728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 23 Oktober 2017

    #Warta : Dari Mana Asal Dukungan Untuk Emil Menatap Jabar Satu?

    Fanatiknya partai Nasdem untuk tetap mengusung Ridwan Kamil pada perhelatan pilkada Jabar, menjadi daya tarik tersendiri di pusaran dukung mendukung cagub Jabar hingga saat ini.

    Nasdem tetap optimistis meski Emil, sapaan Ridwan Kamil, ditinggalkan oleh PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Dua partai tersebut berpeluang mengusung figur lain selain Emil. Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago menilai semua hal bisa saja terjadi karena situasi politik masih dinamis.

    Sumber : http://nasional.kompas .com/read/2017/08/10/14034461/meskipun-harus-lewat-independen-nasdem-akan-tetap-dukung-emil

    Kontrak politik antara Nasdem dengan Wali kota Bandung itu, sudah pada tahap tidak tergoyahkan, karena kedua belah pihak sepakat untuk mendukung Joko Widodo di perhelatan Pilpres tahun 2019. Di sisi lain, Emil tidak lagi memungkinkan untuk kembali didukung partai Gerindra yang hampir pasti memiliki capresnya sendiri, yakni Prabowo Subianto.

    Ibarat kisah sejoli dalam cerita drama cinta, Emil sekarang telah berlabuh ke lain hati dan ditinggalkan atau tepatnya saling meninggalkan dengan pasangannya yang mengusungnya pada Pilkada Bandung yang lalu. Meskipun hingga saat ini kecukupan kursi dari partai pengusung belum tercapai, diyakininya situasi masih dinamis hingga menjelang pendaftaran calon di KPU Jawa Barat dibuka.

    Hal yang paling disayangkan, adalah terpecahnya konsentrasi dukungan terhadap dua figur yang diduga memiliki basis paling luas, yakni antara Ridwan Kamil dengan Dedi Mulyadi. Jika dilihat dari perspektif konstituen, yang paling ideal Emil bisa berpasangan dengan Dedi Mulyadi. Pertimbangannya semata-mata mengamankan peluang untuk keduanya terpilih sebagai Jabar satu dan Jabar dua.

    Bagaimanapun jika menimbang secara pribadi dari masing-masing kandidat, tentu mereka memiliki kepentingan besar untuk tetap bersikukuh tidak ada yang mau mengalah, siapa cagub dan siapa cawagub. Posisi sebagai sama-sama pejabat aktif di daerahnya masing-masing, diduga menjadi salah satu faktor, lebih-lebih Dedi yang predikatnya sebagai ketua DPD Golkar tentu memiliki posisi tawar yang kuat.

    Jika keduanya ditakdirkan untuk mengambil jalan sendiri-sendiri, kita punya harapan bahwa satu diantara kedua calon itulah yang akan berhasil menduduki kursi Gubernur yang akan datang, dan bukan figur lain yang selama ini muncul di survey-survey sebagai calon berpotensi lainnya.

    Sementara itu, empat partai yakni Nasdem, PKB, Hanura dan PPP tampaknya sedang merapatkan barisan untuk menggalang kesepakatan dalam mengusung calon yang sama, yakni Ridwan Kamil. Situasi terakhir tersiar bahwa syarat yang cukup berat diajukan oleh PPP, dimana mereka ingin cawagub dimunculkan dari kader PPP. Di sisi lain, tiga calon pengusung lainnya tentu tidak mudah untuk diyakinkan, terkait figur pendamping Emil ke depan.

    Hanura di satu sisi sudah mengambil ancang-ancang memunculkan nama Ketua DPD-nya, Aceng Fikri yang ditawarkan mendampingi Emil, sementara PKB dan Nasdem tampaknya merasa cukup dengan mengajukan komitmen bukan berdasarkan figur cawagub, melainkan lebih kepada permintaan dukungan politis kepada Jokowi pada pilpres yang akan datang.

    "Rekomendasi PPP untuk pilgub Jabar akan turun ke RK jika pendampingnya berasal dari PPP," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi, dalam keterangan kepada media, Minggu (22/10/2017). Pria yang karib disapa Awiek itu mengatakan PPP punya dua nama untuk dipasangkan dengan Ridwan Kamil. Sampai saat ini PPP masih menimbang siapa tokoh yang cocok dipasangkan dengan Ridwan Kamil. "Sampai saat ini PPP belum clear soal cawagub yang mau dampingi RK, apakah Uu Ruhzanul Ulum atau Asep Maoshul," katanya.

    Sumber : https://news.detik .com/berita/d-3695228/warning-ke-ridwan-kamil-ppp-rekomendasi-turun-bila-wakil-dari-kami

    Mengingat masih terbuka lebarnya kemungkinan calon pendamping Emil sebagai cawagub Jabar, tentu hal ini menjadi faktor yang memuluskan upaya meraih dukungan, guna tercapainya kecukupan syarat keterwakilan bagi partai pengusung. Bagi Emil sendiri, sepanjang dapat didiskusikan antar partai pengusung, siapapun yang akan disandingkan dengannya tidak menjadi masalah.

    "Enggak ada masalah, yang penting didiskusikan dengan Nasdem dan PKB, karena kan keputusannya harus bertiga," kata Ridwan di Jalan Banda, Kota Bandung, Minggu (22/10).

    Jika kesepakatan untuk mencantumkan nama pendamping sudah dicapai oleh para pengusung, maka langkah untuk melenggang ke arena Pilkada serentak tahun depan, akan semakin mulus bagi Emil dan partai pendukungnya. Lalu bagaimana dengan peluang menggolkan calon yang memiliki visi terbaik untuk Jabar ? Masyarakat Jawa Barat tentu berharap pemimpin mereka ke depan, adalah figur yang berbeda dengan yang sedang berkuasa saat ini.

    Tidak hal yang bisa diharapkan lebih baik, jika misalnya kursi gubernur hanya menaikkan seorang Wagub menggantikan Gubernusnya saat ini. Pemandangan yang kita dapat saksikan dari kinerja keduanya selama mereka mengemban amanah, menjadi alasan kuat agar kita tidak lagi memberi kepercayaan yang sama. Demi Jawa Barat yang lebih menjanjikan, kita haruslah meletakkan harapan kepada calon yang sudah tampak jejaknya sebagai figur yang akan mampu membawa kita lebih baik.

    Penulis : Ruskandi Anggawiria   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Dari Mana Asal Dukungan Untuk Emil Menatap Jabar Satu? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top