728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 26 Oktober 2017

    #Warta : Apa Penyebab PAN Bersikap Tidak Amanah?


    Bambang Saptono, penelepon di acara Editorial Media Indonesia di Metro TV pagi ini, mengaku turut terlibat dalama membesarkan partai PAN selama dua belas tahun ini. Dia mengaku kecewa dengan sikap Fraksi PAN pada rapat pleno pengambilan keputusan PERPPU Ormas. Bahkan dengan tegas dia mengusulkan kepada Presiden untuk segera mencobot anggota kabinet yang berasal dari partai itu.

    Penelepon lainnya menyarankan agar PAN berganti nama menjadi PON, singkatan dari Partai Oportunis Nasional, satu pernyataan sarkastik dari seorang warga yang melihat bagaimana sebuah partai yang sangat konsisten dalam bersikap ambigu.

    Sebagai partai besar yang memiliki basis luas di masyarakat, di manakah posisi PAN saat ini ? sikapnya di parlemen kerap memperlihatkan penentangan dengan kebijakan pemerintah, tetapi dalam hal lain menempatkan wakilnya di kabinet.

    KETIKA memutuskan bergabung ke koalisi pemerintahan, setiap partai politik semestinya paham betul akan hak dan kewajiban mereka. Namun, tidak bagi Partai Amanat Nasional atau PAN yang lagi-lagi menunjukkan pengingkaran akan pemahaman elementer itu. Sangatlah wajar tatkala partai politik mendapatkan hak atas kursi di kabinet atau jabatan lainnya tatkala mereka berpadu di koalisi pemerintahan.

    Amat wajar pula jika mereka juga dituntut untuk mendukung dan menyukseskan setiap kebijakan pemerintah, selama kebijakan itu bermaslahat bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, amat tidak wajar jika sebuah partai dengan senang hati menikmati manisnya hak atas jabatan, tetapi melalaikan kewajiban sebagai anggota koalisi. Ibarat mau makan nangka, tapi ogah terkena getahnya, itulah yang dipertontonkan PAN.

    Sumber : http://www.mediaindonesia .com/editorial/read/1199/menanti-sikap-kesatria-pan/2017-10-25

    Apakah mereka cukup merasa percaya diri dengan sikap yang mendua itu. Lihat saja, demi meraup keuntungan diperolehnya kursi jabatan di pemerintahan di satu sisi, di sisi lain mereka juga mendapatkan posisi kunci di legislatif, bahkan menduduki pimpinan MPR, tetapi di mata masyarakat tentu terlihat seperti kumpulan orang bermuka palsu.

    Sikap politik yang tidak lazim yang ditunjukkan oleh PAN selama ini, tentu menimbulkan ketidak nyamanan baik bagi pendukung pemerintah, maupun para oposan. Posisi yang hanya berdasarkan arah angin, dimana arus yang menguntungkan dirinya yang menjadi dasar pertimbangan utama untuk mengambil sikap. Diduga kuat, satu saat mereka akan masuk kepada tahap, dimana akan menjadi lawan bagi kedua belah pihak, artinya PAN bisa jadi akan menjadi partai yang tidak disukai oleh siapapun di parlemen.

    Alasannya adalah karena sikapnya selama ini tak ubahnya menjadi partai ‘ambigu’ yang konsisten. Di satu saat dia mengambil jarak dengan pemerintah, di saat lainnya tiba-tiba merapat. Sikap plintat plintut bukan tanpa resiko, bahkan resikonya bisa berupa kebangkrutan dukungan. Jika sifat buruk itu terus dipertahankan, bisa jadi semua pihak akan menjadi lawan karena ketiadaan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

    Potensi ditinggalkan kawan, tidak hanya oleh pihak eksternal, kadernya sendiri pada satu tahap akan menjadi jenuh dan frustasi. Dengan tergerusnya dukungan dari konstituen, sebagai akibat dari perilaku standar ganda itu, otomatis mereka bisa terlempar dari percaturan politik nasional. Maka tidak mustahil jika kondisi ini sudah dialami, maka dengan sendirinya eksodus perpindahan kiblat dari para kadernya akan terjadi kemudian.

    Maka sangat penting bagi suatu partai untuk menentukan pendirian kelembagaan. Pendiriaan yang kokoh dan konsisten, merupakan landasan yang menjadi daya rekat secara internal, serta menjadi magnet bagi calon pemilih dan calon kader di luar partai.

    Perseteruan di dalam yang berakibat perpecahan di tingkat elit, sudah tejadi berkali-kali di partai-partai besar. Berbagai alasan dan latar belakang mereka hadapi dalam proses hengkangnya para punggawa partai. Sikap partai yang tidak jelas, dan hanya memperhitungkan segi pragmatisme dalam memperoleh fasilitas dan kekuasaan, sangat rentan menjadi amunisi perpecahan.

    Kondisi demikian jika ditambah dengan ulah pihak luar, yang memang menghendaki kekeroposan di dalam partai tersebut, bisa jadi akan terus menggerogoti kekuatan internal. Hanya alasan waktu saja yang bisa menunda kondisi tidak menguntungkan itu, maka penting para kader PAN yang masih setia bertahan, untuk segera mengambil langkah antisipasi.

    Kita yakin masih banyak kader PAN yang memiliki nurani untuk mempertahankan landasan awal, palsafah yang tersirat dari namanya, yakni amanah, yang mengandung arti yang luhur. Lalu kenapa nama yang baik itu harus dikotori dengan sikap yang tidak amanah ?






    Penulis  :  Ruskandi Anggawiria   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Apa Penyebab PAN Bersikap Tidak Amanah? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top