728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Oktober 2017

    #Warta : Bukan Tangan Dingin Jokowi Yang Menyukseskan Pembangunan

    Bukan tanpa alasan Presiden demikian getolnya melakukan inspeksi pada proyek-proyek infrastruktur. Jokowi menjelaskan, kenapa dia rutin mengecek pembangunan infrastruktur. Sebab dia ingin ada kontrol yang baik. "Semua saya awasi betul, datang ke satu tempat bisa sampai enam kali. Kenapa gitu ya? Memang dalam manajemen kalau enggak ada kontrol tidak akan jadi," katanya. Jokowi juga mengatakan, jika tak rutin ditinjau, maka proyek pembangunan itu hanya 'mentok' pada groundbreaking saja.

    Bicara soal groundbreaking, Jokowi mengaku 'trauma'. Pasalnya dia pernah nyaris dibohongi di beberapa kali proyek pembangunan, pasalnya proyek tersebut hanya sebatas groundbreaking.

    Sumber : https://news.detik .com /berita/d-3696793/cerita-jokowi-yang-tak-mau-dibohongi-groundbreaking-proyek

    Menjadi inspirasi bagi semua pejabat, dengan tidak sekedar duduk menunggu laporan, apa lagi untuk proyek strategis dan berdampak luas, cek dan re-cek itu merupakan keniscayaan, jika tidak, seperti dikatakan Jokowi akan mangkrak sejak tahap groundbreaking. Banyak pelaksana yang hanya berhitung keuntungan tanpa mau bertanggung jawab, ini kuncinya.

    Kita ambil contoh pembangunan jalan tol, pembangunan tol Jagorawi yang dilaksanakan oleh perusahaan asing, hingga saat ini masih bertahan sebagai jalan tol dengan konstruksi paling kokoh. Meskipun usianya sudah puluhan tahun, jarang sekali kita temukan kerusakan di ruas-ruas sepanjang Jakarta ke Ciawi. Ini merupakan berkat dari sistem kontrol yang baik, karena menganut standar yang benar, yang baku dijalankan oleh perusahaan kelas dunia.

    Perhatian penuh dari seorang pemimpin tertinggi, secara otomatis berdampak luas kepada berjalannya sistem, temasuk spirit dari pelaksana di lapangan hingga ke tingkat terbawah, dan ini harus menjadi role model. Lebih-lebih jika proyek itu merupakan pionir yang akan dijadikan acuan pada proyek lainnya.

    Di satu sisi, cara Jokowi memastikan setiap tahap satu proyek berjalan sesuai jadwal, sangatlah memadai. Tetapi di sisi lain kegiatan tersebut pasti sangat menyita waktu, karena hanya dengan menghitung perjalanan saja tentu harus berpikir dampaknya pada agenda Presiden yang lain.

    Maka penting strategi serupa dijalankan oleh level di bawahnya, termasuk pimpinan di daerah. Tujuannya jelas, agar setiap tahap pekerjaan dipastikan berjalan sesuai rencana awal. Pengalaman di banyak proyek yang terhenti di tengah jalan, dan bukan berhenti sementara waktu bahkan puluhan tahun, membuktikan bahwa pengendalian langsung itu mutlak diperlukan.

    Kondisi sosial masyarakat Indonesia yang secara tradisional menganut azas paternalistik, masih mengandalkan pola seperti yang dilakukan Jokowi, agar setiap tahap proses berjalan pada jalur yang ditetapkan, mutlak menjadi jaminan akan keberhasilan dan tuntasnya proyek-proyek pemerintah.

    Tentu tidak setiap saat Presiden harus melakukannya sendiri, agenda yang ketat akan menjadi hambatan tersendiri untuk masalah itu. Semangatnya adalah diyakininya oleh setiap lini di pemerintahan, kesadaran untuk melakukan pengendalian langsung seperti berkali-kali diperlihatkan Jokowi, juga menjadi prioritas yang berlaku di seluruh proyek, apa lagi yang dibiayai dengan anggaran besar, dan berdampak strategis.

    Dengan mencontoh kebiasaan seorang Presiden melakukan pengendalian seperti itu, hampir semua menteri dan pejabat di bawahnya kini menjadi terlihat biasa melakukan hal yang sama. Dan tidak terbatas pada kehadiran secara fisik di lapangan, para pejabat tentu harus secara penuh memperhatikan aspek-aspek pengendalian yang lainnya juga.

    Pada dasarnya, banyak proyek pemerintah mengandung aspek multi dimensi, yang tidak hanya bisa ditangani oleh satu atau beberapa sektor teknis. Maka penting untuk memperhatikan aliran laporan pada perkembangan proyek, sehingga jika ditemukan masalah, dengan segera dapat dieskalasi ke tingkat yang lebih tinggi, meskipun sebatas untuk diketahui.

    Tingkat manajeman puncak, sejatinya menerima laporan pekerjaan berupa gambaran umum, tetapi dalam kasus-kasus tertentu dimana memerlukan keterlibatan dan keputusan strategis, kondisi yang lebih detil yang memuat unsur teknis perlu digambarkan juga. Jika tidak demikian, pemahaman yang diterima di tingkat atas berpotensi menjadi terbatas.

    Keterbatasan inilah yang tampaknya dikhawatirkan oleh Presiden, sehingga memerlukan untuk lebih sering mengetahui secara langsung. Seyogyanya jajaran menteri dan eselon di bawahnya perlu memberikan gambaran kepada Presiden yang bersifat luas dan lengkap, berkaitan dengan proyek yang menjadi perhatian khusus Presiden. Dan Presiden tidak perlu secara penuh setiap saat mengambil alih hal-hal teknis, karena bidang-bidang lain yang perlu mendapat porsi perhatian juga harus diperhitungkan Presiden.

    Pejabat eselon satu harusnya yang lebih proaktif dalam urusan memberikan gambaran kepada menteri untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden, dan Presiden yang ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, perlu diyakinkan bahwa fokus perhatiannya ditindak lanjuti di tingkat teknis.



    Penulis :  Ruskandi Anggawiria   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Bukan Tangan Dingin Jokowi Yang Menyukseskan Pembangunan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top