728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Oktober 2017

    #Warta : Dan Akhirnya Alexis Pun Tumbang?

    Hotel Alexis di kawasan Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, hari ini kembali ramai menjadi bahan pembicaraan. Pasalnya efektif per tanggal 27 Oktober 2017, Hotel Alexis sudah tidak bisa beroperasi lagi.

    Izin operasional mereka telah habis dan tidak diperpanjang lagi oleh Pemprov DKI Jakarta. Dengan tidak diperpanjangnya izin operasional mereka, maka Alexis resmi tidak bisa beroperasi dengan sendirinya.

    Penutupan Hotel Alexis yang dianggap sebagai sarang maksiat adalah salah satu dari 23 janji Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat kampanye pada pilkada DKI Jakarta.

    Bukan hanya itu saja, janji menutup Alexis juga dilontarkan oleh Anies Baswedan saat debat Cagub dulu. Saat itu Ahok dikritik habis-habisan oleh Anies Baswedan bahwa sistem yang dipimpin Ahok cuma berani tegas terhadap orang kecil saja, namun tumpul terhadap pengusaha besar.

    Anies pun mencontohkan soal keberadaan Alexis yang ditudingnya sebagai tempat prostitusi terselubung dan tidak diutak-atik oleh Ahok. Namun coba kalau soal bangunan liar dan penggusuran, Ahok dianggapnya sangat keras sehingga menurutnya hanya menimbulkan penderitaan bagi rakyat kecil saja.

    Anies bilang untuk urusan penggusuran tegas, tetapi urusan prostitusi di Alexis lemah. Entah Anies Baswedan ini tahu atau pura-pura tidak tahu demi nafsunya menjadi Gubernur DKI Jakarta, justru sejumlah lokasi hiburan malam seperti Kalijodo, Stadium, Milles tumbang tidak berdaya dihajar Ahok tanpa Ampun.

    Kalau mau jujur, saya yakin belum tentu Anies Baswedan ini punya bukti-bukti nyata yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri praktik prostitusi terselubung di Hotel Alexis sesuai tudingannya itu. Kalau hanya berdasarkan kata orang, semua tolol juga bisa.

    Jangankan Anies Baswedan, Ahok saja mengaku tidak punya bukti-bukti yang sahih tentang praktik prostitusi di Hotel Alexis sesuai rumor dan tudingan para kaum pemegang kunci gerbang kerajaan sorga itu.

    Itulah sebabnya kenapa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di era Ahok tidak bisa menutup hotel Ahok seenak udel mereka karena hanya akal-akalan persaingan bisnis para pengusaha dunia hiburan malam saja.

    Anies Baswedan hanya berdasarkan asumsi yang berkembang di media massa bahwa Alexis adalah tempat maksiat dimana segala bentuk perbuatan maksiat yang melanggar kesusilaan semuanya ada di Alexis.

    Menurut Anies Baswedan, dengan tidak diperpanjangnya izin Alexis merupakan upayanya untuk menjaga moral kita. Maksudnya kita itu kita yang mana? Kalau kaum bumi peang, mungkin iya.

    Kalau mau bicara moral, tidak perlu soal prostitusi segala. Nonton video bokepnya Hanna Anissa yang mahasiswi UI itu juga moral bejat karena kepo banget dengan urusan seks orang lain.

    Masalah moral adalah urusan pribadi masing-masing orang. Kalau kita masih ngelike akun bokep di Twitter, tidak usah munafiklah jadi orang. Kalau Anies Baswedan koar-koar bicara soal moral, bagaimana dengan praktik mengancam tidak mensalatkan pendukung Ahok, apakah itu bukan moral bejat namanya?

    Soal penutupan Alexis, sebelumnya Anies Baswedan bilang akan ada kejutan terkait janjinya terhadap Hotel Alexis. Rupanya kejutan yang dia maksud adalah tidak diperpanjangnya izin operasional saat diajukan oleh pihak Hotel Alexis. Halah, ternyata cuma segitu doang, kirain mau bikin heboh apa gitu.

    Bisnis hotel dan hiburan malam di Jakarta adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah terbesar yang mendukung dunia pariwisata di ibu kota negara ini.

    Di era Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, bisnis hiburan dikelolanya dengan profesional karena Ahok paham betul bahwa Pendapatan Asli Daerah dalam bisnis hotel dan hiburan malam sangat besar.

    Disetiap sudut-sudut kota besar di seluruh dunia bertebaran dunia hiburan malam karena intinya sifat dasar manusia pada umumnya butuh hiburan untuk melepas penat dan kejenuhan akibat rutinitas, baik itu dalam dunia bisnis maupun dalam dunia kerja.

    Berdasarkan realita tersebut, Ahok menetapkan pajak hiburan yang sangat tinggi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah di DKI Jakarta. Selain itu, Ahok juga menetapkan pengawasan yang ekstra ketat dengan memasang CCTV dan Cashier Online ke database pendapatan daerah.

    Semua itu Ahok lakukan agar tidak ada penyelewengan pajak oleh para pengusaha nakal dibidang perhotelan dan hiburan malam.

    Seharusnya Anies Baswedan sebagai pemimpin yang baru di Jakarta ini harus mampu merangkul dan membina para pelaku usaha hiburan di ibu kota negara ini, bukan jebakan betmen dengan menunggu izinnya habis dulu baru sikat. Itu namanya cemen.

    Memangnya Anies Baswedan bisa memberi kerjaan yang baru bagi para karyawan Hotel Alexis yang status mereka kini pengangguran akibat tidak diperpanjangnya izin operasional hotel tersebut? Mikir dong. Kasihan anak istri mereka, mau makan apa kalau sudah jadi pengangguran.

    Kura-kura begitu.


    Penulis :  Argo   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Dan Akhirnya Alexis Pun Tumbang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top