728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 24 Oktober 2017

    #Warta : Apresiasi Gubernur Anies Menerima Aduan Warga Jakarta

    Sudah lewat seminggu pelantikan Anies-Sandi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tetapi apa yang dapat kita lihat dan kita rasakan dari mereka berdua? Hari pertama ketika dilantik menjadi Gubernur, Anies Baswedan telah membuat heboh jagat raya. Istilah pribumi kembali dikumandangkan, padahal itu tersebut sudah dilarang oleh Habibie melalui Inpres ketika menjadi Presiden.

    Kemudian Sandiaga Uno yang tidak patuh pada terhadap pakaian dinas harian yang diwajibkan sesuai dengan Pergub No.23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas. Sandiaga Uno dengan santai ngantor menggunakan running shoes, tidak menggunakan ikat pinggang. Dan kemudian Sandiaga meminta diskresi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tetap dapat menggunakan running shoes ketika ngantor. Bahkan Sandiaga Uno mengklaim bahwa dia telah mendapatkan diskresi tersebut langsung dari Anies Baswedan.

    Cerita yang tidak mengenakkan lainnya adalah ketika pegawai Pemprov DKI Jakarta mengadakan acara di Puncak, Jawa Barat. Bahkan saat itu, polisi sempat heran ketika rombongan Anies Baswedan menerobos arus one way Puncak. Seakan-akan Anies tidak mengindahkan instruksi dari polisi. Arogansi dari Anies Baswedan ini mendapat kecaman dari netizen. Karena sudah tahu bahwa setiap akhir pekan arus ke puncak pasti macet, kenapa tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

    Jika kemudian Dishub DKI Jakarta membantah tidak berkoordinasi mengenai rombongan Gubernur Anies Baswedan yang akan mengadakan acara di Puncak, tetapi hal tersebut sudah terlambat. Karena kesan negatif terhadap Gubernur Anies yang arogan keburu mencuat di media sosial.

    Sehari-hari hanya berkutat pada kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, membuat orang banyak pesimis Anies dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta ini. Anies dianggap hanya bisa beretorika saja tetapi tidak dapat menyelesaikan permasalahan. Dan akan terus ngeles kesana-kemari. Hal-hal yang tidak perlu pun sering terjadi antara Anies dan Sandi. Bahkan kemarin, Anies sempat menggunakan sepatu pantofel warna coklat yang tidak sesuai dengan pakaian dinas harian Pemprov DKI Jakarta.

    Jika ini terus-terusan terjadi, tentu masyarakat akan menilai bahwa Gubernur Anies tidak akan kompeten mengatasi masalah Jakarta yang begitu kompleks. Bukan saja masalah banjir yang akan segera menghadang, karena saat-saat ini sudah memasuki musim hujan. Tentu saja daerah-daerah langganan banjir akan kembali menjadi sorotan publik. Apakah daerah-daerah tersebut akan kembali digenangi banjir seperti tahun-tahun lalu. Ataukah Anies sudah mengantisipasi hal tersebut.

    Persoalan-persoalan macet yang tetap menghantui warga Jakarta, apakah akan ada solusinya di jaman pemerintahan Anies Baswedan? Ini juga menjadi PR yang cukup menyita perhatian Anies Baswedan. Untuk hal ini, Anies memang sudah mengantisipasinya. Anies telah mendatangi titik-titik yang menyebabkan kemacetan. Proyek-proyek infrastruktur yang menjadi biang kemacetan diinstruksinya untuk segera diselesaikan secepatnya. Hal yang lain yang patut kita apresiasi dari Gubernur Anies adalah, Anies tetap menerima pengaduan warga Jakarta seperti yang Ahok lakukan setiap hari. Walau pun Anies sempat mewacanakan tidak akan menerima aduan warga seperti yang dilakukan Ahok, karena menurut Anies hal tersebut seharusnya tidak terjadi jika pemimpin Jakarta dapat menyelesaikan masalah sebelum ada aduan warga.

    Apakah Anies dapat menyelesaikan permasalahan warga Jakarta tanpa ada aduan? Apakah Anies akan dapat melihat permasalahan warga satu demi satu? Sedangkan warga yang mengadu ke Balaikota tidak semuanya bersifat umum. Bahkan ada warga yang mengadu ke Balaikota hanya karena masalah pribadi yang mereka sendiri tidak dapat menyelesaikannya. Seperti warga yang menderita penyakit kronis tetapi tidak ada biaya untuk berobat, mereka datang mengadu ke Balaikota siapa tahu mendapatkan dana bantuan yang dapat dipergunakan untuk menjalani pengobatan penyakitnya.

    Ada juga warga yang mengadu karena tanahnya diserobot oleh orang lain. Dan tentu saja hal demikian tidak akan bisa diselesaikan tanpa adanya pengaduan dari warga. Jadi, waktu yang diberikan Anies untuk mendengar dan menindaklanjuti aduan warga tentu sangat dibutuhkan. Karena dari aduan warga lah Anies dapat mengetahui kompleksitas permasalahan yang ada di Jakarta ini.

    Tentu yang kita harapkan adalah Anies tidak hanya mendengar pengaduan warga kepada dirinya tanpa turut serta menyelesaikan masalah tersebut. Karena warga mengadu ke Balaikota mempunyai satu harapan agar permasalahan dirinya dapat segera diselesaikan. Dan akan percuma saja jika aduan tersebut hanya didengarkan saja tanpa ada tindak lanjutnya. Karena itu bukan yang diharapkan oleh warga.

    Jika Anies hanya bisa beretorika pada saat ada pengaduan warga, maka lama-lama warga juga akan kembali kecewa, karena aduan mereka hanya didengar saja tanpa ada kelanjutannya. Dan kita akan melihat apakah semakin hari warga akan banyak mengadu atau kah akan semakin sedikit. Karena dari sana kita akan dapat mengukur kepuasan dari warga Jakarta.

    Kalau semakin sedikit yang mengadu, berarti mereka kecewa karena aduan mereka tidak pernah ditindaklanjuti. Begitu juga sebaliknya. Kalau semakin banyak yang mengadu, maka berarti warga puas karena aduan mereka diperhatikan sehingga mereka cerita dari mulut ke mulut dan kemudian akan mendapatkan antusiasme warga untuk mengadu ke Balaikota.

    Saya kira demikian dulu, mudah-mudahan Anies tidak mengecewakan warga Jakarta.





    Penulis :  Daniel Setiawan    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Apresiasi Gubernur Anies Menerima Aduan Warga Jakarta Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top