728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 17 Oktober 2017

    #Warta : Apakah Anies Lupa Indonesia Sudah Merdeka Selama 72 Tahun?

    Menteri Pendidikan adalah jabatan yang sangat penting dalam kemajuan generasi penerus bangsa.

    Sampai saat ini tidak ada masyarakat yang tahu pasti apa alasan Presiden Jokowi mencopot Anies Baswedan dari posisi Menteri Pendidikan padahal Anies belum dua tahun menjabat.

    Awalnya banyak yang kecewa karena di mata banyak orang Anies adalah sosok yang santun, bijaksana, pintar dan berwibawa. Ditambah lagi Anies adalah salah satu pendukung Jokowi.

    Namun setelah dicopot dari jabatan Menteri Pendidikan sikap Anies berubah. Dia tidak lagi menunjukkan sikap yang mendukung Jokowi. Anies mencalonkan diri sebagai calon Gubernur melawan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, pasangan Jokowi saat memimpin Jakarta.

    Sikap Anies ini mengingatkan akan adegan-adegan di film drakula. Siapa yang sudah kena gigitan drakula akan berubah menjadi drakula juga dan memangsa temannya sendiri.

    Siapapun dapat merasakan kalau kampanye Anies - Sandi sarat dengan isu SARA. Kampanye yang membawa isu SARA ini melebar kemana-mana. Terbawa-bawa ke luar DKI hingga merusak banyak pertemanan terutama di media-media sosial.

    Sikap Anies sangat berbeda dengan sebelumnya. Anies berubah, tidak se-elegan dulu. Kalau dulu kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Anies seperti menyejukkan belakangan terasa seperti retorika saja, tak ada kepastiannya.

    Banyak pendukung Ahok-Djarot yang sangat menyayangkan kekalahan mereka. Belum pernah ada kesedihan begitu besar dari pihak pendukung salah satu calon pasangan dalam sejarah pemilihan Gubernur di Indonesia seperti yang terjadi pada saat Ahok-Djarot kalah dalam Pemilihan Gubernur. Belum pernah.

    Ribuan karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota di Jakarta sebagai bukti bahwa begitu banyak yang bersedih. Ungkapan rasa sedih dan terima kasih yang menyesak di dada.

    Kalau seandainya seluruh rakyat Indonesia boleh ikut memilih Gubernur Ibukota negeri ini mungkin hasilnya berbeda. Seperti rakyat memilih Jokowi untuk memimpin Indonesia.

    Betapa tidak. Ahok - Djarot terbukti benar-benar mendedikasikan jabatan mereka untuk kemajuan Jakarta. Hubungan baik Ahok-Djarot dengan Presiden Jokowi juga memperlancar pembangunan di Jakarta. Apa saja prestasi mereka sudah banyak diberitakan di media-media.

    Sekarang Anies-Sandi sudah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

    Sayangnya, ketika rakyat yang memilih Ahok mulai membuka hati terhadap Anies, karena mau tidak mau Anies-lah Gubernur Jakarta saat ini, tapi Anies malah menggores luka yang belum sembuh.

    Bukan luka karena Ahok kalah, tapi luka karena isu SARA yang begitu banyak merusak pertemanan di tengah-tengah masyarakat selama masa kampanye.

    Belum 24 jam menjadi Gubernur Anies sudah mengangkat isu SARA lagi. Tidak habis pikir. Benar-benar tidak habis pikir.

    Dalam pidato pertamanya Anies mengatakan, "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucapnya.

    Walaupun sebelumnya Anies menyinggung soal penjajahan kolonialisme di Indonesia namun apakah relevansinya dengan Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017? Seolah ia adalah Gubernur DKI pertama. Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun.

    Siapakah yang dimaksud Anies dengan pribumi? Kalau yang ia maksud berkaitan dengan garis keturunan bukankah ia sendiri keturunan Arab?

    Walaupun Anies bergaris keturunan Arab namun dia tetap Warga Negara Indonesia alias WNI, begitu juga Ahok dan jutaan WNI lainnya. Apakah KTP WNI yang berketurunan Cina, India, Arab dan lainnya tidak berlaku?

    Ditambah lagi Anies mengutip peribahasa Madura yang bunyinya, ''etèk sè atellor ajâm sè ngèremmè'', itik yang bertelur ayam yang mengerami," kata Anies.

    Siapakah yang dimaksud Anies dengan itik dan siapa pula ayamnya? Belanda? Jepang?

    Bagaimana mungkin seorang mantan rektor dan Menteri Pendidikan bisa berkata seperti itu?

    Jika seseorang yang suka menyinggung-nyinggung isu SARA menjadi Menteri Pendidikan, apakah yang akan diwariskannya kepada jutaan generasi penerus bangsa ini?

    Tindakan Presiden Jokowi memang tepat. Anies tidak pantas jadi Menteri Pendidikan.

    Sekarang Anies jadi Kepala Daerah, Gubernur Jakarta, yang seharusnya mempersatukan seluruh masyarakat yang berlatar belakang berbeda-beda, bukan malah sebaliknya.

    Isu SARA dimanapun dilontarkan akan berefek secara nasional. Apalagi jika diucapkan oleh seorang Kepala Daerah. Isu-isu seperti ini akan ditelan bulat-bulat oleh orang-orang yang pelit mikir dan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang anti Pancasila, anti Bhinneka Tunggal Ika, anti persatuan.

    Jangan-jangan Anies memang tidak sepintar seperti yang disangka orang selama ini.

    Alamak.


    Penulis : Edward Anugerah   Sumber : Seword .com dan Detik
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Apakah Anies Lupa Indonesia Sudah Merdeka Selama 72 Tahun? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top