kotakkan umat manusia. Akibat istilah pribumi itu, bangsa ini pernah merasakan toko mana yang harus dijarah, Mall mana yang harus dibakar dan perempuan mana yang harus diperkosa.

    Pidato kok tidak ada mutunya sama sekali dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bukannya pidato yang memberi semangat untuk kemajuan Jakarta atau pidato tentang realisasi janji-janji semasa kampanye dulu, ini malah cerita yang arahnya menuju kebencian.

    Kata Pribumi sudah dilarang penggunaannya oleh pejabat negara dalam pidato dan kegiatan kenegaraan yang diatur oleh Inpres dan dikuatkan oleh Undang-Undang No 40 Tahun 2008, sehingga siapapun yang sengaja bermain-main dengan isu ini akan berhadapan dengan hukum.

    Pidato Anies Baswedan tentang pribumi itu jelas melanggar Undang-Undang, ada ancaman pidana selama lima tahun dan denda. Secara de jure dan de facto, si Anies Baswedan ini telah mengangkangi Undang Undang jadi memang wajib dilaporkan ke pihak berwajib.

    Kalau Anies Baswedan pidato menyebut saatnya pribumi jadi tuan rumah di Jakarta, kira-kira telunjuk dia diarahkan kemana? Kalau sekarang pribumi baru mau jadi tuan rumah, lantas siapa yang jadi tuan rumah di Jakarta di era Ali Sadikin, Sutiyoso, Fauzi Bowo?

    Saya kok melihat Anies Baswedan ini seperti masih gagal move on, selalu membangkitkan retorika emosional, menang tapi tidak merasa menang, kasihan.

    Mendengar pidatonya tentang pribumi itu, para kaum bumi peang yang sumbu pendek kira-kira menghadapkan kepalan tangan sembari teriakan takbir ke arah muka siapa? Anies itu tidak sedang khilaf. Dia sadar betul dengan pemilihan kata dalam pidatonya dan maksud yang sedang dia tuju. Ini bukan keceplosan, akan tetapi strategi politik untuk tujuan tertentu.

    Kira-kira bagaimana rasanya dilaporkan ke Polisi saat menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta? Coba tanya pak Ahok bagaimana rasanya disalahin hanya karena perkataan kecil, namun legowo menerima hukuman.

    Anies Baswedan itu orang licik yang dibungkus dengan jubah kesantunan yang palsu. Dia punya kepiawaian analisa dengan kebutuhan politik yang berbeda. Semoga Anies Baswedan kembali jadi negarawan yang baik dengan slogan tenun kebangsaannya itu. Bukan jadi politikus yang gemar menggunting-gunting tenunan sesuai ukuran badannya.

    Kura-kura begitu.



    Penulis : Argo   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Dilaporkan Ke Polisi, Bagaimana Rasanya Pak Anies? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top