728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 19 Oktober 2017

    #Warta : Black Hawk Down: Irene Vs. Anies Baswedan: Pribumi

    Sempat nonton film Black Hawk Down (BHD)? Kalau sempat, masih ingat cerita film ini? Maklum, dikekinian, “BHD” termasuk film “zadul” (zaman dulu). Soalnya film ini dirilis ± 16 tahun yang lalu. Tepatnya di bulan Desember 2001. Hanya saja, meski termasuk film zadul, "BHD" tetap menarik untuk ditonton saat ini. Terlebih film ini based on true story. Jadi walaupun mendapat sentuhan dramatisasi di sana-sini, sesuai gaya Hollywood, punya daya tarik dan nilai lebih tersendiri. Jadi untuk yang belum pernah menonton, tidak rugi beli DVD film "BHD."

    Ringkasnya, film “BHD” bercerita tentang keinginan Amerika Serikat menangkap pemimpin pejuang Islam Somalia bernama Muhammed Farrah Aidid. Untuk itu, pihak Amerika menunjuk Major General William F. Garisson menjadi komandan guna mewujudkan rencana tersebut. Dengan dukungan pasukan khusus seperti US Delta Force, Ranger, resimen operasi khusus penerbangan 160, dan tentu intel warga lokal, Garisson segera melancarkan operasi penangkapan Aidid.

    Fakta di lapangan ternyata berbeda. Sekalipun sudah menerjunkan pasukan khusus, ternyata upaya menangkap Aidid tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab Aidid sudah menyiapkan kekuatan militer untuk menghadapi serangan yang dilakukan oleh pihak Amerika.

    Alih-alih berhasil menangkap Aidid dan kawan-kawan. Justru 2 helikopter Black Hawk jatuh tertembak RPG yang kemudian terkenal dengan teriakan “Black Hawk Down, Black Hawk Down!” Situasi dan kondisi ini memaksa tentara Amerika harus terlibat pertempuran seru dengan pasukan Aidid. Operasi penangkapan yang semula direncanakan hanya perlu waktu ± 2 jam ternyata molor hingga ± 2 hari di mana tentara Amerika dipaksa untuk bertahan mati-matian agar tetap selamat.

    Irene!


    Seperti diketahui, sudah menjadi tradisi di semua perang, terlebih yang bersifat operasi khusus, menggunakan kode-kode khusus. Utamanya saat akan mulai melancarkan “serangan.” Demikian pula dengan operasi penangkapan Aidid. Kode yang Garisson gunakan adalah: Irene (baca: Airin). Saat Garisson memerintahkan anak buahnya untuk memulai serangan, dengan serta-merta sang anak buah meneriakkan kode khusus tersebut: Irene, Irene, Irene! Teriakan ini diikuti oleh para pilot helikopter. Segera berbondong-bondong pasukan darat maupun udara menuju kota Mogadishu untuk melancarkan serangan guna menangkap Aidid.

    Lain Major General William F. Garisson, Lain Anies Baswedan


    Anies Baswedan jelas berbeda dengan Major General William F. Garisson di film BHD. Walau BHD based on true story, namun peperangan yang dihadapi antara Garisson dengan Anies sangat berbeda. Kalau Garisson mendapat tugas dari negaranya Amerika untuk menangkap Aidid. Patut menduga Anies mendapat tugas dari para cukong dan politisi hitam untuk mulai melancarkan serangan mematikan presiden petahana Jokowi. Caranya sangat “jenius.” Pasca pelantikan di Istana Negara, Anies bersama wakilnya segera meluncur ke singgasananya selama ± 5 tahun ke depan, yaitu Balaikota DKI Jakarta. Di hadapan para pendukungnya, Anies menyampaikan pidato politik perdananya. Pada kesempatan tersebut Anies mulai melancarkan serangan untuk mematikan Jokowi dan para pendukung.

    Pertama-tama Anies mengawali serangannya dengan mengajak para pendukung dan pendengar untuk bernostalgia terkait dengan zaman kolonialisme, yaitu saat Indonesia dijajah oleh Belanda. Setelah merasa cukup “bermain” di ranah nostalgia, Anies kemudian mengeluarkan jurus mautnya.

    Anies

    Pribumi!

    Jurus maut apa yang Anies keluarkan saat menyampaikan pidato politik perdananya di hadapan para pendukungnya? Sebuah kode untuk mulai menyerang. Mirip dengan Garisson saat memerintahkan pasukannya untuk mulai menyerang guna menangkap Aidid. Kalau Garisson memakai kode IRENE, Anies menggunakan kode: PRIBUMI! Tidak butuh hitungan jam, apalagi hari. Hanya dalam hitungan menit usai berpidato, segera saja kode PRIBUMI viral di berbagai media sosial. Para pendukung bersama pasukan ontaers segera take beer seraya membentangkan spanduk panjang berbunyi KEBANGKITAN PRIBUMI MUSLIM. Sambil tidak lupa memenuhi ruang komentar di berbagai media sosial guna memberi dukungan kepada Anies.

    Di sisi lain, meski tidak sedikit yang mengkritisi, bahkan marah terhadap Anies terkait dengan kata PRIBUMI. Hebatnya, Anies tetap bergeming. Dengan cara membudegkan telinga terhadap suara-suara sumbang. Membutakan mata terhadap berbagai komentar marah di berbagai media sosial. Mematikan nurani seraya menjilat ludah terhadap berbagai janji kampanye yang salah satunya akan merangkul seluruh warga DKI Jakarta tanpa memandang golongan. Anies hanya menanggapi santai dan dengan penuh semangat menjalani aktifitas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

    Patut menduga, yang terpenting buat Anies bersama orang-orang di belakangnya yaitu para cukong dan politisi hitam yang kemaruk-serakah, KODE serangan sudah diteriakkan ke para MUSLIM pro khilafah dan pecandu korupsi: PRIBUMI, PRIBUMI, PRIBUMI! Tujuannya apalagi kalau bukan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI tercinta (Politik Divide et Impera) sehingga saat Pilpres, Jokowi kalah. Yahhh, mirip-mirip model Pilkada DKI Jakarta lah. Hanya dengan kemasan yang berbeda.

    Pesan Moral

    Adalah salah besar kalau ada yang menilai Anies koplak dan sejenisnya. Adalah blunder berat kalau ada yang menilai Anies seperti “unyu-unyu.” Jangan pernah sekalipun meremehkan Anies. Terlebih orang-orang di belakang Anies, yaitu para cukong dan politisi hitam. Saat Anies sudah meneriakkan kode PRIBUMI, bersama pasukan ontaers, mereka tanpa henti akan terus melancarkan serangan mematikan terhadap Jokowi. Mau bangsa ini babak belur terpecah, mereka tidak peduli. Terpenting, asal Jokowi kalah!

    Oleh karena itu, bagi yang waras dan bernurani, mari bersiap diri menghadapi serangan mematikan Anies cs. RAPATKAN BARISAN! Hanya dengan campur tangan TUHAN lewat doa dan usaha tanpa henti, serangan berkode PRIBUMI dapat kalah!



    Penulis  :   Rohadi Sutisna    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Black Hawk Down: Irene Vs. Anies Baswedan: Pribumi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top